Kegemukan Obesitas

Kegemukan Obesitas  – Memiliki bentuk tubuh yang ideal pasti menjadi dambaan setiap orang, terlebih bagi para wanita. Bukan hanya karena enak dipandang, tetapi bagi orang yang memiliki tubuh langsing akan banyak mendapatkan kemudahan dalam memilih pakaian dan kelincahan bergerak dibandingkan dengan orang bertubuh gemuk. Kemudian, kalau anda tidak lagi bersemangat, tubuh terasa tidak segar, padahal anda baru saja bangun, artinya tubuh anda sedang memberikan sinyal bahwa kondisi anda secara fisik mulai terusik. Pasti ada sesuatu yang tidak beres didalam tubuh anda. Menurunnya daya tahan tubuh ini dapat disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat. Rupanya prinsip ekonomi “pemasukan harus lebih besar dari pengeluaran” bukan lagi menjadi dalil yang penting dalam urusan berat badan.

Kegemukan Obesitas

Kegemukan Obesitas

Kegemukan Obesitas

Dulu, orang kurus dibilang penyakitan dan yang gemuk di bilang sehat, bahkan dapat meningkatkan prestise seseorang. Sehingga banyak ibu-ibu merasa gemas kalau melihat anak yang gemuk. Kegemukan Obesitas sering dilambangkan sebagai pertanda kehidupannya sudah mamkur, dan tidak lagi memiliki beban pikiran. Anggapan tersebut tentu saja keliru, karena yang namanya kegemukan ternyata dapat menimbulkan banyak masalah. Anda yang bertubuh gemuk dengan perut membuncit (bukan karena hamil), barangkali adalah orang yang lahir di zaman yang salah. Berdasarkan hasil penelitian, tubuh gemuk dengan perut buncit mengindikasikan bahwa yang bersangkutan memiliki masalah dengan kolesterol dan beresiko terkena berbagai penyakit diabetes, serangan jantung, dan penyakit stroke.

Tubuh gemuk sebenarnya bukanlah akibat dari jumlah asupan makanan yang berlebihan saja, tapi juga karena kurang berolahraga dan beraktivitas, serta pola konsumsi sehari-hari yang tidak tepat. Kegemukan Obesitas dapat menjadi penyebab timbulnya beberapa penyakit, antara lain terganggunya pembuluh darah, melemahnya persendian, terutama di lutut.

Memang tubuh kita memerlukan energi untuk menunjang semua aktivitas yang kita lakukan. Energi tersebut diperoleh dari makanan yang kita konsumsi. Untuk mendapatkan berat badan yang ideal kita perlu menjaga keseimbangan pemasukan dan pengeluaran energi. Apabila terjadi kelebihan energi, dengan kata lain aktivitas tidak seimbang dengan banyaknya makanan yang di konsumsi, maka kelebihan energi tersebut akan disimpan dalam tubuh sebagai jaringan lemak.

Kegemukan obesitas pada anak yang terjadi memberikan efek kurang baik yang bisa menyebabkan tidur mengalami gangguan. Menurut salah satu ahli paru, lemak yang berlebihan jumlahnya di dalam perut bisa mendorong paru untuk bekerja menjadi lebih berat saat dalam keadaan tidur. Timbunan dari lemak yang ada pada sekitar tenggorokan bisa membuat jalan keluar udara menjadi berkurang disaat sedang posisi berbaring. Dan susahnya bernapas di malam hari atau mengalami sesak nafas kemungkinan memunculkan masalah tidur mendengkur atau tidur ngorok. Sekitar 40 persen kasus kegemukan obesitas pada orang dewasa yang suka mendengkur di malam hari sudah tertolong dengan cara mengatasi masalah obesitas yang dialaminya.

Gejala Obesitas

Salah satu penelitian yang dilakukan sudah membuktikan sekitar 19 pria yang mendengkur atau mengorok gejala mendengkurnya berkurang hanya dengan cara mengurangi 7 on berat badannya. Dan sementara itu, pengurangan dari berat badan sampai mencapai paling tidak 16 pon yang membuat pria menjadi lebih terbebas dari masalah tidur mendengkur. Menurut salah satu penelitian dari penimbunan lemak yang terjadi pada daerah pinggang akan memicu terjadinya penyakit kanker payudara, dan selain itu juga beresiko terkena penyakit kanker 9 kali lebih besar dibandingkan dengan wanita yang mempunyai berat badan normal.

Selain itu kegemukan obesitas pada anak juga menyebabkan kelainan pada lemak di dalam darah. Dan sekitar 17,9 persen anak yang mengalami kegemukan di Jepang mempunyai kadar kolesterol yang jumlahnya diatas 200 miligram serta sekitar 10 persen dengan kadar trigliserida yang minimalnya adalah 160 gram. Pada masalah kegemukan obesitas pada anak dengan kadar kolesterol dan trigliserida yang cenderung lebih berkorelasi pada nilai yang tinggi diatas jumlah normal, dan hal ini juga sangat beresiko bisa mengakibatkan terjadinya serangan penyakit salah satunya adalah penyakit jantung coroner.

Pengobatan pada kegemukan obesitas pada anak untuk membantu menurunkan berat badan atau juga dengan cara mempertahankan berat badan anak agar bisa mencapai keadaan normal. Umumnya target dari cara menurunkan berat badan yang lebih dianjurkan pada tahap yang pertama adalah hanya sekitar 10 persen dari berat badan yang terhitung selama 6 bulan. Dan penurunan pada berat badan yang sangat dianjurkan sekitar 0,5-1 kg dalam setiap minggunya.

Cara Mengatasi Obesitas

Kegemukan atau obesitas pada anak dengan menurunkan berat badan yang berlebihan sebaiknya tidak dianjurkan, dan disamping karena bisa memunculkan masalah gangguan kesehatan, misalnya adalah seperti kasus dibawah ini :

  1. Sindroma malabsorbsi
  2. Penyakit osteoporosis
  3. Ileus aralytik
  4. Stress yang terjadi secara berkepanjangan.

Umumnya hal ini terjadi tidak tahan lama. Pengobatan yang sangat dianjurkan untuk kegemukan obesitas pada anak adalah dengan modifikasi diet, peningkatan aktivitas fisik dan juga pola perilaku yang harus dirubah. Pemberian dari obat obesitas dan juga melakukan terapi akupuntur secara alami yang bisa menjadi lebih cepat untuk membantu cara menurunkan berat badan untuk penderita kegemukan obesitas pada anak yang bisa beresiko lebih tinggi yakni adalah penderita dnegan kasus IMT 25-29,9 atau juga pada penderita dengan kasus lingkar pinggang yang ukurannya lebih normal.

Kegemukan Obesitas

Posted in Obesitas Pada Anak | Tagged , , , , | Leave a comment

Etiologi dan Patogenesis Obesitas

Etiologi dan Patogenesis Obesitas – Prevalensi kegemukan dan obesitas pada anak terus meningkat secara nyata di seluruh dunia. Bahkan di beberapa negara industri dan maju, seperti Amerika Serikat, kegemukan dan obesitas dapat dikategorikan sebagai wabah (epidemi). Peningkatan prevalensi kegemukan dan obesitas pada anak di Amerika serikat diketahui sejak tahun 1970-an.

Data dari 2 survei yang dilakukan Lembaga survei Gizi dan Kesehatan nasional (NHANES) pda periode 1976-1980 dan 2003-2006 menunjukkan bahwa prevalensi obesitas terus meningkat secara nyata pada beberapa kelompok usia anak, yakni pad usia kelompok 2-5 tahun prevalensinya meningkat dari 5 % menjadi 12,4 % pada kelompok usia 6-11 tahun prevalensinya meningkat dari 6,5 % menjadi 17 %  dan pada kelompok usia 12-19 tahun prevalensinya meningkat dari 5 % menjadi 17,6 %.

Klasifikasi obesitas berdasarkan gejala klinisnya, obesitas dibagi menjadi :

  1. Obesitas sederhana (simple obesity)

Terdapat gejala kegemukan saja tanpa disertai kelainan hormonal /mental/fisik lainnya. Obesitas ini terjadi karena faktor nutrisi.

  1. Bentuk khusus obesitas
  2. Kelainan endokrin/hormonal

Tersering adalah sindrom Cushing pada anak yang sensitif terhadap pengobatan dengan hormon steroid.

  1. Kelainan somatodismorfik

Sindrom Prader-Willi, sindrom Summit dan Carpenter, sindrom Laurence Moon-Biedl dan sindrom Cohen.

Obesitas pada kelainan ini hampir selalu disertai mental retardasi dan kelainan ortopedi.

  1. Kelainan hipotalamus

Kelainan pada hipotalamus yang mempengaruhi nafsu makan dan berakibat terjadinya obesitas, sebagai akibat dari kraniofaringioma, lekemia serebral, trauma kepala dll.

Etiologi dan Patogenesis Obesitas

Terjadinya obesitas menurut jumlah sel lemak, adalah sebagai berikut :

  1. Jumlah sel lemak normla, tetapi terjadi hipertrofi/pembesaran
    2. Jumlah sel lemak meningkat/hiperplasi dan juga terjadi hipertrofi

Penambahan dan pembesaran jumlah sel lemak paling cepat pada masa anak-anak dan mencapai puncaknya pada masa meningkat dewasa. Setelah masa dewasa tidak akan terjadi penambahan jumlah sel, tetapi hanya tejadi pembesaran sel. Obesitas yang terjadi pada masa anak selain hiperplasi juga terjadi hipertrofi. Sedangkan obesitas yang terjadi setelah masa dewasa pada umumnya hanya terjadi hipertrofi sel lemak.

Disini kami akan menjelaskan mengenai etiologi dan patogenesis obesitas.

Etiologi Obesitas adalah :

  1. Akibat factor lingkungan
    Pengaruh factor lingkungan yang terjadi pada kasus obesitas pada anak sangat tinggi, baik tingkat aktivitas fisik yang sangat rendah dan juga pada asupan kalori dengan jumlah yang terlalu besar. Waktu yang kebanyakan dihabiskan hanya untuk menonton televise berkaitan dengan angka obesitas pada anak serta remaja, dan hal ini akan memberikan efek yang terus berlanjut disaat usia mereka dewasa. Waktu tidur yang berkurang akibat obesitas atau juga terjadinya masalah resistensi pada insulin. Suatu mekanisme dari hubungan ini diduga berhubungan dengan terjadinya perubahan kadar leptin dan ghrelin di dalam serum, atau juga tersedianya waktu yang menjadi lebih banyak dalam mengonsumsi jenis makanan anak yang tidur dengan waktu lebih sedikit.
  2. Factor genetic
    Faktor keturunan atau factor genetic juga berperan besar sekitar 30-50% yang bervariasi dengan akumulasi pada jaringan lemak. Namun polimorfisme genetic untuk kasus ini masih belum ditemukan. Pada beberapa sindrom yang lebih spesifik dan juga terjadinya suatu kelainan pada gen tunggal yang berhubungan dengan obesitas pada anak sudah ditemukan. Dan semua ini adalah salah satu penyebab yang juga sangat jarang dijumpai pada kasus obesitas pada anak. Biasanya hanya mencakup sektar kurang dari 1% obesitas pada anka yang bisa dijumpai pada pusat penelitian. Selain itu juga, anak dengan kasus sindrom genetic ini biasanya mempuyai suatu temuan secara berkarakter di dalam pemeriksaan fisik yang dilakukan.
  3. Faktor endokrin
    Penyebab dari obesitas pada anak akibat dari hormone endokrin ini terjadi hanya sekitar kurang dari 1% dan juga pada kasus remaha, dan beberapa diantaranya adalah untuk kasus hipotiroid, kelebihan kortikol, difisiensi pada hormone pertumbuhan, serta lesi hipotalamus atau infeksi yang terjadi, malformasi, vascular, neoplasma, dan juga mengalami trauma. Anak dengan kasus endokrin yang biasanya mempunyai postur dengan tubuh pendek dan juga mengalami masalah hypogonasodium.
  4. Metabolisme programming
    pengaruh lingkungan dan juga nutrisi yang terjadi selama masa kritikal dalam perkembangan yang bisa sangat mempengaruhi predisposisi seseorang yang bisa menjadi lebih obese atau juga mengalami penyakit gangguan metabolic. Penelitian ini juga menunjukkan adanya suatu hubungan yang berkaitan antara berat lahir sebagai refleksi dari nutrisi selama masa kehamilan dengan terjadinya penyak diabetes, penyakit jantung dan terjadinya obesitas pada usia dewasa.

