Obesitas Pada Anak dan Pencegahan

Obesitas Pada Anak dan Pencegahan – Selama ini faktor yang-faktor yang di anggap sebagai penyebab obesitas antara lain, pola makan yang tidak seimbang dengan kebutuhan tubuh, kurang berolahraga, cara mengelola stres yang tidak tepat, kelainan metabolisme, dan faktor genetika. Perlu diingat bahwa makanan yang kita konsumsi akan di cerna dan di metabolisasi. Hasilnya bisa menjadi nutrisi yang berguna bagi tubuh atau justru menjadi racun karena enzim pencernaan yang berfungsi menguraikan zat makanan dan mempermudah nutrisi terserap dalam darah tdidak bekerja optimal. Metabolisme yang tidak sempurna inilah yang dapat menyebabkan kadar kolesterol tidak normal dan berat badan menjadi berlebih.

Obesitas Pada Anak dan Pencegahan

Obesitas Pada Anak dan Pencegahan

Obesiras Pada Anak

Obesitas Pada Anak dan Pencegahan terjadi karena ketidakseimbangan energi dimana asupan energi lebih besar dari energi yang dikeluarkan. Konsumsi makanan pada orang gemuk selalu melebihi kebutuhan tubuh, sedangkan penggunaan energinya rendah. Itulah yang mneyebabkan jaringan lemak menumpuk dan tubuh menjadi melar ke samping.

Terlebih untuk orang kantoran dan ibu rumah tangga yang jarang bergerak. Mereka lebih menuruti “keinginan mulutnya”, daripada “kebutuhan tubuhnya”. Orang bertubuh gemuk menjadi tidak lincah dan terkesan lamban. Padahal penampilan dan tren mode saat ini sangat mengagumi bentuk tubuh yang sehat dan langsing, sehingga orang gemuk akan kesulitan mencarai pakaian. Kegemukan bisa mengakibatkan penampilan jadi kurang serasi, kurang luwes, dan kurang percaya diri.

Makanan yang dikonsumsi biasanya terlalu banyak mengandung gula, garam, bahan pengawet, protein, lemak hewani dan kandungan kolesterol tinggi serta kurang mendapatkan nutrisi alami. Makanan yang di konsumsi hanya sedikit yang mengandung air dan vitamin, protein nabati, garam mineral, lemak nabati, zat asam amino esensial, serat, dan zat hijau-hijauan. Jenis makanan inilah yang mengakibatkan orang menjadi gemuk dan dari kegemukan ini muncul berbagai macam penyakit.

Mengonsumsi junk food direstoran cepat saji, adalah salah satu sumbernya. Disebut junk food jika kandungan nutrisinya sangat rendah atau kalorinya terlalu tinggi dan hanya mengandalkan rasa yang enak. Umumnya yang termasuk dalam golongan junk food (makanan sampah) adalah makanan berkadar garam tinggi, bergula tinggi, berlemak tinggi, menggunakan bahan tambahan sebagai penyedap rasa dan zat pewarna sedangkan kandungan nutrisi lainnya tipis, seperti protein, vitamin dan mineral. Junk food lebih mengutamakan cita rasa dan penampilan luar yang lebih menarik, sedangkan nilai gizinya terabaikan.

Pencegahan Obesitas pada Anak

Obesitas Pada Anak dan Pencegahan yang dilakukan bertuuan untuk bisa membantu mencapai berat badan yang ideal serta dalam mengurangi BMI dengan lebih aman dan juga lebih efektif serta bisa membantu mencegah terjadinya suatu komplikasi dalam jangka panjang akibat dari obesitas misalnya adalah penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi, enyakit diabetes mellitus dan ganguan penyakit kardiovaskular. Oleh karena itulah kompleksnya suatu permasalahan dari obesitas pada anak ini harus mendapatkan penanganan lebih lanjut. Obesitas pada anak dan pencegahan dilakiukan pada anak yang sedang dalam masa pertumbuhan yang bisa membantu menurunkan berat badan anak yang harus dilakukan dengan cara menghitung berat badan yang tepat untuk membuat pertumbuhannya menjadi tidak terganggu.

Obesitas pada anak dan pencegahan yang dilakukan adalah :

  1. Melakukan olahraga
    Olahraga sangat dianjurkan sekali misalnya adalah dengan melalkukan aerobic yakni olahraga yang dengan menggunakan oksigen dalam system untuk pembentukan energy yang ada di dalamnya. Atau bisa juga dengan olahraga yang tidak terlalu berat dalam waktu kurang lebih dilakukan 15 menit. Contoh dari olahraga yang sangat dianjurkan beberapa diantaranya adalah berjalan kaki paling tidak dilakukan selama 20-30 menit dalam setiap harinya, berenang, bersepeda, jalan santai, jogging dan juga senam aerobic.
  2. Diet
    Cara diet cepat berhubungan dengan asupan makanan yang dikonsumsi pada keluarga sehari-hari, maka obesitas pada anak dan pencegahan yang dilakukan pada seluruh anggota keluarga untuk ikut andil dalam mengubah pola makanan yang akan bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Mengurangi konsumsi jenis makanan dengan cepat saji dan juga makanan yang mengandung lemak tinggi dan paling utama adalah makanan dengan asam lemak tidak jenuh serta juga mengurangi makanan yang manis-manis.
  3. Terapi psokologis
    Untuk obesitas pada anak dan pencegahan serta penangananya hal ini bertujuan untuk jika penyebab dari obesitas adalah akibat gangguan psiks misalnya adalah karena perpisahan orang tua, ketidaknyamanan dan ketidakharmonisan di dalam keluarga atau akibat dari percaya diri anak yang rendah. Selain itu juga, masalah obesitas pada anak juga bisa menyebabkan anak menjadi kurang percaya diri dan juga cenderung lebih memilih untuk mengasingkan dirinya dari teman-teman sebayanya.

Obesitas yang dilakukan dengan langkah operasi hanya dilakukan jika si penderita sudah tidak bisa lagi diobati dengan menggunakan cara olahraga dan diet. Cara ini sebenarnya dilakukan dengan alasan untuk bisa mendapatkan berat badan yang ideal dan juga dengan cara yang tepat pula. Operasi ini biasanya dilakukan dengan melakukan cara angkat jaringan lemak dibawah kulit yang jumlahnya berlebihan pada si penderita.

Obesitas pada anak dan pencegahan yang dilakukan secara sederhana adalah dengan mengurangi jenis makanan yang kandungan minyak serta lemaknya tinggi. Kita sudah tahu bahwa makanan yang seperti ini sangat banyak dalam mengasilkan lemak di dalam tubuh. Banyaknya makanan dengan kandungan seperti ini misalnya lemak hewan, gorengan dan jenis makanan yang diolah dengan menggunakan minyak bisa menjadi salah satu penyebab obesitas pada anak.

Obesitas Pada Anak dan Pencegahan


=====================================

>>> Abecell Untuk Pengobatan Obesitas Pada Anak, Remaja dan Dewasa, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Obesitas Pada Anak and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>