Obesitas Pada Anak

Obesitas Pada Anak  – Orangtua umumnya senang kalau anak banyak makan. Namun, hati-hati kalau selain banyak makan (poligafi), anak juga banyak minum (polidipsi), dan banyak buang air kecil (poliuri). Tiga P ini bisa jadi adalah gejala awal diabetes. Kasus diabetes pada anak, cukup mengkhawatirkan.

Obesitas Pada Anak

Obesitas Pada Anak

Obesitas Pada Anak

Secara umum, Obesitas Pada Anak beresiko lebih tinggi mengidap penyakit diabetes. Obesitas beresiko pada gangguan kelenjar pankreas, yang memproduksi insulin. Insulin bertanggungjawab mempertahankan kadar gula darah yang tepat, mengangkut gula ke dalam sel sehingga menghasilkan energi, atau disimpan sebagai cadangan energi.
Obesitas Pada Anak  juga mempengaruhi organ lain. Saluran napas terganggu hingga ngorok saat tidur, tulang menopang tubuh yang berat, telapak kaki rata, perlemakan hati dan penderita merasa minder. Yang paling parah adalah komplikasi jantung. Jika pada anak gemuk didapati leher bagian belakang, ketiak atau tuas jari kehitaman berarti ada resiko diabetes. Selain Obesitas Pada Anak, anak beresiko diabetes karena faktor gen yakni ada riwayat diabetes dalam keluarga.

Pencegahan Obesitas Pada Anak

Usaha pencegahan yang dilakukan obesitas pada anak adalah dimulai dari lingkungan terdekat seperti lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat serta fasilitas berbagai pelayanan kesehatan. Lingkungan sekolah adalah salah satu tempat yang sangat baik untuk memahami mengenai pendidikan kesehatan yang akan memberikan pengetahuan, keterampilan serta memberikan suatu dukungan sosial ini yang akan membuat terjadinya perilaku makanan sehat yang bisa diterapkan dalam jangka waktu yang lama. Tujuan dilakukannya upaya pencegahan obesitas pada anak ini adalah untuk terjadinya suatu peruabahan pada pola serta perilaku makan yang meliputi dalam meningkatkan suatu kebiasaan untuk mengonsumsi jenis buah dan sayuran. Dan dengan mengurangi konsumsi dari makanan dan juga minuman yang sangat manis dan mengandung gula, mengurangi konsumsi dari makanan fast food dan junk food, serta meningkatkan aktivitas fisik dan jjuga mengurangi terjaidnya sedentary life style.

Pola hidup yang sehat yang bisa membantu mencegah terjadinya obesitas pada anak adalah :

  1. Mengonsumsi makanan seperti buah dan sayuran dengan porsi lebih dari 5 porsi dalam sehari.
  2. Membatasi menonton televisi, bermain komputer dan juga bermain game playstation kurang dari 2 jam dalam sehari.
  3. Sebaiknya jangan menyediakna televisi di kamar anak
  4. Kurangilah makanan dan juga minuman yang manis dan mengandung gula
  5. Mengurangi makanan dengan kandungan lemak serta makanan yang digoreng
  6. Mengurangi makan diluar
  7. Membiasakan untuk sarapan pagi dan membawa makanan untuk bekal sekolah anak.
  8. Membiasakan makan bersama keluargan dilakukan paling tidak 1 kali dalam sehari.
  9. Mengonsumsi jenis makanan yang sesuai dengan waktunya atau tepat waktu.
  10. Meningkatkan aktivitas fisik yang dilakukan minimal 1 jam dalam sehari.
  11. Melibatkan hubungan keluarga untuk bisa memperbaiki gaya hidup dalam mencegah terjadinya gizi berlebihan.
  12. Target penurunan berat badan dengan cara yang sehat.

Penatalaksanaan yang dilakukan untuk kasus obesitas pada anak adalah untuk anak yang sudah sekolah yang mengalami obesitas pada anak :

  1. Melakukan assesment atau anamnesa atau suatu riwayat penyakit dan juga penyakit keluarga, melakukan pengukuran antropometri dan juga mengetahui status gizi, melakukan suatu pemeriksaan fisik, dan lab sederhana serta melakukan anamnesa riwayat diet.
  2. Jika hasil dari assesment ini menunjukkan anak mengalami masalah obesitas dan obesitas pada anak dengan masalah komorbiditas atau penyakit hipertensi, penyakit diabetes, sleep apnea atau susah tidur, Bount disease dan lainnya, maka sebaiknya mendapatkan perujukan ke rumah sakit untuk bisa mendapatkan penanganan lebih lanjut.
  3. Dan jika hasil dari assesment ini menunjukkan bahwa anak mengalami masalah kegemukan dan obesitas pada anak tanpa adanya kasus komordibitas maka biasanya bisa dilakukan penatalaksanaan kegemukan serta kasus obesitas pada anak yang dilakukan di Puskesmas.
  4. Melakukan evaluasi selama 3 bulan pertama yakni adalah :
    – Jika berat badana anak mengalami penurunan atau juga tetap maka sebaiknya dianjurkan untuk bisa meneruskan pola hidup yang sehat dan juga melakukan suatu evalusasi kekmbali yang dilakukan setiap 3 bulan sekali.
    – Jia berat badan anak mengalami kenaikan, maka dilakukan suatu kegiatan pengaturan pada berat badan anak dengan cara yang berstruktur di Puskesmas yakni dalam bentuk seperti :
    – menyusun menu diet yang khususnya dilakukan secara bersama-sama dengan keluarga yang mendapatkan penangana dibawah bimbingan ahli gizi yang harus disesuaikan dengan tingkatan dari obesitas pada anak. Dan prinsip diet adalah dengan mengonsumsi jenis makanan yang rendah akan energi serta rendah protein sedang dengan lebih mengutamakan kepada kandungan protein yang nilainya biologis tinggi untuk bisa membantu menghindari terjadinya kehilangan pada massa otot,
    – melakukan latihan fisik atau melakukan olahraga yang sudah terjadwal dan terprogram sebagai salah satu anjuran bagi dokter dengan mendapatkan bimbingan guru atau juga instruktur olahraga, orang tua serta olahraga.
  5. Membuat suatu catatan pada kegiatan harian yang snagat berisi, misalnya adalah seperti asupan makanan di dalam rumah dan di luar rumah, melakukan aktivitas fisik, melakukan aktivitas menonton televisi dan juga melakukan hal yang sejenisnya, bermain serta menonton televisi sebagai salah satu bentuk contoh yang terlampir.
  6. Melakukan evaluasi setelah 3 bulan
    Jika berat badana anak mengalami penurunan atau juga tetap maka sangat dianjurkan untuk bisa melanjutkan suatu kegiatan pengaturan pada berat badan yang sudah terstruktur.

Obesitas Pada Anak 

 


=====================================

>>> Abecell Untuk Pengobatan Obesitas Pada Anak, Remaja dan Dewasa, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Comments are closed.