Etiologi dan Patogenesis dari keterkaitan antara obesitas dengan pemicu obesitasnya adalah konsumsi makanan yang dilakukan secara berlebihan akan menyebabkan terjadinya obesitas. Konsumsi jenis makanan ini dengan lebih alami diregulasi pada system neurohormonal tubuh yang bisa mengatur dan mengendalikan tingkat kelaparan atau juga tingkat nafsu makan. Namun factor dari regulasi ini juga sangat berpengaruh oleh berbagai macam hal lainnya, diantaranya adalah p-pada factor fenetik, nutrisi, serta lingkungan dan juga pada sinyal osikis. Sehingga upaya dalam melakukan pencegahan obesitas bisa dilakukan dengan memantau komponen-komponen tersebut, sehingga seluruh dari system pengaturan akan berjalan dengan lebih baik dan bisa berjalan dengan lebih seimbang. Dan pada obesitas anak, serta obesitas yang secara umum terjadi masih bisa dicegah dan dihindari.

Etiologi dan Patogenesis Obesitas

Posted in Obesitas Pada Anak | Tagged , , , | Leave a comment

Anak Obesitas

Anak Obesitas – Obesitas merupakan keadaan patologis, yaitu dengan terdapatnya penimbunan lemak yang berlebihan dari yang diperlukan untuk fungsi tubuh yang normal. Tetapi masih banyak pendapat di masyarakat yang mengira bahwa anak yang gemuk adalah sehat.

Anak Obesitas atau kegemukan jika dinilai dari segi kesehatan merupakan salah satu penyakit salah gizi, sebagai akibat konsumsi makan yang jauh melebihi kebutuhannya. Angka kejadian obesitas pada anak di negara-negara maju terus bertambah. Menurut Weli BW 1991, angka kejadian di Amerika meningkat 40 % (dari 15%-21%). Sedangkan angka kejadian di Indonesia masih belum ada data-datanya. Tetapi dari pengamatan sehari-hari mulai banyak ditemukan kasus obesitas pdaa anak.

Kegemukan atau Anak Obesitas  merupakan kosekuensi dari asupan kalori (energi) yang melebihi jumlah kalori yang dilepaskan atau dibakar melalui proses metabolisme di dalam tubuh anak. Obesitas pada anak yang dialami dapat dinilai melalui berbagai metode atau teknik pemeriksaan. Salah satunya adalah pengukuran indeks massa tubuh atau Body Masss Index (BMI). Pengukuran BMI dilakukan dengan cara membagi nilai berat badan (kg) dengan nilai kuadrat dari tinggi badan (cm). Kemudian nilai ini akan diplot pada kurva pertumbuhan anak.

Selain dengan metode pengukuran BMI ( berat badan tubuh ideal), metode lain juga dapat dilakukan dengan mengukur lingkar pinggul dan ketebalan lemak kulit. Pemeriksaan ini tergolong sederhana dan mudah dilakukan. Hasil pengukuran lingkar pinggul dan ketebalan lemak kulit kemudian dibandingkan dengan nilai standar pada tabel sesuai dengan umur dan jenis kelaminnya.

