Anak Obesitas

Anak Obesitas – Obesitas merupakan keadaan patologis, yaitu dengan terdapatnya penimbunan lemak yang berlebihan dari yang diperlukan untuk fungsi tubuh yang normal. Tetapi masih banyak pendapat di masyarakat yang mengira bahwa anak yang gemuk adalah sehat.

Anak Obesitas atau kegemukan jika dinilai dari segi kesehatan merupakan salah satu penyakit salah gizi, sebagai akibat konsumsi makan yang jauh melebihi kebutuhannya. Angka kejadian obesitas pada anak di negara-negara maju terus bertambah. Menurut Weli BW 1991, angka kejadian di Amerika meningkat 40 % (dari 15%-21%). Sedangkan angka kejadian di Indonesia masih belum ada data-datanya. Tetapi dari pengamatan sehari-hari mulai banyak ditemukan kasus obesitas pdaa anak.

Kegemukan atau Anak Obesitas  merupakan kosekuensi dari asupan kalori (energi) yang melebihi jumlah kalori yang dilepaskan atau dibakar melalui proses metabolisme di dalam tubuh anak. Obesitas pada anak yang dialami dapat dinilai melalui berbagai metode atau teknik pemeriksaan. Salah satunya adalah pengukuran indeks massa tubuh atau Body Masss Index (BMI). Pengukuran BMI dilakukan dengan cara membagi nilai berat badan (kg) dengan nilai kuadrat dari tinggi badan (cm). Kemudian nilai ini akan diplot pada kurva pertumbuhan anak.

Selain dengan metode pengukuran BMI ( berat badan tubuh ideal), metode lain juga dapat dilakukan dengan mengukur lingkar pinggul dan ketebalan lemak kulit. Pemeriksaan ini tergolong sederhana dan mudah dilakukan. Hasil pengukuran lingkar pinggul dan ketebalan lemak kulit kemudian dibandingkan dengan nilai standar pada tabel sesuai dengan umur dan jenis kelaminnya.

Berikut perumusan cara menghitung berat badan ideal

Berat badan ideal = (tinggi badan – 100) – (10 % tinggi badan – 100)

Contoh :

Tinggi badan anak 150 cm

Berat badan ideal = (150-100) – (10% x (150-100)
=     50    –     5
=    45 kg

Jadi berat badan anak adalah 45 kg

Kriteria yang digunakan untuk menentukan obesitas adalah sebagai berikut (dikutip dari Neuman 1983) dan grafik pertumbuhan anak obesitas :

Obesitas pada anak yang terjadi bisa menimbulkan berbagai komplikasi. Komplikasi yang kemungkinan terjadi pada anak obesitas adalah :

  1. Penyakit hipertensi
    Penyakit hipertensi ini terjadi sebagai salah satu nilai dari rata-rata suatu peningkatan pada tekanan darah sistolik dan juga tekanan darah diastolic yang jumlahnya lebih besar atau jumlahnya sama dengan persentil dari 95 berdasarikan dari usia serta jenis kelamin si anak. Prehipertensi yang terjadi pada kasus anak obesitas diartikan sebagai salah satu rata-rata bentuk dari tekanan darah sistolik atau juga pada tekanan darah diastolic yang jumlahnya lebih besar atau sama dengan persentil ke 90 namun jumlahnya lebih kecil dibandingkan dengan persentil ke 95. Penyakit hipertensi untuk kasus obesitas pada anak stadium 1 merupakan nilai dari tekanan darah sistolik dan diastolic yang berada diantara persentil 95-99 yang ditambahkan dengan 5 mmHg.
  2. Saluran pernapasan
    Komplikasi yang terjadi untuk obesitas pada anak salah satunya adalah gangguan infeksi saluran pernapasan bagian bawah, karena keterbatasan dari kapasitas paru yang menyebabkan mereka penderita obesitas mengalami masalah saluan pernapasan atau sesak nafas.
  3. Kulit
    Kulit yang lecet akibat dari suatu gesekan. Anak dengan kondisi gerah atau juga panas dan muculnya jamur pada lipatan-lipatan di kulit.
  4. Ortopedi
    Komplikasi obesitas pada anak selanjutnya adalah anak dengan kasus obesitas biasanya pergerakannya terjadi lebih lambat. Dan seringkali hal ini terjadi suatu kelainan pada ortopedi yang mirip seperti genu valgum dan lainnya.
  5. Efek dari psikologi
    Kurangnya kepercayaan diri, anak dengan usia remaja yang mengalami obesitas biasanya akan menjadi lebih pasif dan tidak aktif serta mengalami masalah depresi.
  6. Obesitas pada masa anak-anak akan berlanjut sampai ke usia dewasa :
    komplikasi yang terjadi adalah penyakit hipertensi pada masa adolesensi, hyperlipidemia, penyakit diabetes, sindroma pickwickian atau terjadinya gangguan pada jantung serta pernapasan, hipoventilasi, maturitas seksual yang terjadi lebih awal, dan mengalami menstruasi tidak teratur.

Prognosis dari obesitas pada anak semuanya tergantung dari penyebab serta ada atau juga tidaknya suatu komplikasi yang terjadi. Obesitas yang terjadi secara berkelanjutan hingga usia dewasa, mengalami morbiditas dan juga mortalitasnya yang jumlahnya tinggi.

Obesitas pada anak bisa terjadi akibat dari ketidakseimbangan dari energy yang masuk dengan energy yang keluar. Apalagi untuk usia remaja, yang khususnya pada wanita yang sedang mengalami masa pertumbuhan yang lama kelamaan akan cepat terjadi jika tidak diimbani dengan baik misalnya dengan melakukan suatu aktivitas fisik. Terdapat tiga penyebab dari obesitas yakni adalah factor fisiologis, factor psikologis, dan juga pada factor kecelakaan. Dan dilihat berdasarakn hal ini yang menjadi penyebab dari obesitas, dari factor-faktor tersebut kemudian salah satunya yang lebih sering terjadi adalah pola makan atau juga pada jenis makanan yang Anda konsumsi dan jenis aktivitas yang dilakukan oleh anak. Oleh sebab itulah, dilakukan suatu penelitian yang bisa membantu menganalisa serta cara mengatasi kasus obesitas yang dilakukan pada remaja putri dengan salah satu caranya adalah mengetahui factor penyebab utama dari remaja putri bisa mengalami obesitas dan kemudian selanjutnya akan diberikan suatu latihan dengan pengaturan pada pola makan dan melakukan senam aerobic dalam waktu 60 menit dengan intensitas 3 kali dalam seminggu.

Anak Obesitas


=====================================

>>> Obat Herbal Untuk Pengobatan Obesitas Pada Anak, Remaja dan Dewasa, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Obesitas Pada Anak and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *