Obesitas Pada Anak

Obesitas Pada Anak  – Orangtua umumnya senang kalau anak banyak makan. Namun, hati-hati kalau selain banyak makan (poligafi), anak juga banyak minum (polidipsi), dan banyak buang air kecil (poliuri). Tiga P ini bisa jadi adalah gejala awal diabetes. Kasus diabetes pada anak, cukup mengkhawatirkan.

Obesitas Pada Anak

Obesitas Pada Anak

Obesitas Pada Anak

Secara umum, Obesitas Pada Anak beresiko lebih tinggi mengidap penyakit diabetes. Obesitas beresiko pada gangguan kelenjar pankreas, yang memproduksi insulin. Insulin bertanggungjawab mempertahankan kadar gula darah yang tepat, mengangkut gula ke dalam sel sehingga menghasilkan energi, atau disimpan sebagai cadangan energi.
Obesitas Pada Anak  juga mempengaruhi organ lain. Saluran napas terganggu hingga ngorok saat tidur, tulang menopang tubuh yang berat, telapak kaki rata, perlemakan hati dan penderita merasa minder. Yang paling parah adalah komplikasi jantung. Jika pada anak gemuk didapati leher bagian belakang, ketiak atau tuas jari kehitaman berarti ada resiko diabetes. Selain Obesitas Pada Anak, anak beresiko diabetes karena faktor gen yakni ada riwayat diabetes dalam keluarga.

Pencegahan Obesitas Pada Anak

Usaha pencegahan yang dilakukan obesitas pada anak adalah dimulai dari lingkungan terdekat seperti lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat serta fasilitas berbagai pelayanan kesehatan. Lingkungan sekolah adalah salah satu tempat yang sangat baik untuk memahami mengenai pendidikan kesehatan yang akan memberikan pengetahuan, keterampilan serta memberikan suatu dukungan sosial ini yang akan membuat terjadinya perilaku makanan sehat yang bisa diterapkan dalam jangka waktu yang lama. Tujuan dilakukannya upaya pencegahan obesitas pada anak ini adalah untuk terjadinya suatu peruabahan pada pola serta perilaku makan yang meliputi dalam meningkatkan suatu kebiasaan untuk mengonsumsi jenis buah dan sayuran. Dan dengan mengurangi konsumsi dari makanan dan juga minuman yang sangat manis dan mengandung gula, mengurangi konsumsi dari makanan fast food dan junk food, serta meningkatkan aktivitas fisik dan jjuga mengurangi terjaidnya sedentary life style.

Pola hidup yang sehat yang bisa membantu mencegah terjadinya obesitas pada anak adalah :

  1. Mengonsumsi makanan seperti buah dan sayuran dengan porsi lebih dari 5 porsi dalam sehari.
  2. Membatasi menonton televisi, bermain komputer dan juga bermain game playstation kurang dari 2 jam dalam sehari.
  3. Sebaiknya jangan menyediakna televisi di kamar anak
  4. Kurangilah makanan dan juga minuman yang manis dan mengandung gula
  5. Mengurangi makanan dengan kandungan lemak serta makanan yang digoreng
  6. Mengurangi makan diluar
  7. Membiasakan untuk sarapan pagi dan membawa makanan untuk bekal sekolah anak.
  8. Membiasakan makan bersama keluargan dilakukan paling tidak 1 kali dalam sehari.
  9. Mengonsumsi jenis makanan yang sesuai dengan waktunya atau tepat waktu.
  10. Meningkatkan aktivitas fisik yang dilakukan minimal 1 jam dalam sehari.
  11. Melibatkan hubungan keluarga untuk bisa memperbaiki gaya hidup dalam mencegah terjadinya gizi berlebihan.
  12. Target penurunan berat badan dengan cara yang sehat.

Penatalaksanaan yang dilakukan untuk kasus obesitas pada anak adalah untuk anak yang sudah sekolah yang mengalami obesitas pada anak :

  1. Melakukan assesment atau anamnesa atau suatu riwayat penyakit dan juga penyakit keluarga, melakukan pengukuran antropometri dan juga mengetahui status gizi, melakukan suatu pemeriksaan fisik, dan lab sederhana serta melakukan anamnesa riwayat diet.
  2. Jika hasil dari assesment ini menunjukkan anak mengalami masalah obesitas dan obesitas pada anak dengan masalah komorbiditas atau penyakit hipertensi, penyakit diabetes, sleep apnea atau susah tidur, Bount disease dan lainnya, maka sebaiknya mendapatkan perujukan ke rumah sakit untuk bisa mendapatkan penanganan lebih lanjut.
  3. Dan jika hasil dari assesment ini menunjukkan bahwa anak mengalami masalah kegemukan dan obesitas pada anak tanpa adanya kasus komordibitas maka biasanya bisa dilakukan penatalaksanaan kegemukan serta kasus obesitas pada anak yang dilakukan di Puskesmas.
  4. Melakukan evaluasi selama 3 bulan pertama yakni adalah :
    – Jika berat badana anak mengalami penurunan atau juga tetap maka sebaiknya dianjurkan untuk bisa meneruskan pola hidup yang sehat dan juga melakukan suatu evalusasi kekmbali yang dilakukan setiap 3 bulan sekali.
    – Jia berat badan anak mengalami kenaikan, maka dilakukan suatu kegiatan pengaturan pada berat badan anak dengan cara yang berstruktur di Puskesmas yakni dalam bentuk seperti :
    – menyusun menu diet yang khususnya dilakukan secara bersama-sama dengan keluarga yang mendapatkan penangana dibawah bimbingan ahli gizi yang harus disesuaikan dengan tingkatan dari obesitas pada anak. Dan prinsip diet adalah dengan mengonsumsi jenis makanan yang rendah akan energi serta rendah protein sedang dengan lebih mengutamakan kepada kandungan protein yang nilainya biologis tinggi untuk bisa membantu menghindari terjadinya kehilangan pada massa otot,
    – melakukan latihan fisik atau melakukan olahraga yang sudah terjadwal dan terprogram sebagai salah satu anjuran bagi dokter dengan mendapatkan bimbingan guru atau juga instruktur olahraga, orang tua serta olahraga.
  5. Membuat suatu catatan pada kegiatan harian yang snagat berisi, misalnya adalah seperti asupan makanan di dalam rumah dan di luar rumah, melakukan aktivitas fisik, melakukan aktivitas menonton televisi dan juga melakukan hal yang sejenisnya, bermain serta menonton televisi sebagai salah satu bentuk contoh yang terlampir.
  6. Melakukan evaluasi setelah 3 bulan
    Jika berat badana anak mengalami penurunan atau juga tetap maka sangat dianjurkan untuk bisa melanjutkan suatu kegiatan pengaturan pada berat badan yang sudah terstruktur.

Obesitas Pada Anak 

 

Posted in Uncategorized | Tagged , | Comments Off on Obesitas Pada Anak

Obesitas

Obesitas – Penumpukan lemak di dalam tubuh yang sudah berlebihan dikenal dengan obesitas. Obesitas yang menyebabkan tubuh menjadi lebih besar atau ukuran yang sudah tidak lagi normal. Obesitas bisa dialami oleh siapapun, dan tidak terkecuali anak anak. Obesitas pada anak juga tidak jarang di temui. Melihat anak gemuk memang menggemaskan tetapi jika anak anak memiliki gemuk yang tidak sehat bukanlah hal yang menggemaskan lagi tetapi menyedihkan. Obesitas pada anak akan menyebabkan anak anak sulit untuk melakukan berbagai macam hal. Karena obesitas pada anak bisa menyebabkan anak sulit untuk bergerak bebas, padahal anak anak harus banyak bergerak untuk bermain, sehingga obesitas pada anak akan menyebabkan anak malas untuk bergerak. Walaupun anak dipaksakan untuk bergerak pun akan menyebabkan anak mudah lelah, maka dari itu anak yang mengalami obesitas akan memilih lebih banyak diam dan juga duduk. Obesitas pada anak bisa terjadi pada usia dini karena anak anak atau pada saat anak anak mulai bisa makan semua jenis makanan.

obesitas pada anak

obesitas pada anak

Obesitas pada anak bisa di sebabkan dari faktor genetik, seperti kondisi kedua atau salah satu nya memang memiliki berat badan yang besar maka bisa menurun pada anak. Obesitas pada anak juga karena salah orang tua yang memberikan makanan pada anak. Salah nya tidak dapat mengontrol makanan yang di berikan pada anak dan jenis asupan pada makanan yang di konsumsi. Karena yang memberikan makanan pada anak di usia yang masih kecil pasti nya orang tua atau pun pengasuh. Melihat anak yang makan dengan banyak memang menyenangkan namun sebaik nya tidak berlebihan juga, karena akan menyebabkan obesitas pada anak. Selain itu juga obesitas pada anak bisa dari makanan yang kurang sehat, makanan untuk anak yang banyak mengandung lemak jenuh dan sedikit gizi nya bisa memicu obesitas juga. atau obesitas pada anak juga bisa di sebabkan oleh susu anak yang di berikan secara berlebihan maka dari itu anak akan mengalami obesitas.

Cara Mencegah Obesitas

Obesitas pada anak sama hal nya yang dialami oleh orang dewasa, yaitu bisa menimbulkan berbagai macam penyakit karena banyak nya lemak yang menumpuk di dalam tubuh maka akan menyebabkan berbagai penyakit. Obesitas pada anak bisa menyebabkan penyakit jantung anak terjadi juga, karena banyak nya lemak di dalam tubuh. Anak yang obesitas pun akan sulit melakukan berbagai macam kegiatan karena perut buncit yang di miliki nya. Obesitas pada anak pun juga bisa menyebabkan anak mengalami gangguan pada pernafasan, karena penumpukan lemak tidak hanya akan terjadi pada perut saja namun bagian lain juga. karena gangguan pernafasan bisa terjadi maka obesitas pada anak pun akan bahaya.

Obesitas pada anak bisa menimbulkan berbagai macam penyakit atau gangguan kesehatan pada anak sehingga akan mengganggu tumbuh kembang pada anak, maka dari itu sebaik nya obesitas pada anak diatasi. Mengatasi obesitas pada anak bisa dengan mendisiplinkan asupan makanan pada anak sehingga tidak akan menyebabkan obesitas pada anak. Selain itu obesitas pada anak sebaik nya di cegah juga agar tidak terjadi. Ada cara mencegah obesitas pada anak yang bisa di lakukan, berikut cara mencegah obesitas pada anak :

  • Menjaga pola makan

Obesitas pada anak bisa di cegah dengan menjaga pola makan anak, biasakan memberikan anak di waktu yang memang biasa nya makan. Karena jika makan tidak sesuai aturan akan menyebabkan makanan berlebihan atau pun kekurangan maka dari itu jaga pola makan anak dengan baik sehingga tidak akan mengalami obesitas.

  • Asupan makanan yang sehat

Jenis makanan pun akan mempengaruhi berat badan anak, jika ingin menghindari obesitas pada anak maka sebaik nya menjaga asupan makanan pada anak juga. makan makanan yang sehat yang gizi nya juga mencukupi bagus untuk di berikan pada anak, dan sebaik nya usahakan makanan di buat sendiri di rumah agar tidak membeli makanan di luar terlebih makanan instan yang tidak baik untuk kesehatan. Sebaik nya anak juga di berikan bekal makanan dari rumah agar tidak terbiasa membeli makanan.

  • Banyak bergerak

Tidak hanya orang dewasa saja yang membutuhkan olahraga namun anak anak juga butuh olahraga, karena olahraga juga cara mencegah obesitas pada anak juga. lakukan olahraga minimal seminggu sekali bersama anak agar menambah kedekatan dan juga agar anak bergerak aktif. Akan lebih baik jika menghabiskan waktu bersama anak di luar ruangan agar banyak kegiatan yang bisa di lakukan untuk bergerak bebas.

  • Kurangi waktu tidur siang

Waktu tidur siang memang akan bagus untuk otak anak, namun sebaik nya tidak di lakukan terlalu lama. Karena jika tidur siang terlalu lama selain akan menyebabkan anak susah tidur di malam hari juga akan menyebabkan obesitas pada anak. Oleh sebab itu tidur siang tidak terlalu lama satu hingga dua jam saja sudah sangat cukup untuk anak anak. Cara seperti ini juga akan mencegah obesitas pada anak.

Obesitas

Posted in Obesitas Pada Anak | Tagged , , , , | Leave a comment

Penyebab Obesitas Pada Anak

Penyebab obesitas pada anak – banyak yang belum mengetahui apa penyebab dari obesitas ini, salah satunya untuk anak. tidak hanya untuk anak anak, orang tua dan deawas pun juga akan mengalami penyakit obesitas ini, jika tidak bisa menjaga asupan makan untuk badan dengan baik. Obesitas yang berarti kegemukan seperti mengalami tubuh yang sangat besar dan gendut. Yang semuanya akan bertambah ukurang badannya, dari paha, tangan, perut dan betis. Apabila bagi kalian yang memiliki tubuh gemuk pasti dalam memakan tidak kira kira, yang rasanya ingin nambah terus porsi makannya.

anak obesitas

penyebab anak mengalami obesitas

Inilah salah satu penyebab yang mudah terjdi dan sering terjadi. Jika obesitas ini belum terlalu parah, Anda bisa mengatasinya dengan mudah, yaitu dengan menjaga pola makannya. Perlu kalian tahu, penyakit obesitas ini, tidak hanya menyerang pada bagian tubuh saja, ternyata juga bisa mengefek sampingkan beberapa jenis penyakit yang akan menyerang pada tubuh Anda. Seperti penyakit kencing manis dan penyakit jantung. Dan akan mengalami tidur mendengkur atau ngorok saat ingin tidur, karena adanya lemak dibagian leher, akibat tubuh yang gemuk. Yang otomatis mengalami gemuk atau lemak yang ada dimana mana, seperti berbentuk lipatan.

Penyebab obesitas pada anak 

Kegemukan atau obesitas ini, dapat terjadi, jika ada penyebab obesitas pada anak anak. Yang penyebabnya seperti :

  • Memakan makanan yang berlemak

Makanan yang berlemak awalnya bisa memicu penyakit kolesterol. Tetapi bukan hanya kolesterol saja yang bisa disebabkan oleh makanan ini, obesitas pun juga ikut serta dalam makanan ini, bila dikonsumsinya secara berlebihan. makanan yang berlemak adalah jeni makaan yang cara pembuatannya dengan cara digoren, yang pasti memerlukan minyak untuk menggorengnya. Hal inilah yang dijadikan penyebab obesitas pada anak anak dan orang yang dewasa. Jadi jangan heran jika banyak orang yang meniliki tubuh yang sangat besar pasti memakan makanan sejenis ini.

  • Depresi

Depresi ini bisa dimasukkan ledalam stress, yang akibatnya adalah banyaknya pikiran yang melanda otak. Orang yang depresi umumnya memiliki masalah yang tak kunjung salah. Masalah tersebut berupa keuangan dan keluarga atau juga bisa dari anak yang broken home atau orang tuanya yang cerai. Jiak yanhg mengalami depresi ini adalah anak anak, pasti akan berujung dengan pemakaian obat obattan yang negatif, yang bisa mengancam jiwa. Bukan hanya anak anak saja, tetapi dewasa pun juga banyak yang menggunakan jenis obat obattan terlarang ini. yang intinya depresi ini, juga bisa dijadikan alasan sebagai penyebab obesitas pada anak anak.

  • Faktor bawaan

Faktor bawaan atau faktor genetik merupakan faktor penyebab obesitas pada anak ataupun dewasa. Bagi yang memiliki penyakit yang disebabkan oleh faktor bawaan, sangat sulit untuk disembuhkan. Karena bersifat turun menurun, dari salah satu anggota keluarga yang memiliki penyakit ini. Obesitas merupakan penyakit yang terjadi pada bagian tubuh, yang penyakit obesitas ini memiliki resiko untuk tubuh. Resiko yang dapat dialaminya adalah penyakit darah tinggi. yang penyakit darah tinggi ini, bisa terjadi karena makanan yang memiliki lemak. Seperti sate kambing yang banyak sering dimakan oleh semua orang.

