Faktor Obesitas Pada Anak

Faktor Obesitas Pada Anak  – Kegemukan atau obesitas pada anak memang disebabkan oleh banyak faktor. Anak dari orang tua gemuk bisa beresiko gemuk dikemudian hari. Pola makan dengan asupan kalori yang tidak seimbang dan lebih tinggi dari kebutuhan sehari-hari juga membuat seorang anak dapat mengalami kegemukan.

Belum lagi kalau aktivitas ataupun kegiatan fisiknya sangat rendah. Terlalu banyak duduk, jarang bergerak, asyik bermain games didepan televisi maupun komputer, semua ikut berkontribusi terhadap kejadian kegemukan pada anak.

 Faktor Obesitas Pada Anak

Faktor Obesitas Pada Anak

Obesitas Pada Anak

Semua Faktor Obesitas Pada Anak tersebut nyatanya memang sudah sering disebutkan oleh para ahli. Namun, kini tambahkan satu Faktor Obesitas Pada Anak lagi yang membuat anak beresiko mengalami kegemukan saat remaja: hubungan emosional antara ibu dan anak.

Anak remaja lebih cenderung mengalami kegemukan bila mengalami hubungan emosional yang buruk dengan ibu mereka saat masih batita. Anak remaja yang memiliki hubungan emosional jelek dengan ibunya memilikib resiko hamir 2,5 kali mengalami obesitas diusia 15 tahun. Pravalensi obesitas pada remaja 26,1% diantara anak dengan hubungan awal ibu anak paling buruk menurut penelitian.

Batita yang tidak memiliki ikatan emosional dekat dengan orangtuanya, cenderung mengalami obesitas saat mereka berusia 4,5 tahun . Resiko anak mengalami obesitas pada usia 15 tahun tertinggi diantara mereka yang mengalami kualitas hubungan emosional terendah dengan ibunya saat mereka masih batita.

Sementara itu, lebih dari seperempat batita yang memiliki kualitas hubungan terendah dengan ibu mereka yang gemuk disaat remaja dibandingkan dengan 13 persen yang memiliki ikatan lenih dekat dengan ibu mereka pada awal kehidupannya. resiko obesitas bisa saja dipengaruhi oleh daerah otak yang mengontrol emosi dan merespon stres. Keduanya bekerja secara bersama-sama dengan yang mengontrol nafsu makan dan keseimbangan energi.

Cara Mengatasi Obesitas Pada Anak

Mengonsumsi makanan yang menenangkan sepanjang masa kanak-kanak juga dihubungkan dengan tidak diberinya sarana yang tepat pada anak usia muda dalam cara mengatasi stres. Dengan hasil tersebut saat memungkinkan bahwa kegemukan saat masa anak-anak dapat diintervensi dengan memperbaiki ikatan emosinal antara bu dan anak, ketimbang hanya memfokuskan pada asupan makanan anak dan aktivitas.

Selain itu mengelola stres juga harus dilatih sejak dini pada anak. respon stres yang terkelola dengan baik dapat mempengaruhi seberapa baik anak tidur dan meminimalkan kemungkinan untuk menjadikan makanan sebagai respon terhadap distres emosional. Kedua faktor tersebut juga memberi pengaruh terhadap kemungkinan kejadian resiko obesitas pada anak.

Resiko Obesitas pada Anak

Faktor obesitas pada anak akan menimbulkan resiko yang berbahaya. Anak dengan kasus obesitas biasanya akan mengadapi berbagai masalah gangguan kesehatan yang banyak mengakibatkan buruk sampai mereka berusia remaja dan dewasa. Banyaknya publikasi yang mengingatkan mengenai hal ini. Malah untuk beberapa ahi menyatakan bahwa sudah mulai terjadi kasus wabah obesitas padananak usia sekolah yang berat badannya melebihi angka normal. Sampai bahkan terjadi 4 kali lipat. Di Ingrris, selama 20 tahun terakhir sudah terjadi suatu peningkatan sampai mencapai 3 kali lebih jumlah anak yang masih sekolah yang mengalami obesitas. Hal ini dihubungkan dengan iklan makanan yang ada di media massa. Makanan yang lezat yang dipublikasikan dengan umum untuk ana-anak. Dan demikian juga iklan yang ikut membuat anak-anak menjadi tergoda pada pajangan suatu papan reklame pada lampu perempatan di lalu lintas.

Faktor obesitas pada anak akan menyebabkan terjadinya :

  1. Meningkatkan kejadian dari penyakit diabetes 2 atau penyakit diabetes yang terjadi pada usia dewasa.
  2. Peningkatan dari kejadian penyakit jantung akibat dari suatu masalah pada kolesterol tinggi dan masalah tekanan darah yang tinggi.
  3. Kejadian berhenti napas saat sedang tidur atau mengalami sleep apnea.
  4. Gangguan yang terjadi pada tulang dan otot rangka.
  5. Penyakit hati serta penyakit asma.

Dalam mengendalikan berat badan anak, maka orang tua perlu menjaga dan memelihara asupan dari nutrisi makanan anak. Dan yang paling utama adalah di masa-masa saat sedang berlibur sekolah. Karena faktor obesitas pada anak bisa diakibatkan oleh asupan anak yang tidak terkendali dengan baik, dan paling utama dalam mengonsumsi makanan fas food dan juga makanan yang tinggi akan lemak.

Cara Mencegah Obesitas pada Anak

Cara mencegah obesitas pada anak adalah :

  1. Mengonsumsi buah-buahan dan sayuran. Salah satu jenis buah yang bisa dimakan adalah buah kiwi dengan 2 porsi sehari dan jumlah sayuran 5 porsi dalam sehari.
  2. Sebaiknya jangan duduk dalam waktu lama lebih dari 2 jam.
  3. Melakukan aktivitas fisik yang paling minimal dilakukan setiap 1 jam dalam setiap harinya.
  4. Serta membatasi asupan makanan yang mengandung gula dan banyak mengonsumsi air putih.
  5. Melakukan aktivitas fisik atau olahraga paling tidak 20 menit dalam 3 kali seminggu.

Selain mengenai pola makan dan juga perilaku makan, kurangnya melakukan aktivitas fisik juga menjadi salah satu faktor obesitas pada anak. Keterbatasan dari lapangan utuk bermain dan kurangnya sarana untuk melakukan aktivitas fisik bisa mengakibatkan anak menjadi memilih bermain di dalam rumah. Dan selain itu juga, kemajuan dari teknologi dalam bentuk alat-alat elektronik seperti video gamer, playstation, televisi, serta komputer yang bisa membuat anak menjadi malas dalam melakukan aktivitas fisik.

 Faktor Obesitas Pada Anak


=====================================

>>> Abecell Untuk Pengobatan Obesitas Pada Anak, Remaja dan Dewasa, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Obesitas Pada Anak and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>