Cara Menangani Obesitas Pada Anak

Cara Menangani Obesitas Pada Anak – Kegemukan dan obesitas merupakan masalah gizi yang berlebih yang kian marak dijumpai pada anak di seluruh dunia. Kegemukan dan obesitas pada anak merupakan konsekuensi dari asupan kalori (energi) yang melebihi jumlah kalori yang dilepaskan atau dibatasi melalui proses metabolisme di dalam tubuh.

Obesitas Pada Anak

Kegemukan dan obesitas pada anak dapat dimulai dari berbagai metode atau teknik pemeriksaan. Salah satunya adalah pengukuran indeks massa tubuh atau Body Mass Index (BMI). Pengukuran BMI dilakukan dengan cara membagi nilai berat badan (kg) dengan nilai kuadrat dari tinggi badan (m). Nilai ini kemudian diplot pada kurva pertumbuhan anak yang disesuaikan dengan jenis kelamin dan usia anak. BMI merupakan metode yang mudah dan paling banyak digunakan di seluruh dunia untuk menilai timbunan lemak yang berlebihan di dalam tubuh secara tidak langsung.

Di Indonesia, untuk anak hingga usia 5 tahun, pemantauan berat badan dapat dilakukan melalui Kartu Menuju Sehat (KMS). KMSdapat diperoleh di posyandu di setiap rukun warga (RW). KMS merupakan alat bantu pemantauan perkembangan kesehatan anak secara umum.

Selain kedua metode tersebut, kegemukan dan obesitas pada anak dapat dinilai dengan beberapa metode lain, antara lain, pengukuran lingkar pinggul dan ketebalan lemak kulit. Pemeriksaan ini tergolong sederhana dan mudah dilakukan. Hasil pengukuran lingkar pinggul dan ketebalan lemak kulit kemudian dibandingkan dengan nilai standar pada tabel sesuai dengan umur dan jenis kelaminnya.

Data dari dua survei yang dilakukan Lembaga Survei Gizi dan Kesehatan Nasional (NHANES) pada periode 1976-1980 dan 2003-2006 menunujukkan bahwa prevalensi obesitas terus meningkat secara nyata pada beberapa kelompok usia anak yakni pada kelompok usia 2-5 tahun prevalensinya meningkat dari 5% menjadi 12,4% pada kelompok usia 6-11 tahun prevalensinya meningkat dari 6,5 % menjadi 17% dan pada kelompok usia 12-19 tahun prevalensinya meningkat dari 5% menjadi 17,6%.

Seorang remaja sangat rentan dengan perubahan fisik yang terjadi sehingga karena pengaruh lingkungan mencoba cara menurunkan berat badan dengan menggunakan cara instan. Mengonsumsi obat penurun berat badan maupun jamu-jamuan adalah cara yang biasanya dilakukan oleh remaja.

Cara Menangani Obesitas Pada Anak

Cara Menangani Obesitas Pada Anak

Cara Menangani Obesitas Pada Anak

Sebenarnya secara medis kami tidak mengajurkan hal tersebut sebagai Cara Menangani Obesitas Pada Anak  karena konsumsi obat-obatan pelangsing pada beberapa orang seringkali menimbulkan banyak efek samping, berupa timbulnya rasa mual sampai muntah, bahkan beberapa orang yang mengalami diare yang berkepanjangan. Efek lain yang bisa timbul dari konsumsi obat-obatan ini adalah siklus menstruasi yang jadi tidak teratur atau bahkan terjadi dehidrasi karena terlalu sering buang air besar.

Dehidrasi bisa terjadi karena sering kali obat-obatan ini bekerja dengan cara mengeluarkan cairan dari tubuh secara berlebihan. Memang, dengan keluarnya cairan, berat badan akan berkurang tetapi jangan salah, hal ini justru akan membuat anda lemas karena kekurangan cairan. Selai itu obat-obatan ini biasanya akan menimbulkan rasa sakit buang air kecil. Rasa sakit ini timbul karena adanya pengaruh obat diet yang bekerja membuang lemak dan lemak ini biasanya dikeluarkan bersama dengan air seni.

Menangani Obesitas Pada Bayi

Makanan terbaik sebagai Cara Menangani Obesitas Pada Anak untuk bayi adalah ASI. Ternyata ASI juga dapat mencegah obesitas pada anak. Pengaruh ASI dan susu formula terhadap berat badan, pemberian ASI dapat menurunkan kemungkinan anak mengalami obesitas di kelak kemudian hari.

Remaja yang pernah mendapatkan ASI berpeluan lebih kecil mengalami lekebihan berat badan, dibanding mereka yang sering minum susu formula atau hanya diberi susu formula. Anak yang diberi ASI sebagai makanan utama selama enam bulan pertama (ASI ekslusif) memiliki peluang lebih kecil mengalami kelebihan berat badan, ketika mereka berusia 14 tahun. Semakin lama anak mendapatkan ASI, semakin rendah peluang untuk mengalami kegemukan. Anak yang diberi ASI minimal 7 bulan, memiliki kemungkinan 20% kebih rendha mengalami kegemukan dibanding anak yang hanya diberi ASI selam 3 bulan.

Bagaimana ASI dapat mengurangi kemungkinan terjadinya obesitas pada anak, masih belum jelas. Salah satu kemungkinannya, karena susu formula dan ASI memiliki pengaruh yang berbeda terhadap metabolisme bayi. ASI jelas berpengaruh positif trehadap penyimpanan lemak.

Pengaruh pemberian ASI dan berat badan pada anak usia 3-5 tahun lebih kecil. Anak yang diberi ASI peluangnya lebih kecil mengalami kegemukan. Menunda memberikan makanan padat bisa mencegah kegemukan dan obesitas. Makin lama ibu menunda memperkenalkan makanan tambahan kepada bayi, makin rendah resiko untuk mengalami kelebihan berat badan.

Pemberian susu formula sebagai Cara Menangani Obesitas Pada Anak dalam botol ternyata membentuk pola pikir bayi. Dengan menggunakan botol, bayi diarahkan untuk mengosongkan isinya. Hal ini tidak terjadi pada bayi yang diberi ASI. Minum ASI tidak tampak apa yang diberikan dan bayi akan mengonsumsi ASI sesuai dengan kebutuhannya. Jika bayi sudah merasa kenyang/ cukup, dia akan berhenti minum dan mengeluarkan lidah untuk mengeluarkan puting susu ibunya.

Sejak lahir bayi diketahui memiliki kemampuan untuk mengatur diri terhadap pemberian air susu ibu. Dengan mengenali keadaan dan isyarat-isyarat bahasa tubuh anak, ibu dapat mengendalikan pemberian ASI sehingga tidak  terjadi kelebihan asupan yang menyebabkan obesitas.

Dengan banyaknya efek negatif yang ditimbulkan dari obat-obatan tersebut, bukan berarti anda tidak dapat mengurangi berat badan anda. Sebenarnya ada dua cara yang dianjurkan untuk menurunkan berat badan, yaitu dengan cara berolahraga, misal aerobik minimal 30 menit setiap hari untuk membakar lemak serta melakukan diet menurunkan berat badan secara seimbang. Diet yang seimbang ini mengharuskan kamu untuk tetap makan sesuai dengan jadwal, tetapi komposisinya harus sedikit diubah, yaitu dengan mengurangi kandungan kalori dan lemak serta memperbanyak kandungan protein dan vitamin dalam makanan anda. Cara seperti inilah justru yang sangat efektif untuk mengurangi berat badan secara permanen, tanpa akut terjadi efek yang tidak menyenangkan.

Cara Menangani Obesitas Pada Anak


=====================================

>>> Abecell Untuk Pengobatan Obesitas Pada Anak, Remaja dan Dewasa, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Obesitas Pada Anak and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>