  • Jarang berolahraga

Penyebab obesitas pada anak ini dapat disebabkan dengan jarangnya olahraga yang bahkan tidak pernah dilakukan. olahraga itu, tanpa kalian sadari sangat penting sekali untuk kesehatan tubuh. Olahraga jenis apa saja, yang dilakukan itu, sangat berharga sekali. Terutama pada kesehatan jantung yang sangat penting di salah satu organ dalam tubuh. banyak jenis olahraga yang dilakukan, ada jogging, sit up, dan back up, serta renang. Yang semuanya pasti memiliki kelebihan masing masing. Jangan heran, jika kalian melihat orang yang memiliki bentuk tubuh yang bagus, karena orang yang memiliki tubuh yang bagus yang mendekati kata sempurna, biasanya rajin berolahraga yang disertai dengan makanan yang bergizi.

  • Melakukan ngemil

Mengemil ini sudah menjadi kebiasaan untuk semua orangm terutama pada malam hari, yang paling sering dilakukan. Apalagi jika ditambahi dengan mengemil yang berat berat. Seperti cokelat dan nasi. Bagi yang suka mengemil biasanaya sulit tidur pada malam hari, atau yang mengalami insomnia. Dan mengemil ini, sudah dijadikan tradisi, jika yang lgi stress. Yang stress ini, biasanya akan menggangu pikiran. Yang mengemil ini bisa berujung dengan penyebab obesitas pada anak anak. Serta yang tadinya memiliki tubuh yang ramping akan mengalami kegemukan.

  • Meminum minuman yang bersoda

Minuman bersoda atau minuman yang siap saji, yang dijual dipasaran atau disupermarket ini, menjadi penyebab obesitas pada anak anak. Minuman bersoda seperti minuman yang dikemas dengan botol kaleng. Yang minuman soda ini bisa menyebabkan obesitas dan kebuncitan poada bagian perut. Apabila tidak ingin, mengalami penyakit ini, jauhkanlah minuman ini, dari kehidupan sehari hari Anda.

  • Pola makan yang berantakan

Pola makan yang berantakan pemicu dari penyebab obesitas pada anak anak dan orang yang dewasa, bahkan orang tua. Pola atau jadwal makan ini, seharusnya sudah diatur, sedemikian rupa, agar tidak menimbulkan tubuh yang sangat gemuk. Yang tubuh gemuk ini bisa dianggap dengan penyakit obesitas.

Penyebab Obesitas Pada Anak 

Posted in Obesitas Pada Anak | Leave a comment

Obat Obesitas Pada Anak

Obat obesitas pada anak – obat obesitas pada anak  adalah beberapa macam atau jenis obat yang digunakan untuk menyembuhkan penyakit obesitas anak dengan bahan bahan herbal. Penyakit obesitas adalah penyakit yang dialami oleh tubuh dengan berat badan yang melebihi kapasitas.

obesitasanak

obesitas pada anak

Selain obat obesitas pada anak ini, ada juga gejala dari penyakit obesitas adalah akan mengalami susah tidur atau penyakit insomnia. Selain itu ada juga penyebab dari penyakit obesitas adalah jarang melakukan olahraga, jarang tidur dan bisa disebabkan oleh faktor keturunan. Kemudian ada juga cara mencegah dari penyakit obesitas ini, dan cara mencegahnya adalah sering melakukan olahraga. Penyakit obesitas ini bisa menyebabkan penyakit diabetes, serangan jantung, sakit sendi, penyakit hipertensi dan stroke.

Obat obesitas pada anak

Selain dengan pernyataan yang tertera diatas, ada beberapa obat obesitas pada anak dengan menggunakan bahan bahan yang alami dan herbal. Dan berikut obatnya adalah :

  • Dengan menggunakan brokoli

Salah satu obat obesitas pada anak adalah dengan menggunakan brokoli. Cara menggunakan brokoli untuk mengobati penyakit obesitas adalah dengan cara direbus, di sayur dan dijus, sesuai dengan selera. Konsumsilah ramuan brokoli ini dengan rutin dan teratur. Dan cara ini sangat mudah untuk diterapkan bagi siapa saja yang cara ini tidak ada efek sampingnya. Maka dari itu, Anda harus wajib menjaga kondisi kesehatan tubuh pada anak dengan baik, agar penyakit obesitas ini tidak mudah dialaminya. Yang pada umumnya penyakit obesitas ini bisa mendatangkan penyakit.

  • Dengan menggunakan jeruk nipis

Salah satu obat obesitas pada anak adalah dengan menggunakan jeruk nipis. Cara menggunakan jeruk nipis ini untuk mengobati penyakit obesitas adalah dengan cara diminum yang sudah diperas. Dan cara ini sangat mudah untuk diterapkan bagi siapa saja yang cara ini juga tidak menimbulkan efek samping dalam menggunakannya. Maka dari itu, Anda harus wajib menjaga kondisi kesehatan anak dengan baik dan benar, agar penyakit obesitas pada anak ini tidak dialami dengan mudah. Yang pada umumnya penyakit obesitas ini bisa menimbulkan bahaya dan penyakit.

  • Dengan menggunakan asam jawa

Salah satu obat obesitas pada anak adalah dengan menggunakan asam jawa. Cara menggunakan asam jawa ini untuk mengobati penyakit obesitas adalah dengan cara dicampurkan dengan air kunyit dan madu asli. Minumlah ramuan asam jawa dengan rutin dan teratur. Dan cara ini tidak menimbulkan efek samping dalam menggunakannya yang cara ini juga sangat mudah untuk siapa saja. Maka dari itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan tubuh atau badan dengan baik dan benar pada anak, agar penyakit obesitas ini tidak dapat terjadi dengan mudah. Yang pada umumnya penyakit obesitas ini bisa menimbulkan penyakit jika tidak segera diatasi.

  • Dengan menggunakan madu asli

Salah satu obat obesitas pada anak adalah dengan menggunakan madu asli. Cara menggunakan madu asli ini untuk mengobati penyakit obesitas adalah dengan cara dicampurkan dengan air rebusan asam jawa dan kunyit. Minumlah ramuan madu asli dengan rutin dan teratur. Dan cara ini sangat mudah untuk digunakan bagi siapa saja yang cara ini tidak ada efek sampingnya. Maka dari itu, Anda harus wajib bisa menjaga kondisi kesehatan tubuh anak dengan baik dan benar, agar penyakit obesitas ini tidak dapat dialaminya dengan mudah. Yang pada umumnya penyakit obesitas ini bisa mendatangkan penyakit jika telat dalam penanganan.

  • Dengan menggunakan daun sirsak

Salah satu obat obesitas pada anak adalah dengan menggunakan daun sirsak. Cara menggunakan daun sirsak ini untuk mengobati penyakit obesitas adalah dengan cara direbus sampai matang, yang sebelumnya sudah dibersihkan. Minumlah air rebusan daun sirsak ini dengan rutin yang sudah disaring. Dan cara ini sangat mudah untuk diterapkan bagi siapa saja yang cara ini juga tidak ada efek sampingnya. Maka dari itum, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan tubuh anak dengan baik dan benar, agar penyakit obesitas ini tidak dialami dengan mudah. Yang pada umumnya penyakit obesitas ini bisa mendatangkan bahaya dan penyakit jika tidak diatasi dengan segera.

  • Dengan menggunakan kulit manggis

Salah satu obat obesitas pada anak adalah dengan menggunakan kulit manggis. Cara menggunakan kulit manggis ini untuk mengobati penyakit obesitas adalah dengan cara direbus sampai matang, yang sebelumnya sudah dibersihkan. Minumlah air rebusan daun sirsak ini dengan rutin yang sudah disaring. Dan cara ini sangat mudah untuk di gunakan bagi siapa saja yang cara ini juga tidak ada efek sampingnya. Maka dari itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan tubuh anak dengan baik dan benar, agar penyakit obesitas ini tidak dapat dialaminya dengan mudah. Yang pada umumnya penyakit obesitas ini tidak bisa mendatangkan penyakit jika telat dalam penanganan.

  • Dengan menggunakan buah blueberry

Salah satu obat obesitas pada anak paling ampuh adalah dengan menggunakan buah buleberry. Cara menggunakan buah blueberry ini untuk mengobati penyakit obesitas adalah dengan cara dimakan langsung atau juga bisa dijus, sesuai dengan selera masing masing. Konsumsilah buah ini dengan rutin dan teratur. Maka dari itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan tubuh anak dengan baik dan benar, agar penyakit obesitas ini tidak dapat dialaminya dengan mudah. Yang pada umumnya penyakit obesitas ini bisa mendatangkan penyakit jika tidak diatasi dengan tepat.

Posted in Obesitas Pada Anak | Tagged , , , , | Leave a comment

Cara Mengatasi Obesitas Pada Anak

Cara Mengatasi Obesitas Pada Anak – Memiliki anak yang gampang makan memang membuat hati senang, terlebih makan dengan lahap. Sehingga perkembangan anak tidak terhambat. Tetapi jika makan nya berkelebihan akan menyebabkan anak gemuk, anak yang gemuk memang akan terlihat menggemaskan dan lucu. Tetapi jika gemuk yang berlebihan bisa juga tidak baik, karena gemuk yang berlebihan bisa menyebabkan obesitas.

obesitas pada anak sering terjadi, karena peningkatan makan yang begitu besar. Banyak orang tua yang tidak dapat mencegah obesitas pada anak karena akan sulit untuk melarang makan pada anak, terlebih jika anak mengisi. Sikap yang seperti itu akan menyebabkan anak menjadi obesitas. karena anak anak suka sekali dengan jenis makanan manis seperti kue ataupun coklat dan permen, sehingga sering mengkonsumsi nya dan sulit untuk di kendalikan dan akhir nya menyebabkan kegemukan yang parah atau obesitas.

obesitas

obesitas

Cara Mengatasi Obesitas Pada Anak

Jika kondisi anak sudah semakin besar tubuh nya, dan sebelum terkena berbagi penyakit seperti penyakit diabetes  dan ataupun penyakit jantung, maka baik nya segera melakukan cara mengatasi obesitas pada anak, karena jika bukan orang tua yang mengatasi nya, lalu siapa lagi. Jika ingin mengatasi nya bisa melakukan cara seperti berikut :

  • Mengatur pola maka anak

Karena orang tua perempuan atau ibu yang akan merawat dan memberikan makan sehari hari pada anak, oleh karena itu coba mengatur pola makan anak yang berlebihan. Sebelum melakukan ini harus menyiapkan mental jika anak mengisi karena ingin porsi makan yang lebih. Untuk mengatasi anak yang menangis bisa memberikan pengertian dengan bicara baik baik, dan tidak di anjurkan untuk memarahi anak anak. berikan arahan yang baik, pengertian obesitas pada anak,dan melakukan cara mengatasi obesitas pada anak yang baik.

  • Membuat makanan sehat

Untuk melakukan cara mengatasi obesitas pada anak bisa mengatur makanan yang akan di makan. untuk mengatur makanan yang lebih sehat, dengan lebih banyak memasak dengan cara di rebus atau di kukus dan menghindari atau mengurangi makanan yang di goreng. Karena bisa jadi penyebab anak menjadi obesitas karena menu makanan yang selalu di hidangkan dengan cara di goreng atau yang mengandung banyak lemak. Anak anak juga butuh makanan sehat bukan hanya untuk mengatasin obesitas nya tetapi juga untuk membuat tumbuh kembang nya dengan baik.

  • Berikan lebih banyak buah dan sayur

Selain itu juga cara mengatasi obesitas pada anak juga bisa memberikan makanan buah dan juga sayur lebuh banyak dari biasa nya. jika anak tidak suka sayur cari solusi pengolahan makanan hingga anak anak suka untuk makan sayur. Cara ini akan membantu untuk menurunkan berat badan anak perlahan lahan.

  • Tidak membelikan cemilan

Anak anak lebih suka ngemil makan yang gurih atau pun manis, biasa nya akan di lakukan sambil bermain atau ketika menonton acara kesayangan nya. jika hal itu sudah menjadi kebiasaan, maka rubahlah untuk melakukan cara mengatasi obesitas anak. tidak membelikan makanan ringan, atau menyediakan nya di rumah, atau pun membuat nya sendiri akan sama saja bisa membuat obesitas semakin parah. Buang siafat kasihan untuk memberikan cemilan jika ingin menjaga kesehatan anak.

  • Memberikan bekal ke sekolah

Karena jika sudah keluar rumah pengawasan orang tua sudah berkurang maka anak yang obesitas bisa makan apapun di luar rumah. Cara mengatasi obesitas pada anak bisa dengan selalu membawakan bekal anak setiap hari dengan menu yang berbeda tetapi juga tetap sehat agar anak juga tidak akan bosan. Dan mengurangi uang jajan nya, sehingga tidak banyak makanan yang dapat di beli nya.

  • Ajak anak berolahraga

Anak anak akan suka jika di ajak pergi bersama keluarga. Untuk melakukan cara mengatasi obesitas pada anak bisa sering mengajak anak anak untuk olahraga. olahraga yang di lakukan bersama anak bisa di manipulasi dengan melakukan sebuah permainan, sehingga anak tidak akan menyadari jika sedang melakukan olahraga. biarkan anak anda berkeringat sehingga banyak lemak yang keluar dari dalam tubuh nya, sehingga anak juga akan sehat.

  • Hindari makan di luar

Sering makan di luar akan menjadi penyebab obesiatas. Karena makan di luar banyak yang tidak sehat dan pengolahan nya pun sangat instan. dari pada menghabiskan uang untuk makan di luar akan lebih baik jika membuat makanan sendiri, dan uang lain nya bisa di gunakan untuk melakukan perjalanan ke luar kota atau luar negeri bersama keluarga.

  • Berikan minum air putih

Anak anak memang sangat suka dengan manis, sehingga untuk masalah minum pun ingin yang manis juga. Sering minum manis akan menyebabkan kegemukan hingga obesitas. untuk cara mengatasi obesitas pada anak bisa dengan membatasi minuman manis dan selalu memberikan minuman air putih yang lebih banyak. tidak menyediakan minuman manis seperti sirup di rumah akan lebih baik. dan selain itu selalu membawakan berisi air putih ke sekolah.

  • Hindari tidur siang yang lama

Jika anak tidur siang terlalu lama maka segara bagunkan, karena tidur siang yang lama juga tidak baik dan menyebabkan obesitas. atur tidur siang paling lama selama dua jam.

Posted in Obesitas Pada Anak | Tagged , , , , , | Leave a comment

Cara Menangani Obesitas Pada Anak

Cara Menangani Obesitas Pada Anak – Kegemukan dan obesitas merupakan masalah gizi yang berlebih yang kian marak dijumpai pada anak di seluruh dunia. Kegemukan dan obesitas pada anak merupakan konsekuensi dari asupan kalori (energi) yang melebihi jumlah kalori yang dilepaskan atau dibatasi melalui proses metabolisme di dalam tubuh.

Obesitas Pada Anak

Kegemukan dan obesitas pada anak dapat dimulai dari berbagai metode atau teknik pemeriksaan. Salah satunya adalah pengukuran indeks massa tubuh atau Body Mass Index (BMI). Pengukuran BMI dilakukan dengan cara membagi nilai berat badan (kg) dengan nilai kuadrat dari tinggi badan (m). Nilai ini kemudian diplot pada kurva pertumbuhan anak yang disesuaikan dengan jenis kelamin dan usia anak. BMI merupakan metode yang mudah dan paling banyak digunakan di seluruh dunia untuk menilai timbunan lemak yang berlebihan di dalam tubuh secara tidak langsung.

Di Indonesia, untuk anak hingga usia 5 tahun, pemantauan berat badan dapat dilakukan melalui Kartu Menuju Sehat (KMS). KMSdapat diperoleh di posyandu di setiap rukun warga (RW). KMS merupakan alat bantu pemantauan perkembangan kesehatan anak secara umum.