Berikut perumusan cara menghitung berat badan ideal

Berat badan ideal = (tinggi badan – 100) – (10 % tinggi badan – 100)

Contoh :

Tinggi badan anak 150 cm

Berat badan ideal = (150-100) – (10% x (150-100)
=     50    –     5
=    45 kg

Jadi berat badan anak adalah 45 kg

Kriteria yang digunakan untuk menentukan obesitas adalah sebagai berikut (dikutip dari Neuman 1983) dan grafik pertumbuhan anak obesitas :

Obesitas pada anak yang terjadi bisa menimbulkan berbagai komplikasi. Komplikasi yang kemungkinan terjadi pada anak obesitas adalah :

  1. Penyakit hipertensi
    Penyakit hipertensi ini terjadi sebagai salah satu nilai dari rata-rata suatu peningkatan pada tekanan darah sistolik dan juga tekanan darah diastolic yang jumlahnya lebih besar atau jumlahnya sama dengan persentil dari 95 berdasarikan dari usia serta jenis kelamin si anak. Prehipertensi yang terjadi pada kasus anak obesitas diartikan sebagai salah satu rata-rata bentuk dari tekanan darah sistolik atau juga pada tekanan darah diastolic yang jumlahnya lebih besar atau sama dengan persentil ke 90 namun jumlahnya lebih kecil dibandingkan dengan persentil ke 95. Penyakit hipertensi untuk kasus obesitas pada anak stadium 1 merupakan nilai dari tekanan darah sistolik dan diastolic yang berada diantara persentil 95-99 yang ditambahkan dengan 5 mmHg.
  2. Saluran pernapasan
    Komplikasi yang terjadi untuk obesitas pada anak salah satunya adalah gangguan infeksi saluran pernapasan bagian bawah, karena keterbatasan dari kapasitas paru yang menyebabkan mereka penderita obesitas mengalami masalah saluan pernapasan atau sesak nafas.
  3. Kulit
    Kulit yang lecet akibat dari suatu gesekan. Anak dengan kondisi gerah atau juga panas dan muculnya jamur pada lipatan-lipatan di kulit.
  4. Ortopedi
    Komplikasi obesitas pada anak selanjutnya adalah anak dengan kasus obesitas biasanya pergerakannya terjadi lebih lambat. Dan seringkali hal ini terjadi suatu kelainan pada ortopedi yang mirip seperti genu valgum dan lainnya.
  5. Efek dari psikologi
    Kurangnya kepercayaan diri, anak dengan usia remaja yang mengalami obesitas biasanya akan menjadi lebih pasif dan tidak aktif serta mengalami masalah depresi.
  6. Obesitas pada masa anak-anak akan berlanjut sampai ke usia dewasa :
    komplikasi yang terjadi adalah penyakit hipertensi pada masa adolesensi, hyperlipidemia, penyakit diabetes, sindroma pickwickian atau terjadinya gangguan pada jantung serta pernapasan, hipoventilasi, maturitas seksual yang terjadi lebih awal, dan mengalami menstruasi tidak teratur.

Prognosis dari obesitas pada anak semuanya tergantung dari penyebab serta ada atau juga tidaknya suatu komplikasi yang terjadi. Obesitas yang terjadi secara berkelanjutan hingga usia dewasa, mengalami morbiditas dan juga mortalitasnya yang jumlahnya tinggi.

Obesitas pada anak bisa terjadi akibat dari ketidakseimbangan dari energy yang masuk dengan energy yang keluar. Apalagi untuk usia remaja, yang khususnya pada wanita yang sedang mengalami masa pertumbuhan yang lama kelamaan akan cepat terjadi jika tidak diimbani dengan baik misalnya dengan melakukan suatu aktivitas fisik. Terdapat tiga penyebab dari obesitas yakni adalah factor fisiologis, factor psikologis, dan juga pada factor kecelakaan. Dan dilihat berdasarakn hal ini yang menjadi penyebab dari obesitas, dari factor-faktor tersebut kemudian salah satunya yang lebih sering terjadi adalah pola makan atau juga pada jenis makanan yang Anda konsumsi dan jenis aktivitas yang dilakukan oleh anak. Oleh sebab itulah, dilakukan suatu penelitian yang bisa membantu menganalisa serta cara mengatasi kasus obesitas yang dilakukan pada remaja putri dengan salah satu caranya adalah mengetahui factor penyebab utama dari remaja putri bisa mengalami obesitas dan kemudian selanjutnya akan diberikan suatu latihan dengan pengaturan pada pola makan dan melakukan senam aerobic dalam waktu 60 menit dengan intensitas 3 kali dalam seminggu.

Anak Obesitas

Posted in Obesitas Pada Anak | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment