Faktor Obesitas Anak

Kegemukan atau obesitas pada anak memang disebabkan oleh banyak faktor. Anak dari orang tua gemuk bisa beresiko gemuk dikemudian hari. Pola makan dengan asupan kalori yang tidak seimbang dan lebih tinggi dari kebutuhan sehari-hari juga membuat seorang anak dapat mengalami kegemukan.

Belum lagi kalau aktivitas ataupun kegiatan fisiknya sangat rendah. Terlalu banyak duduk, jarang bergerak, asyik bermain games didepan televisi maupun komputer, semua ikut berkontribusi terhadap kejadian kegemukan pada anak.

Semua faktor tersebut nyatanya memang sudah sering disebutkan oleh para ahli. Namun, kini tambahkan satu faktor lagi yang membuat anak beresiko mengalami kegemukan saat remaja: hubungan emosional antara ibu dan anak.

Anak remaja lebih cenderung mengalami kegemukan bila mengalami hubungan emosional yang buruk dengan ibu mereka saat masih batita. Anak remaja yang memiliki hubungan emosional jelek dengan ibunya memilikib resiko hamir 2,5 kali mengalami obesitas diusia 15 tahun. Pravalensi obesitas pada remaja 26,1% diantara anak dengan hubungan awal ibu anak paling buruk menurut penelitian.

Batita yang tidak memiliki ikatan emosional dekat dengan orangtuanya, cenderung mengalami obesitas saat mereka berusia 4,5 tahun . Resiko anak mengalami obesitas pada usia 15 tahun tertinggi diantara mereka yang mengalami kualitas hubungan emosional terendah dengan ibunya saat mereka masih batita.

Sementara itu, lebih dari seperempat batita yang memiliki kualitas hubungan terendah dengan ibu mereka yang gemuk disaat remaja dibandingkan dengan 13 persen yang memiliki ikatan lenih dekat dengan ibu mereka pada awal kehidupannya. resiko obesitas bisa saja dipengaruhi oleh daerah otak yang mengontrol emosi dan merespon stres. Keduanya bekerja secara bersama-sama dengan yang mengontrol nafsu makan dan keseimbangan energi.

Mengonsumsi makanan yang menenangkan sepanjang masa kanak-kanak juga dihubungkan dengan tidak diberinya sarana yang tepat pada anak usia muda dalam mengatasi stres. Dengan hasil tersebut saat memungkinkan bahwa kegemukan saat masa anak-anak dapat diintervensi dengan memperbaiki ikatan emosinal antara bu dan anak, ketimbang hanya memfokuskan pada asupan makanan anak dan aktivitas.

Selain itu mengelola stres juga harus dilatih sejak dini pada anak. respon stres yang terkelola dengan baik dapat mempengaruhi seberapa baik anak tidur dan meminimalkan kemungkinan untuk menjadikan makanan sebagai respon terhadap distres emosional. Kedua faktor tersebut juga memberi pengaruh terhadap kemungkinan kejadian resiko obesitas pada anak.

Posted in Obesitas Pada Anak | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Obesitas Anak

Orangtua umumnya senang kalau anak banyak makan. Namun, hati-hati kalau selain banyak makan (poligafi), anak juga banyak minum (polidipsi), dan banyak buang air kecil (poliuri). Tiga P ini bisa jadi adalah gejala awal diabetes. Kasus diabetes pada anak, cukup mengkhawatirkan.

Secara umum, anak gemuk beresiko lebih tinggi mengidap penyakit diabetes. Obesitas beresiko pada gangguan kelenjar pankreas, yang memproduksi insulin. Insulin bertanggungjawab mempertahankan kadar gula darah yang tepat, mengangkut gula ke dalam sel sehingga menghasilkan energi, atau disimpan sebagai cadangan energi.

Obesitas juga mempengaruhi organ lain. Saluran napas terganggu hingga ngorok saat tidur, tulang menopang tubuh yang berat, telapak kaki rata, perlemakan hati dan penderita merasa minder. Yang paling parah adalah komplikasi jantung.

Jika pada anak gemuk didapati leher bagian belakang, ketiak atau tuas jari kehitaman berarti ada resiko diabetes. Selain kegemukan, anak beresiko diabetes karena faktor gen yakni ada riwayat diabetes dalam keluarga.

 

Posted in Obesitas Pada Anak | Tagged , , , , , | Leave a comment

Penanganan Obesitas

Obesitas sentral dapat mengakibatkan sindrom metabolik yaitu kumpulan  berbagai gangguan metabolisme yang dapat meningkatkan resiko kesehatan dikemudian hari (disebutkan juga faktor resiko metabolik), antara lain :

  • Konsentrasi gula darah meningkat
  • gangguan metabolisem lemak
  • Peradangan pembuluh darah kronis
  • Kerusakan pembuluh darah
  • Tekanan darah meningkat
  • Asam urat meningkat

Sindrom metabolik pada umumnya tidak bergejala dan tidak menimbulkan masalah kesehatan secara langsung sehingga dibutuhkan pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi gangguan metabolik tersebut.

Penurunan berat badan sebesar 5-10% dari berat badan semula dalam tahun pertama dapat memperbaiki metabolisme penyandang obesitas dan menurunkan resiko munculnya gangguan kesehatan.

Perubahan pola aktivitas dengan cara meningkatkan penggunaan energi sesuai kemampuan personal. Pembuatan program penurunan berat badan sebaiknya dilakukan bersama ahli gizi (nutrisionis) dan dilakukan secara bertahap untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Jangan sepelekan obesitas. Perhatikan dan deteksi tanda bahaya akibat obesitas dengan melakukan pemeriksaan Panel Sindrome Metabolik dengan cara yang tepat agar tidak muncul masalah kesehatan yang lebih besdar dikemudian hari.

Posted in Obesitas Pada Anak | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Obesitas

Obesitas atau kegemukan terjadi karena penimbunan lemak didalam tubuh, sehingga meningkatkan resiko terjadinya berbagai gangguan kesehatan. Banyak penyebabnya, diantaranya faktor genetik dan faktor lingkungan namun perubahan pola makan yang bergeser ke arah makanan tinggi kalori dan perubahan pola makan hidup modern yang kurang gerak atau aktivitas fisik, dituding sebagai penyebab utama terjadinya obesitas yang kini kian meningkat.

Dahulu obesitas merupakan lambang kemakmuran tetapi kini dianggap sebagai “penyakit modern” yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan dikemudian hari. Resiko terjaidnya gangguan kesehatan semakin meningkat bila obesitas terkponsentrasi di seputar perut atau yang dikenal sebagai obesitas sentral dan obesitas viseral.

Cara mudah mendeteksi obesitas, cara sederhana untuk menentukan terjadinya obesitas sentral adalah dengan mengukur lingkar perut. Pengukuran dilakukan pada bagian pinggang, diantara tulang panggul bagian atas dan tulang rusuk bagian bawah. Seseorang dikatakan obesitas sentral bila lingkar perutnya >90 cm (untuk pria) atau >80 cm (untuk perempuan)

Ketika ukuran lingkar perut anda memasuki batasan obesitas sentral, biasanya tidak menimbulkan keluhan atau gejala penyakit, tetapi bisa saja sebenarnya sudah mulai terjaid bermacam-macam gangguan metabolisme dalam tubuh anda (atau disebut Sindrom Metabolik), yang di kemudian hari dapat menimbulkan madsalah kesehaan uang lebih besar seperti diabetes mellitus tipe 2, penyakit jantung koroner (PJK), hipertensi atau tekanan darah tinggi, stroke, perlemakan hati (fatty liver) dan gagal jantung.

Munculnya bahaya laten akibat obesitas sentral tersebut dapat di cegah dengan cara deteksi Sindrom Metabolik secara dini dan segera menanganinya.

 

Posted in Obesitas Pada Anak | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Pencegahan Obesitas

Sesungguhnya penurunan berat badan yang lebih efektif dapat diperoleh bila kita membatasi jumlah kalori yang masuk, sehingga lebih kecil dibanding jumlah yang seharusnya dibutuhkan.
Diet sehat adalah diet yang bertujuan untuk menurunkan berat badan dengan mengurangi kalori atas makanan yang di konsumsi bukan mengurangi asupan protein, vitamin, dan mineral di tubuh, serta melakukan olahraga atau pembentukan tubuh agar otot-otot tubuh tetap kencang. Saat penurunan berat badan, vitamin ini diperlukan untuk memproses pembakaran kelebihan lemak dan metabolisme tubuh.

Disamping itu tubuh juga memerlukan protein yang cukup untuk mempertahankan dan memperbaiki otot, tulang, dan darah. Hal penting yang perlu diperhatikan adalah pengaturan komposisi makanan. Pencegahan obesitas sebaiknya dilakukan sedini mungkin. Bagi penderita obesitas segeralah menurunkan berat badan agar terhindar dari kencing manis, tekanan darah tinggi, kadar lemak darah meningkat, penyakit jantung, stroke, dan peningkatan asam urat darah.
Sedapat mungkin jangan mengonsumsi fast food, soft drinks, dan es krim. Sebaiknya asupan makanan harus jauh dibawah kebutuhan, sehingga tubuh memakai energi cadangan dari lemak tubuh. Kurangi nasi, perbanyak makan sayuran berserat dan buah segar. Jangan lupa untuk sarapan setiap pagi untuk menghindari rasa lapar. Tetapi hindari makanan yang berlemak tinggi, tidak makan berlebihan, tidak mengemil dan aktif untuk bergerak.

Usahakan untuk modifikasi perilaku, jangan makan sambil berdiri, sambil membaca, atau menonton televisi. Minumlah segelas air putih sebelum makan. Awali makan dengan mengonsumsi sup rendah lemak. Ini akan membuat anda merasa kenyang. Hindari kuah sup atau soto yang tampak mengkilap karena berminyak atau berlemak. Jangan meletakkan rotidan mentega di atas meja alih-alih, taruhlah buah segar yang kaya akan serat seperti apel, jeruk, jambu, melon, dan belimbing.

Kunyahlah makanan secara perlahan-lahan jangan tergesa-gesa, dan jangan tergoda untuk menghabiskan makanan yang tersisa.
Mengingat anga obesitas anak dari tahun ke tahun cenderung meningkat, maka untuk menjaga anak agar tetap sehat, sebaiknya para orangtua mengajarkan pola makan yang baik. Tanamkan kuat-kuat motivasi dan disiplin diri, bahwa berat badan hanya akan dapat diturunkan dengan usaha yang optimal, tidak setengah-setengah. Menyangkut aktivitas fisik, berolahragalah secara teratur, progresif dan terukur.
Olahraga akan mempercepat proses pembakaran lemak dalam tubuh. Akibat bergerak tidak terbatas hanya dengan berolahraga saja. bermain layangan, kejar-kejaran di halaman, jalan-jalan disekitar komplek perumahan, juga merupakan aktivitas yang membuat tubuh aktif beregerak.
Bagi yang sudah lanjut usia, olahraga pilihan yang utama adalah joging. indikator waktu jalan cepat adalah denyut nadi per menit (bisa mencapai 170) dikurangi umur. Misalnya untuk usia 60 tahun, waktu jalan cepatnya adalah 170-60=110. jangan lebih karena beban jantung akan menjadi berat, juga jangan kurang karena hasilnya juga akan kurang efektif.

Pilihan lainnya adalah bersepeda, berenang, dan senam berkelompok. Lakukan tiga samapi empat kali seminggu selama 30-60 menit. Bagi para lansia yang berbadan gemuk, olahraga terbaik aalahberenang karena olahraga ini tidak memberi beban pada tungkai bawah dan sendi-sendi. Lakukan tiga sampai empat kali seminggu, berenang nonstop selama minimal 30 menit (gaya dada atau gaya santai) dengan jarak tempuh 800-1.200 meter.
Untuk menekan titik nafsu makan dapat dilakukan dengan akupuntur. Kurangi makanan manis dan berkabohidrat tinggi.
Diet yang seimbang dipadu dengan olaharaga merupakan c

Posted in Obesitas Pada Anak | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Pola Hidup Sehat

Jika anda menderita satu penyakit, anda perlu membatasi zat-zat gizi tertentu dan memodifikasi pola makan agar program gizi seimbang dapat dicapai. Anda juga harus mengetahui jumlah nutrisi yang dibutuhkan tubuh, dan jenis obat diet yang dapat dikonsumsi. Obat diet bisa mempengaruhi metabolisme tubuh karena mengandung Fenilpropanolamina Hidroklorida, yaitu stimulan semacam adrenalin yang dapat meningkatkan pembakaran lemak sehingga jantung menjadi berdebar. Diet yang tidak terprogram dengan baik bisa menjadi awal dari bencana.

Detoksifikasi atau detoks adalah terapi untuk menghilangkan toksin atau racun dari dalam tubuh. Sebetulnya detoks ditunjukan untuk menyehatkan badan, tetapi manfaatnya bisa juga untuk membuat tubuh menjadi langsing. Pasalnya orang yang menjalani detoks harus berpuasa, tidak mengonsumsi makanan barat kecuali buah dan sayuran, dan banyak minum air putih selama 30-40 hari dala setahun, atau rata-rata dua hari dalam seminggu.
Nabi Muhammad mengajarkan umatnya agar melaksanakan puasa sunnah Senin-Kamis, disamping memiliki nilai ibadah puasa sunnah juga merupakan cara termudah dan termurah untuk bisa mendapatkan tubuh yang sehat dan langsing.

Adalah anggapan yang keliru bahwa hanya lemak yang menyebabkan orang menjadi gemuk. Sebetulnya kelebihan toksin adalah penyebab utama kegemukan. Toksin memiliki bobot yang menambah angka berat badan. Lemak diperlukan tubu, sementara toksin tidak. Salah satu fungsi lemak adalah melindungi jaringan organ vital dengan cara mengikat toksin yang ada didalam tubuh. Pembersihan racun dengan detoksifikasi lebih sistematis dan merata ke seluruh bagian tubuh sehingga secara alamiah tubuh akan membuang sendiri kelebihan lemaknya apabila jumlah toksin dalam tubuh berkurang.

Karena itu detoksifikasi dinilai lebih aman dan lebih efektif dalam pengurangan kelebihan berat badan.

Kini juga banyak ditawarkan cara praktis untuk melangsingkan tubuh, mulai dari jamu gendong, galian singset, program pelangsing dengan herbal, slimming tea, food combining, akupuntur sampai ke program sedot lemak dan body wrapping.
Sesungguhnya food combining bukanlah pola makan untuk menurunkan berat badan ataupun obat untuk menyembuhkan penyakit, tetapi merupakan pola makan yang disesuaikan dengan acra kerja tubuh, agar metabolisme tubuh dapat bekerja dengan lebih optimal. Jika metabolisme baik, tubuh akan mengatur keseimbangan dirinya termasuk menyembuhkan penyakit dan menjaga keseimbangan berat badan sebagai efek dari sistem detoksifikasi, yaitu pengeluaran zat-zat yang sudah tidak berguna (racun) dan dalam tubuh.

Posted in Obesitas Pada Anak | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Pencegahan Obesitas

Bakat sakit seseorang ibarat bibit, akan tumbuh subur jika mendapat pupuk dan kondisi lain yang mendukung. Bakat hipertensi misalnya, akan muncul jika disertai dengan pola makan yang tinggi lemak, tinggi garam, kelebihan berat badan, kebiasaan merokok, kurang berolahraga, dan sering menderita stres.
Jika penyebabnya bisa dihilangkan, maka bakat hipertensi tersebut bisa dikendalikan sehingga tidak muncul sebagai penyakit. Repotnya kita sulit mencari makanan yang enak di mulut dan sekaligus sehat di perut. Bagi anda yang bermasalah dengan obesitas, cobalah melakukan diet hidrat arang atau karbohidrat. Caranya dengan membatasi jumlah karbohidrat yang di konsumsi karena akan mempengaruhi kadar gula dalam darah. Makin banyak anda mengonsumsi karbohidrat, makin banyak pula gula yang anda konsumsi.
Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi utama bagi manusia. Kehadiran karbohidrat dapat menghemat pemanfaatan protein sehingga protein dapat menjalankan fungsi utamanya sebagai zat pembangun dan mengatur metabolisme lemak.

Karbohidrat terbagi dalam dua golongan yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Karbohidrat sederhana terdiri dari zat gula yang mudah diserap tubuh. Karbohidrat jenis inilah yang ditakuti penderita diabetes dan obesitas, karena dapat meningkatkan kadar gula darah dalam waktu cepat dan membuat badan menjadi bertambah gemuk.
Karbohidrat sederhana ini terdapat dalam gula pasir, gula merah, dan gula jagung, juga dalam susu dan permen. Karbohidrat kompleks terdiri dari zat gula yang dilengkapi dengan unsur vitamin dan serat.
Karbohidrat kompleks di anggap lebih bersahabat bagi tubuh, karena proses penyerapan zat gulanya dalam darah terjadi secara bertahap, sehingga kenaikan kadar gula di dalam darah tidak drastis tetapi naik secara perlahan.

Bagi yang ingin membentuk berat badan ideal, konsumsi karbohidrat jangan ditinggalkan, tetapi pilihlah karbohidrat kompleks yang kaya akan serat dan vitamin. Misalnya beras merah lebih dianjurkan dari beras putih, karena beras merah mengandung serat lebih tinggi. Hal ini yang harus dipertimbangkan adalah semua zat gizi tersebut aman untuk di konsumsi, tidak mengandung residu pestisida, residu hormon dan bahan tambahan sintetis misalnya zat pengawet, pewarna dan penambah cita rasa yang berbahaya.

Mengonsumsi makanan memang tidak hanya berfungsi memuaskan rasa lapar. Yang penting bagi kita adalah menjaga agar makanan yang dikonsumsi benar-benar dibutuhkan dan bermanfaat bagi tubuh. Bukan makanan yang tidak berguna, atau bahkan yang dapat membahayakan kesehatan dan jiwa.

Saat ini telah tersedia berbagai cara untuk membantu proses penurunan berat badan. Agar hasilnya optimal tanpa efek samping, maka pengetahuan tentang nutrisi sangat penting untuk diketahui.
Apabila anda ingin melakukan program diet atau hal lain yang berkaitan dengan nutrisi tubuh, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan ahli gizi. Jangan terburu-buru menerima tawaran dari berbagai produk program diet. diet identik dengan pengaturan pola makan untuk melawan kegemukan, tetapi juga untuk melawan berbagai macam penyakit.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Akibat Obesitas

Obesitas dapat mepertinggi resiko terjadinya penyempitan pembuluh darah koroner yang memasok darah ke otot jantung, yang artinya mengurangi oksigen dan menimbulkan kerusakan serta kematian sel-sel otot jantung. Kegemukan dapat mempertinggi resiko terjadinya batu empedu yang dapat menimbulkan peradangan dan penyumbatan saluran empedu.
Berat badan yang berlebih, dapat mempengaruhi tekanan tambahan pada sendi-sendi yang menopang beban tubuh.
Hal yang sering terjadi adalah pembentukan tonjolan-tonjolan tulang yang diikuti peradangan sendi lutut, panggul, dan pergelangan kaki.

Obesitas pada pria dapat menurunkan hormon testosteron dan meningkatkan estrogen yang dapat menyebabkan gangguan seksual dan penyakit degenerasi.

Kegemukan pada wanita dapat menyebabkan gangguan menstruasi dan bahkan infertilitas. Kegemukan sering ditandai dengan sakit pada lambung dan peningkatan kadar asam urat.
Hal ini menyebabkan terganggunya pencernaan dan nyeri sendi yang biasanya dimulai dari jari-jari kaki atau ibu jari tangan. Obesitas dapat menimbulkan resiko diabetes melitus (kencing manis), yaitu sindrome meningkatnya kadar gula dalam darah yang dapat mengakibatkan komplikasi meliputi hampir ke semua organ tubuh.
Delapan puluh persen penderita diabetes adalah orang gemuk.

Obesitas dapat meningkatnya resiko terjadinya kanker seperti kanker prostat pada pria, kanker payudara, kanker usus besar, kanker rahim, dan kanker indung telur pada wanita.
Penderita obesitas memiliki resiko kematian yang disebabkan oleh stroke, lebih besar dari orang yang normal.
Obesitas dapat menimbulkan terjadinya penyakit kardiovaskuler (stroke, gagal jantung, dan penyakit ginjal). Faktor yang terkait dengan ini adalah menigkatnya kadar kolesterol dan tekanan darah (hipertensi).
Jika tidak segera di tangani penyakit itu dapat mengancam jiwa. Nasihat “berhentilah makan sebelum kenyang”, dapat diartikan bahwa makan berlebihan dapat memicu munculnya berbagai penyakit, sehingga akhirnya harus berpantang terhadap berbagai jenis makanan. Banyak orang berprinsip: “makanlah sebanyak-banyaknya selagi ada pesta, dan berhentilah makan enak setelah terserang stroke”

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , | Leave a comment

Penyebab Kegemukan

Penyebab seseorang makannya tidak teratur, biasanya terjadi karena gaya hidup yang tidak tetap, kondisi lingkungan yang memaksa, atua faktor lain seperti sters.
Jika makan tidak teratur, asupan zat gizi bisa berkurang atau sebaliknya, zat gizi yang dikonsumsi menjadi tidak seimbang karena yang dimakan hanya apa yang ditemui saja, tanpa memperhatikan unsur gizi dalam makanan tersebut. Padahal makanan dengan gizi yang seimbang harus mengandung karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Seseorang yang mengonsumsi cukup sayur dan buah tetapi asupan karbohidrat, protein, dan lemak berlebihan juga termasuk kategori tidak seimbang karena hal ini dapat megakibatkan kegemukan.
Sama halnya dengan mereka yang tidak suka mengonsumsi sayur dan buah, dan lebih suka menyantap makanan yang mengandung karbohidrat serta tinggi lemak, kolesterol dan protein. gaya tidak seimbang juga ditunjukkan oleh orang yang hanya menyantap sayuran tanpa disertai cukup protein dan karbohidrat untuk kebutuhan energi.
Biasanya ini terjadi pada orang-orang yang merasa tubuhnya terlalu gemuk dan ingin langsing, sehingga melakukan diet ketat tanpa memperhatikan kebutuhan zat gizi lain yang justru penting sebagai sumber energi dan pengganti sel-sel yang telah rusak.
Tubuhnya memang akan menadi kurus, tetapi kulit akan menjadi lembek dan keriput, wajahpun akan lebih tua dari usia yang sebenarnya.

Protein meliputi 20% dari bagian tubuh. Istilah protein berasal dari bahasa Yunani proteos yang berarti utama atau didulukan. Ia memiliki fungsi khas yang tidak dapat digantikan, yaitu membangun serta memelihara sel-sel dan jaringan tubuh, membentuk ikatan-ikatan esensial tubuh, memelihara netralitas tubuh, mengatur keseimbangan air, membentuk antibodi, mengangkut zat gizi dan sebagai sumber energi.
Berdasarkan sumbernya, protein dibedakan menjadi dua golongan yaitu protein hewani dan protein nabati. Bahan makanan sumber protein yaitu ikan, udang, daging sapi, ayam, telur ayam, telur bebek, tepung susu skim, keju, kacang kedelai, kacang merah, kacang hijau, tempe, tahu, bayam dan kangkung.

Lemak termasuk salah satu unsur gizi yang diperlukan tubuh sehingga haruis dikonsumsi setiap hari. Fungsi lemak antara lain sebagai sumber energi sekaligus berfungsi untuk mengehmat penggunaan protein. Lemak adalah sumber asam lemak esensial, melarutkan vitamin A,D, E, K dan memelihara suhu tubuh.
Memberi rasa kenyang dan kelezatan makanan, sebagai pelumas dan pelindung organ tubuh. Namun apabila berlebih, lemak dapat mengganggu kesehatan karena adanya penumpukkan kolesterol, penyebab dari kegemukan. Bahan makanan sumber lemak dan kolesterol antara lain keju, margarin, minyak tanah, minyak kelapa sawit, minyak kelapa, susu sapi, ayam, daging sapi, telur ayam, telur bebek, ikan, dan daging.

Posted in Obesitas Pada Anak | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Obesitas

Selama ini faktor yang-faktor yang di anggap sebagai penyebab obesitas antara lain, pola makan yang tidak seimbang dengan kebutuhan tubuh, kurang berolahraga, cara mengelola stres yang tidak tepat, kelainan metabolisme, dan faktor genetika.
Perlu diingat bahwa makanan yang kita konsumsi akan di cerna dan di metabolisasi. Hasilnya bisa menjadi nutrisi yang berguna bagi tubuh atau justru menjadi racun karena enzim pencernaan yang berfungsi menguraikan zat makanan dan mempermudah nutrisi terserap dalam darah tdidak bekerja optimal.
Metabolisme yang tidak sempurna inilah yang dapat menyebabkan kadar kolesterol tidak normal dan berat badan menjadi berlebih.
Obesitas terjadi karena ketidakseimbangan energi dimana asupan energi lebih besar dari energi yang dikeluarkan.Konsumsi makanan pada orang gemuk selalu melebihi kebutuhan tubuh, sedangkan penggunaan energinya rendah. Itulah yang mneyebabkan jaringan lemak menumpuk dan tubuh menjadi melar ke samping.

Terlebih untuk orang kantoran dan ibu rumah tangga yang jarang bergerak. Mereka lebih menuruti “keinginan mulutnya”, daripada “kebutuhan tubuhnya”. Orang bertubuh gemuk menjadi tidak lincah dan terkesan lamban. Padahal penampilan dan tren mode saat ini sangat mengagumi bentuk tubuh yang sehat dan langsing, sehingga orang gemuk akan kesulitan mencarai pakaian.

Kegemukan bisa mengakibatkan penampilan jadi kurang serasi, kurang luwes, dan kurang percaya diri.

Makanan yang dikonsumsi biasanya terlalu banyak mengandung gula, garam, bahan pengawet, protein, lemak hewani dan kandungan kolesterol tinggi serta kurang mendapatkan nutrisi alami.
Makanan yang di konsumsi hanya sedikit yang mengandung air dan vitamin, protein nabati, garam mineral, lemak nabati, zat asam amino esensial, serat, dan zat hijau-hijauan.
Jenis makanan inilah yang mengakibatkan orang menjadi gemuk dan dari kegemukan ini muncul berbagai macam penyakit.

Mengonsumsi junk food direstoran cepat saji, adalah salah satu sumbernya. Disebut junk food jika kandungan nutrisinya sangat rendah atau kalorinya terlalu tinggi dan hanya mengandalkan rasa yang enak. Umumnya yang termasuk dalam golongan junk food (makanan sampah) adalah makanan berkadar garam tinggi, bergula tinggi, berlemak tinggi, menggunakan bahan tambahan sebagai penyedap rasa dan zat pewarna sedangkan kandungan nutrisi lainnya tipis, seperti protein, vitamin dan mineral. Junk food lebih mengutamakan cita rasa dan penampilan luar yang lebih menarik, sedangkan nilai gizinya terabaikan.

Posted in Obesitas Pada Anak | Tagged , , , , , | Leave a comment