Selain kedua metode tersebut, kegemukan dan obesitas pada anak dapat dinilai dengan beberapa metode lain, antara lain, pengukuran lingkar pinggul dan ketebalan lemak kulit. Pemeriksaan ini tergolong sederhana dan mudah dilakukan. Hasil pengukuran lingkar pinggul dan ketebalan lemak kulit kemudian dibandingkan dengan nilai standar pada tabel sesuai dengan umur dan jenis kelaminnya.

Data dari dua survei yang dilakukan Lembaga Survei Gizi dan Kesehatan Nasional (NHANES) pada periode 1976-1980 dan 2003-2006 menunujukkan bahwa prevalensi obesitas terus meningkat secara nyata pada beberapa kelompok usia anak yakni pada kelompok usia 2-5 tahun prevalensinya meningkat dari 5% menjadi 12,4% pada kelompok usia 6-11 tahun prevalensinya meningkat dari 6,5 % menjadi 17% dan pada kelompok usia 12-19 tahun prevalensinya meningkat dari 5% menjadi 17,6%.

Seorang remaja sangat rentan dengan perubahan fisik yang terjadi sehingga karena pengaruh lingkungan mencoba cara menurunkan berat badan dengan menggunakan cara instan. Mengonsumsi obat penurun berat badan maupun jamu-jamuan adalah cara yang biasanya dilakukan oleh remaja.

Cara Menangani Obesitas Pada Anak

Cara Menangani Obesitas Pada Anak

Cara Menangani Obesitas Pada Anak

Sebenarnya secara medis kami tidak mengajurkan hal tersebut sebagai Cara Menangani Obesitas Pada Anak  karena konsumsi obat-obatan pelangsing pada beberapa orang seringkali menimbulkan banyak efek samping, berupa timbulnya rasa mual sampai muntah, bahkan beberapa orang yang mengalami diare yang berkepanjangan. Efek lain yang bisa timbul dari konsumsi obat-obatan ini adalah siklus menstruasi yang jadi tidak teratur atau bahkan terjadi dehidrasi karena terlalu sering buang air besar.

Dehidrasi bisa terjadi karena sering kali obat-obatan ini bekerja dengan cara mengeluarkan cairan dari tubuh secara berlebihan. Memang, dengan keluarnya cairan, berat badan akan berkurang tetapi jangan salah, hal ini justru akan membuat anda lemas karena kekurangan cairan. Selai itu obat-obatan ini biasanya akan menimbulkan rasa sakit buang air kecil. Rasa sakit ini timbul karena adanya pengaruh obat diet yang bekerja membuang lemak dan lemak ini biasanya dikeluarkan bersama dengan air seni.

Menangani Obesitas Pada Bayi

Makanan terbaik sebagai Cara Menangani Obesitas Pada Anak untuk bayi adalah ASI. Ternyata ASI juga dapat mencegah obesitas pada anak. Pengaruh ASI dan susu formula terhadap berat badan, pemberian ASI dapat menurunkan kemungkinan anak mengalami obesitas di kelak kemudian hari.

Remaja yang pernah mendapatkan ASI berpeluan lebih kecil mengalami lekebihan berat badan, dibanding mereka yang sering minum susu formula atau hanya diberi susu formula. Anak yang diberi ASI sebagai makanan utama selama enam bulan pertama (ASI ekslusif) memiliki peluang lebih kecil mengalami kelebihan berat badan, ketika mereka berusia 14 tahun. Semakin lama anak mendapatkan ASI, semakin rendah peluang untuk mengalami kegemukan. Anak yang diberi ASI minimal 7 bulan, memiliki kemungkinan 20% kebih rendha mengalami kegemukan dibanding anak yang hanya diberi ASI selam 3 bulan.

Bagaimana ASI dapat mengurangi kemungkinan terjadinya obesitas pada anak, masih belum jelas. Salah satu kemungkinannya, karena susu formula dan ASI memiliki pengaruh yang berbeda terhadap metabolisme bayi. ASI jelas berpengaruh positif trehadap penyimpanan lemak. Pengaruh pemberian ASI dan berat badan pada anak usia 3-5 tahun lebih kecil. Anak yang diberi ASI peluangnya lebih kecil mengalami kegemukan. Menunda memberikan makanan padat bisa mencegah kegemukan dan obesitas. Makin lama ibu menunda memperkenalkan makanan tambahan kepada bayi, makin rendah resiko untuk mengalami kelebihan berat badan.

Pemberian susu formula sebagai Cara Menangani Obesitas Pada Anak dalam botol ternyata membentuk pola pikir bayi. Dengan menggunakan botol, bayi diarahkan untuk mengosongkan isinya. Hal ini tidak terjadi pada bayi yang diberi ASI. Minum ASI tidak tampak apa yang diberikan dan bayi akan mengonsumsi ASI sesuai dengan kebutuhannya. Jika bayi sudah merasa kenyang/ cukup, dia akan berhenti minum dan mengeluarkan lidah untuk mengeluarkan puting susu ibunya. Sejak lahir bayi diketahui memiliki kemampuan untuk mengatur diri terhadap pemberian air susu ibu. Dengan mengenali keadaan dan isyarat-isyarat bahasa tubuh anak, ibu dapat mengendalikan pemberian ASI sehingga tidak  terjadi kelebihan asupan yang menyebabkan obesitas.

Dengan banyaknya efek negatif yang ditimbulkan dari obat-obatan tersebut, bukan berarti anda tidak dapat mengurangi berat badan anda. Sebenarnya ada dua cara yang dianjurkan untuk menurunkan berat badan, yaitu dengan cara berolahraga, misal aerobik minimal 30 menit setiap hari untuk membakar lemak serta melakukan diet menurunkan berat badan secara seimbang. Diet yang seimbang ini mengharuskan kamu untuk tetap makan sesuai dengan jadwal, tetapi komposisinya harus sedikit diubah, yaitu dengan mengurangi kandungan kalori dan lemak serta memperbanyak kandungan protein dan vitamin dalam makanan anda. Cara seperti inilah justru yang sangat efektif untuk mengurangi berat badan secara permanen, tanpa akut terjadi efek yang tidak menyenangkan.

Posted in Obesitas Pada Anak | Tagged , , , , , | Leave a comment

Faktor Obesitas Pada Anak

Faktor Obesitas Pada Anak  – Kegemukan atau obesitas pada anak memang disebabkan oleh banyak faktor. Anak dari orang tua gemuk bisa beresiko gemuk dikemudian hari. Pola makan dengan asupan kalori yang tidak seimbang dan lebih tinggi dari kebutuhan sehari-hari juga membuat seorang anak dapat mengalami kegemukan.Belum lagi kalau aktivitas ataupun kegiatan fisiknya sangat rendah. Terlalu banyak duduk, jarang bergerak, asyik bermain games didepan televisi maupun komputer, semua ikut berkontribusi terhadap kejadian kegemukan pada anak.

Obesitas Pada Anak

Semua Faktor Obesitas Pada Anak tersebut nyatanya memang sudah sering disebutkan oleh para ahli. Namun, kini tambahkan satu Faktor Obesitas Pada Anak lagi yang membuat anak beresiko mengalami kegemukan saat remaja: hubungan emosional antara ibu dan anak.

Obesitas Pada Anak

Faktor Obesitas Pada Anak

Anak remaja lebih cenderung mengalami kegemukan bila mengalami hubungan emosional yang buruk dengan ibu mereka saat masih batita. Anak remaja yang memiliki hubungan emosional jelek dengan ibunya memilikib resiko hamir 2,5 kali mengalami obesitas diusia 15 tahun. Pravalensi obesitas pada remaja 26,1% diantara anak dengan hubungan awal ibu anak paling buruk menurut penelitian.

Batita yang tidak memiliki ikatan emosional dekat dengan orangtuanya, cenderung mengalami obesitas saat mereka berusia 4,5 tahun . Resiko anak mengalami obesitas pada usia 15 tahun tertinggi diantara mereka yang mengalami kualitas hubungan emosional terendah dengan ibunya saat mereka masih batita.

Sementara itu, lebih dari seperempat batita yang memiliki kualitas hubungan terendah dengan ibu mereka yang gemuk disaat remaja dibandingkan dengan 13 persen yang memiliki ikatan lenih dekat dengan ibu mereka pada awal kehidupannya. resiko obesitas bisa saja dipengaruhi oleh daerah otak yang mengontrol emosi dan merespon stres. Keduanya bekerja secara bersama-sama dengan yang mengontrol nafsu makan dan keseimbangan energi.

Cara Mengatasi Obesitas Pada Anak

Mengonsumsi makanan yang menenangkan sepanjang masa kanak-kanak juga dihubungkan dengan tidak diberinya sarana yang tepat pada anak usia muda dalam cara mengatasi stres. Dengan hasil tersebut saat memungkinkan bahwa kegemukan saat masa anak-anak dapat diintervensi dengan memperbaiki ikatan emosinal antara bu dan anak, ketimbang hanya memfokuskan pada asupan makanan anak dan aktivitas.

 Faktor Obesitas Pada Anak

Faktor Obesitas Pada Anak

Selain itu mengelola stres juga harus dilatih sejak dini pada anak. respon stres yang terkelola dengan baik dapat mempengaruhi seberapa baik anak tidur dan meminimalkan kemungkinan untuk menjadikan makanan sebagai respon terhadap distres emosional. Kedua faktor tersebut juga memberi pengaruh terhadap kemungkinan kejadian resiko obesitas pada anak.

Resiko Obesitas pada Anak

Faktor obesitas pada anak akan menimbulkan resiko yang berbahaya. Anak dengan kasus obesitas biasanya akan mengadapi berbagai masalah gangguan kesehatan yang banyak mengakibatkan buruk sampai mereka berusia remaja dan dewasa. Banyaknya publikasi yang mengingatkan mengenai hal ini. Malah untuk beberapa ahi menyatakan bahwa sudah mulai terjadi kasus wabah obesitas padananak usia sekolah yang berat badannya melebihi angka normal. Sampai bahkan terjadi 4 kali lipat. Di Ingrris, selama 20 tahun terakhir sudah terjadi suatu peningkatan sampai mencapai 3 kali lebih jumlah anak yang masih sekolah yang mengalami obesitas. Hal ini dihubungkan dengan iklan makanan yang ada di media massa. Makanan yang lezat yang dipublikasikan dengan umum untuk ana-anak. Dan demikian juga iklan yang ikut membuat anak-anak menjadi tergoda pada pajangan suatu papan reklame pada lampu perempatan di lalu lintas.

Faktor obesitas pada anak akan menyebabkan terjadinya :

  1. Meningkatkan kejadian dari penyakit diabetes 2 atau penyakit diabetes yang terjadi pada usia dewasa.
  2. Peningkatan dari kejadian penyakit jantung akibat dari suatu masalah pada kolesterol tinggi dan masalah tekanan darah yang tinggi.
  3. Kejadian berhenti napas saat sedang tidur atau mengalami sleep apnea.
  4. Gangguan yang terjadi pada tulang dan otot rangka.
  5. Penyakit hati serta penyakit asma.

Dalam mengendalikan berat badan anak, maka orang tua perlu menjaga dan memelihara asupan dari nutrisi makanan anak. Dan yang paling utama adalah di masa-masa saat sedang berlibur sekolah. Karena faktor obesitas pada anak bisa diakibatkan oleh asupan anak yang tidak terkendali dengan baik, dan paling utama dalam mengonsumsi makanan fas food dan juga makanan yang tinggi akan lemak.

Cara Mencegah Obesitas pada Anak

Cara mencegah obesitas pada anak adalah :

  1. Mengonsumsi buah-buahan dan sayuran. Salah satu jenis buah yang bisa dimakan adalah buah kiwi dengan 2 porsi sehari dan jumlah sayuran 5 porsi dalam sehari.
  2. Sebaiknya jangan duduk dalam waktu lama lebih dari 2 jam.
  3. Melakukan aktivitas fisik yang paling minimal dilakukan setiap 1 jam dalam setiap harinya.
  4. Serta membatasi asupan makanan yang mengandung gula dan banyak mengonsumsi air putih.
  5. Melakukan aktivitas fisik atau olahraga paling tidak 20 menit dalam 3 kali seminggu.

Selain mengenai pola makan dan juga perilaku makan, kurangnya melakukan aktivitas fisik juga menjadi salah satu faktor obesitas pada anak. Keterbatasan dari lapangan utuk bermain dan kurangnya sarana untuk melakukan aktivitas fisik bisa mengakibatkan anak menjadi memilih bermain di dalam rumah. Dan selain itu juga, kemajuan dari teknologi dalam bentuk alat-alat elektronik seperti video gamer, playstation, televisi, serta komputer yang bisa membuat anak menjadi malas dalam melakukan aktivitas fisik.

Posted in Obesitas Pada Anak | Tagged , , , , , | Leave a comment

Gejala Obesitas Pada Anak

Gejala Obesitas Pada Anak – Orang awam seperti mengidentikkan kegemukan atau obesitas dengan overweight. Padahal keduanya tidak sama. Seseorang disebut overweight (kelebihan berat badan), bila berat badannya melebihi 10-30% dari berat normal. Gejala Obesitas pada anak berpotensi mengundang beragam penyakit seperti sakit jantung, masalah kolesterol, penyakit hipertensi, penyakit stroke, diabetes, dan beragam penyakit ikutannya.

Penyakit-penyakit tersebut sering diidentikkan dengan penyakit orang gemuk.
Meskipun tidak mutlak pada umumnya mereka yang memilih berat badan berlebihan berpotensi terserang berbagai penyakit mematikan. Masalahnya banyak orang yang tidak mau menhindari resiko penyakit tersebut, kecuali mereka yang sudah mengalaminya.
Betapa menderitanya orang yang bertubuh gemuk, berpenyakitan pula.

Gejala Obesitas Pada Anak

Gejala Obesitas Pada Anak

Obesitas Pada Anak

Didefinisikan sebagai suatu kelainan, ditandai dengan Gejala Obesitas  penimbunan lemak tubuh secara berlebihan. Jika lemak tidak dibakar dengan beraktivitas timbunan lemak akan makin menumpuk, hal inilah yang menyebabkan orang menjadi gemuk.
Namun tidak berarti bahwa orang memiliki badan kurus akan terbebas dari gangguan penyakit. Orang yang berbadan kurus (underweight) juga memiliki banyak persoalan dengan tingkat kesehatannya. Logikanya kalau yang kurus dan senang berolahraga bisa saja terkena kolesterol tinggi, nyeri sendi, sakit jantung, dan stroke, apalagi yang berbadan gemuk, tentu lebih rentan terhadap serangan berbagai macam penyakit.

Kegemukan merupakan cermin ketidakseimbangan antara tinggi dengan berat badan. Berat badan ideal adalah tinggi badan dikurang 105 dengan variasi +/- 10%. Misalnya tinggi badan 167 cm, maka berat badan ideal adalah 167-105 = 62 kg +/- 10%.
Atau dengan koridor, berkisar antara 56 kg-68 kg. Persepsi bahwa gemuk itu lambang kemakmuran, sekarang sudah berubah. Bahkan bagi setiap orang, kegemukan itu musibah. Kegemukan dapat mempertinggi resiko terhadap berbagai gangguan kesehatan yang cukup serius seperti penyakit jantung, diabetes, kanker getah bening, ginjal, pencernaan, gangguan pernapasan, gangguan persendian, batu empedu dan gagalnya fungsi hati.

Gejala Obesitas

Gejala obesitas pada anak menurut salah satu penelitian yang dilakukan menunjukkan adanya suatu factor resiko penurunan kualitas hidup yang menjadi lebih rendah. Hal ini biasanya terjadi pada pria. Tidak heran jika kondisi berat badan dengan berlebihan yang terjadi pada kalangan remaja, dan paling utama yang terjadi pada remaja pria lebih cenderung dihubungkan dengan penurunan pada kepuasan hidup.

Gejala Obesitas Pada Anak

Gejala Obesitas Pada Anak

Resiko dampak psiko-sosial negative dari gejala obesitas pada anak pria ternyata efeknya jauh lebih besar dibandingkan oleh wanita. Hal ini disebabkan karena status dari berat badan yang tidak sehat dan jumlah lemah tubuh yang berlebihan juga akan memberikan suatu dampak kurang baik baik kesejahteraan fisik serta mental pada seorang remaja dan yang paling utama adalah untuk remaja pria.

Paling tidak, remaha wanita yang mengalami masalah berat badan atau mengalami masalah obesitas menunjukkan skor atau kualitas hidup yang normal dan sama dengan remaja wnaita yang badannya dengan ukuran normal.

Cara Mencegah Obesitas

Cara mencegah gejala obesitas pada anak adalah :

  1. Kurangi asupan makanan yang mengandung lemak dan minyak
    Makanan-makanan seperti ini merupakan salah satu penyebab dari terjadinya masalah obesitas. Makanan ini berasal dari lemak daging yang jenuh dan juga makaan seperti gorengan.
  2. Melakukan olahraga
    Olahraga adalah salah satu langkah dalam memelihara kesehatan yang sangat penting. Karena dengan melakukan olahragak, maka tubuh juga akan mengubah lemak menjadi karbohidrat yang kemudian bisa digunakan menjadi sumber enegri dalam melakukan suatu aktivitas. Dan semakin bertambahnya aktivitas yang dilakukan, maka semakin banyak lemak juga yang akan dibakar menjadi sumber energy. Maka dari itulah, melakukan olahraga memang sangat baik untuk membantu membakar lemak di dalam tubuh sehingga akan membuat tubuh Anda terlihat lebih sehat dan menjadi lebih bugar.

    Gejala Obesitas Pada Anak

    Gejala Obesitas Pada Anak

  3. Mengurangi porsi makan
    JIka makan banyak dan sedikit gerak adalah salah satu penyebab obesitas pada anak. Makah al yang perlu dilakukan adalah ada saatnya jika kita makan yang sesuai dengan porsi dari aktivitas kita sehari-hari yang kita lakukan. Sebaiknya jangan mengonsumsi nasi dengan jumlah yang berlebihan jika Anda tidak melakukan aktivitas yang berat, karena hal ini akan membuat ketidakseimbangan pada jenis makanan yang Anda makan dengab cara pergerakan dari aktivitas yang Anda lakukan. Makanlah dengan makanan yang seimbang nutrisi dan porsinya yang sesuai dengan aktivitas harian yang Anda lakukan.
  4. Kurangilah mengemil makanan
    Ngemil adalah terlalu banyak mengonsumsi jenis makanan yang ringan, misalnya adalah makanan-makanan seperti ciki, kerupuk, cokelat, biscuit, minum es dan lainnya. Oleh sebab itulah, hindarilah sejenis makanan-makanan tadi sebagai salah satu langkah mencegah gejala obesitas pada anak.

Cara mengatasi gejala obesitas pada anak salah satunya dilakukan dengan buah mangga. Kandugan konsentrasi bioaktif yang ada di dalam buah manga sangat tinggi dalam membantu meningkatkan penghambatan pada perkembang sel-sel lemak dalam tubuh manusia. Untuk bisa memahami semua senyawa alami yang ada di dalam setiap buah memah tidak mudah dibandingkan dengan meneliti kandungan gizi yang ada di dalamnya. Kulit buah manga merupakan sumber potensi dari Nutraceuticals atau makanan yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh dan selain manfaar yang ada pada buahnya sendiri.

Posted in Obesitas Pada Anak | Tagged , , , | Leave a comment

Faktor Penyebab Obesitas Pada Anak

Faktor Penyebab Obesitas Pada Anak – Kegemukan atau obesitas pada anak telah menyita banyak perhatian di dunia kedokteran, karena jumlahnya yang meningkat drastis dibanding sepuluh tahun yang lalu. Masalahnya adalah, kegemukan ini tidak hanya dapat terbawa hingga dewasa, namun juga meningkatkan resiko-resiko kesehatan yang tidak dialami anak lain dengan berat badan yang normal. Namun perlu diingat, ytidak semua anak dengan berat badan lebih dibanding anak seusianya tergolong mengalami kegemukan. Untuk menentukan kegemukan atau obesitas pada anak, diperlukan pemeriksaan kadar lemak tubuh dan perbadingan berat badan anak dengan usia dan tinggnya berdasarkan tabel pertumbuhan yang standar.

Faktor Penyebab Obesitas Pada Anak

Faktor Penyebab Obesitas Pada Anak

Obesitas Pada Anak

Umumnya, orang tua tidak mengkhawatirkan kondisi berat badan yang berlebih pada anak, sampai diingatkan oleh petugas kesehatan atau orang disekitarnya seperti guru, misalnya. Penegakkan diagnosis obesitas pada anak juga lebih rumit dibanding dewasa, karena tidak ada standar berat badan ideal bagi anak-anak.

Ahli mengatakan, anak dikatakan mengalami obesitas jika beratnya sedikitnya kelebihan 10% dari berat yang dianjurkan berdasarkan tinggi dan bentuk badan.

Anak obesitas, umumnya mudah dikenali, karena memiliki ciri-ciri yang khas, antara lain :

  • Wajah bulat dengan pipi tembam dan dagu rangkap
  • Leher relatif pendek
  • Dada membusung dengan payudara membesar (biasanya pada anak laki-laki)
  • Perut buncit
  • Penis mengecil akibat lemak di perut yang menutupi sebagian penis, sehingga penis seperti tidak terlihat. Istilah ini dikenal juga dengan buried penis.
  • Pubertas dini. Pada anak usia 9 tahun sudah mengalami menstruasi.
  • Genu valgum (tungkai berbentuk X) dengan kedua pangkal paha bagian dalam saling menempel dan bergesekan. Kondisi ini juga dapat menyebabkan iritasi kulit akibat gesekan terus menerus.

Umumnya anak-anak mulai mengalami obesitas pada usia 5 atau 6 tahun, atau selama masa remaja. Studi menunjukkan bahwa anak yang mengalami obesitas pada usia antara 10-13 tahun, berpotensi menjadi obesitas di masa dewasa nantinya. Obesitas pada anak semakin meningkat angka kejadiannya. Ini tentu bukan masalah remeh, karena ada berbagai gangguan kesehatan di balik obesitas anak. Asupan energi dari makanan dan minuman melebihi energi yang dikeluarkan untuk beraktivitas. Kalori yang masuk harus sama dengan kalori yang keluar. Obesitas itu akibat dari ketidakseimbangan energi.

Obesitas cenderung menurun didalam keluarga. Jika salah satu anggota keluarga mengalami obesitas, maka anak memiliki kemungkinan 50% menjadi obesitas. Namun, jika kedua orangtua mengalami obesitas, maka kemungkinan meningkat menjadi 80%. Tentunya ini tidak hanya didukung faktor genetik saja, melainkan juga didukung dengan asupan makanan anak yang berlebih dibanding aktivitasnya.

Faktor Penyebab Obesitas Pada Anak

Faktor Penyebab Obesitas Pada Anak

Beberapa penyakit dapat menimbulkan Faktor Penyebab Obesitas Pada Anak, namun hal ini sangat jarang. Misalnya ketidakseimbangan hormon, atau gangguan metabolisme. Beberapa jenis obat juga dapat menimbulkan perubahan metabolisme tubuh dan penyimpanan lemak dalam tubuh.

Masalah kebiasaan pola makan sudah harus dibentuk sejak anak mulai dikenalkan makanan pendamping ASI (MPASI) diusia 6 bulan. Di usia ini aktivitas makan bagin anak sekolah adalah proses belajar, mengenal berbagai bentuk, tekstur dan rasa makanan, tanpa perlu sedikitpun memberi garam atau gula.

 

Faktor Penyebab Obesitas Obesitas Pada Anak

Faktor Penyebab Obesitas Pada Anak terjadi pada anak yang kurang melakukan aktivitas fisik yang membakar kalori juga menjadi penyebab terjadinya obesitas pada anak. Keberadaan TV dan video game yang menjadi barang wajib anak sekarang, banyak dituding sebagai faktor pembawa obesitas. Anak menjadi malas bergeral karena keasyikan melihat televisi.

Kemajuan zaman seakan-akan identik dengan memanjakan fisik, dan kita dikatakan harus mengikuti zaman bilamana kita menggunakan apapun yang sedang populer saat ini seperti roller shoes pada anak, scooter dan berbagai macam varian dari sepeda yang sayangnya tidak dipergunakan untuk memaksimalkan olahraga namu digunakan saat berjalan-jalan di mal atau pusat perbelanjaan.

Kebiasaan lain yang membuat penurunan aktivitas anak adalah kenyamanan sarana transportasi. Orangtua masa kini cenderung mengantar anak sekolah dengan mobil pribadi, turun langsung depan gerbang sekolah. Padahal ada baiknya membiarkan anak jalan kaki setidaknya 15 menit dari jarak mobil ke sekolah.

Komplikasi Obesitas

Tidak hanya menimbulkan gangguan psikososial dan emosional menurut ahli ilmu kedokteran, Faktor Penyebab Obesitas Pada Anak  yang mengalami obesitas 78% obesitas berlanjut pada saat remaja, dan 25-50% pada saat dewasa. Orang dewasa yang obesitas memiliki kemungkinan lebih besar untuk menderita penyakit-penyakit yang berhubungan dengan kelebihan berat badan, antara lain diabetes, penyakit hipertensi, stroke, penyakit jantung koroner, kanker usus besar, dan payudara, serta resiko kematian dini, bila mengalami kegemukan saat remaja dibandingkan dengan orang dewasa yang mengalami obesitas saat dewasa.

Bahkan ada kecenderungan bila seorang anak mengalami obesitas, resiko untuk terkena penyakit jantung akan terjadi lebih awal. Anak dan remaja dengan kegemukan menderita konsekuensi jangka pendek maupun jangka panjang dan bisa saja gangguan baru muncul disaat ia dewasa. Selain penyakit pembuluh darah anak juga dapat mengalami gangguan otot dan sendi, terutama sendi lutut, serta beresiko menderita kanker usus besar. Sedangkan pada masa kanak-kanak, kegemukan dapat menimbulkan gangguan pernapasan dan gangguan tidur pada anakm yang tentunya akan mengganggu pertumbuhannya.

Posted in Obesitas Pada Anak | Tagged , , | Leave a comment

Dampak Obesitas Pada Anak

Dampak Obesitas Pada Anak – Di kehidupan yang segalanya serba modern seperti sekarang ini, banyak orang tua yang tidak mengontrol asupan makanan yang di makan oleh sang buah hatinya. Selain itu, anak-anak pada zaman sekarang ini lebih suka menghabiskan waktu mereka di depan gadget, menonton televisi, bermain game dan berada di depan komputer di bandingkan dengan anak-anak pada masa sebelumnya yang lebih banyak menghabiskan waktu bermain bersama teman.

Dampak Obesitas Pada Anak

Dampak Obesitas Pada Anak

Hal tersebut merupakan aktivitas yang membuat anak-anak tersebut menjadi malas bermain di luar seperti bermain sepeda, outbond, berlari-larian bersama teman mereka dan juga bermain sepak bola. Dari situlah, masalah obesitas pada anak akan mulai berkembang dengan cepat. Di usia mereka yang masih dini, mereka merupakan tanggung jawab orang tua sepenuhnya, sehingga orang tua di wajibkan harus bisa mengontrol, mengarahkan, membimbing dan juga merubah kebiasaan-kebiasaan anak tersebut, termasuk dengan mengontrol cara makan atau mengonsumsi menu makan mereka.

Hal terpenting yang harus di lakukan oleh semua orang tua yaitu, membimbing mereka termasuk dalam hal cara makan mereka dan juga aktifitas olahraga, sehingga para orang tua dapat mengontrol berat badan mereka. Dan obesitas pada anak merupakan hal yang serius, karena obesitas pada anak akan menimbulkan dampak obesitas pada anak yang dapat menimbulkan beberapa penyakit.

Berikut ini saya akan menjelaskan tentang dampak obesitas pada anak yang akan menimbulkan beberapa efek yang tidak baik pada kesehatan anak. Sehingga anda lebih memperhatikan semua kegiatan dan makanan yang akan di makan oleh anak-anak.

Dampak Obesitas Pada Anak

Dampak Obesitas Pada Anak

Dampak Obesitas Pada Anak

Masalah Jantung

Dampak obesitas pada anak yang paling sering terjadi yaitu penyakit jantung, penyakit jantung biasanya terjadi berawal dari tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi, dan kondisi seperti inilah yang sangat memungkinkan penyakit jantung terjadi pada anak-anak yang mengalami obesitas.  Kedua masalah tersebut merupakan yang akan membuat jantung menjadi bekerja lebih keras lagi dari normalnya, sehingga akhirnya akan dapat menyebabkan masalah jantung kemudian hari. Dengan obesitas pada anak tersebut akan membuat kualitas hidup anak akan semakin menurun.

Beresiko Obesitas Dimasa Depan

Obesitas pada anak yang kemungkinan besar dapat mengembangkan diabetes di kemudian hariu, salah satu contohnya pada diabetes tipe 2. Pada diabetes tipe 2 ini adalah suatu kondisi serius yang sangat perlu di lakukan pengobatan seumur hidup, dan obesitas pada anak tadi akan semakin memperburuk kondisi sehingga akan menempatkan resiko pada kehidupan anak tersebut di masa depan. Tapi anda juga dapat melakukan penanganan yang tepat dengan cara menurunkan berat badan pada anak anda, dam membuat mereka lebih aktif atau dengan melakukan olahraga serta dengan menjalankan pola hidup yang sehat.

Dampak Obesitas Pada Anak

Dampak Obesitas Pada Anak

Memperparah Masalah Sendi dan Tulang

Masalah yang satu ini merupakan dampak obesitas pada anak yang tidak dapat di hindari, baik itu obesitas pada anak-anak, orang dewasa maupun obesitas pada orang lanjut usia. Pada saat tubuh anda sudah terlalu banyak membawa bobot badan anda, maka itu akan menempatkan ketegangan pada tulang dan sendi anda. osteoarthritis merupakan masalah di bagian persendian yang kemungkinan akan sangat menyakitkan pada orang yang mengalami obesitas, akan tetapi masalah sendi dan tulang ini dapat di cegah dengan cara anda harus bisa meyakinkan anak-anak untuk selalu menjaga berat badan  yang baik dan juga sehat dengan melakukan beberapa aktivitas fisik seperti dengan melakukan olahraga secara teratur.

Efek Psikologis

Dampak obesitas pada anak selanjutnya yaitu anak akan mengalami efek psikologis. Sebagian anak-anak yang mengalami obesitas atau kegemukan, biasanya akan mempunyai masalah umum seperti dengan kepercayaan diri mereka. Tentunya hal ini merupakan dapat menyebabkan masalah lebih lanjut seiring bertambahnya umur mereka, karena suatu saat nanti mereka tidak dapat mengembangkan pergaulan mereka yang lebih baik di bandingkan dengan temannya yang tidak mengalami masalah kegemukan.

Hal yang sangat penting adalah keyakinan dan rasa percaya diri mereka bagi pertumbuhan dan perkembangan diri mereka masing-masing. Oleh karena itu, hal yang sangat penting untuk anda lakukan yaitu dengan memecahkan masalah kelebihan berat badan mereka, sehingga anak-anak tersebut dapat tumbuh dengan rasa percaya diri mereka yang tinggi dan juga memilikin citra tubuh yang baik.

Untuk menghindari dampak obesitas pada anak seperti menimbulkan penyakit jantung, diabetes tipe 2, osteoarthritis, darah tinggi dan juga masalah psikologis sangatlah penting untuk dapat mengendalikan masalah berat badan yang berlebih pada anak-anak secepetnya.  Seperti dengan memastikan keluarga anda terbiasa dengan memakan makanan yang sehat dan diimbangi dengan melakukan kegiatan yang lebih aktif, dan dengan mendaftarkan anak-anak anda ke beberapa ekstrakulikuler di sekolah atau di luar sekolah untuk mengembangkan ketrampilan fisik yang dapat membantu anak terbiasa menjalani gaya hidup yang sehat.

Posted in Obesitas Pada Anak | Tagged , , | Leave a comment