Mencegah Obesitas Pada Anak

Mencegah Obesitas Pada Anak – Bakat sakit seseorang ibarat bibit, akan tumbuh subur jika mendapat pupuk dan kondisi lain yang mendukung. Bakat hipertensi misalnya, akan muncul jika disertai dengan pola makan yang tinggi lemak, tinggi garam, kelebihan berat badan, kebiasaan merokok, kurang berolahraga, dan sering menderita stres. Jika penyebabnya bisa dihilangkan, maka bakat hipertensi tersebut bisa dikendalikan sehingga tidak muncul sebagai penyakit. Repotnya kita sulit mencari makanan yang enak di mulut dan sekaligus sehat di perut. Bagi anda yang bermasalah dengan obesitas, cobalah melakukan diet hidrat arang atau karbohidrat. Caranya dengan membatasi jumlah karbohidrat yang di konsumsi karena akan mempengaruhi kadar gula dalam darah. Makin banyak anda mengonsumsi karbohidrat, makin banyak pula gula yang anda konsumsi.

Mencegah Obesitas Pada Anak

Mencegah Obesitas Pada Anak

Obesitas Pada Anak

Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi utama bagi manusia. Kehadiran karbohidrat dapat menghemat pemanfaatan protein sehingga protein dapat menjalankan fungsi utamanya sebagai zat pembangun dan mengatur metabolisme lemak.

Karbohidrat terbagi dalam dua golongan yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Karbohidrat sederhana terdiri dari zat gula yang mudah diserap tubuh. Karbohidrat jenis inilah yang ditakuti penderita diabetes dan obesitas, karena dapat meningkatkan kadar gula darah dalam waktu cepat dan membuat badan menjadi bertambah gemuk. Karbohidrat sederhana ini terdapat dalam gula pasir, gula merah, dan gula jagung, juga dalam susu dan permen. Karbohidrat kompleks terdiri dari zat gula yang dilengkapi dengan unsur vitamin dan serat. Karbohidrat kompleks di anggap lebih bersahabat bagi tubuh, karena proses penyerapan zat gulanya dalam darah terjadi secara bertahap, sehingga kenaikan kadar gula di dalam darah tidak drastis tetapi naik secara perlahan.

Bagi yang ingin membentuk berat badan ideal dan Mencegah Obesitas Pada Anak, konsumsi karbohidrat jangan ditinggalkan, tetapi pilihlah karbohidrat kompleks yang kaya akan serat dan vitamin. Misalnya beras merah lebih dianjurkan dari beras putih, karena beras merah mengandung serat lebih tinggi. Hal ini yang harus dipertimbangkan adalah semua zat gizi tersebut aman untuk di konsumsi, tidak mengandung residu pestisida, residu hormon dan bahan tambahan sintetis misalnya zat pengawet, pewarna dan penambah cita rasa yang berbahaya.

Mengonsumsi makanan memang tidak hanya berfungsi memuaskan rasa lapar. Yang penting bagi kita adalah menjaga agar makanan yang dikonsumsi benar-benar dibutuhkan dan bermanfaat bagi tubuh. Bukan makanan yang tidak berguna, atau bahkan yang dapat membahayakan kesehatan dan jiwa.

Cara Menurunkan Berat Badan

Saat ini telah tersedia berbagai cara untuk membantu proses cara menurunkan berat badan. dan Mencegah Obesitas Pada Anak. Agar hasilnya optimal tanpa efek samping, maka pengetahuan tentang nutrisi sangat penting untuk diketahui. Apabila anda ingin melakukan program diet atau hal lain yang berkaitan dengan nutrisi tubuh, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan ahli gizi. Jangan terburu-buru menerima tawaran dari berbagai produk program diet. diet identik dengan pengaturan pola makan untuk melawan kegemukan, tetapi juga untuk melawan berbagai macam penyakit.

Cara mencegah obesitas pada anak dan cara penanganan kegemukan atau obesitas sebaiknya harus dilakukan dengan menggunakan tekni komprehensif untuk semua jenjang pendidikan yang mengikutsertakan semua pihak yang terhubung misalnya adalah seperti keluarga, guru, serta lembaga pendidikan tempat anak belajar, masyarakat dan juga pusat dari pelayanan kesehatan. Lewat pedoman cara mencegah obesitas pada anak dan penanggulangannya pasca anak sekolah sangat diharapkan bisa menjadi suatu paduan pada tahap penggulangan obesitas, dimulai dari cara mencegah obesitas pada ana, penemuan sampai pada tatalaksana yang dilakukan dengan berkelanjutan.

Cara mencegah obesitas pada anak dengan menjauhi jenis makanan seperti fast food atau makanan cepat saji dengan kandungan glukosa yang tinggi didalamnya juga berperan serta menjadi suatu penyebab obesitas pada anak. Konsumsi susu dengan kandungan gula tambahan didalamnya juga dipercaya sebagai faktor lain yang bisa meningkatkan kenaikan dari terjadinya obesitas pada anak. Sebagian besar dari gula yang dikonumsi pada anak umumnya adalah susu dengan kandungan gula tambahan yang mengandung kalori tinggi dan jga hampir tidak ada kandungan nutrisi sama sekali yang ada di dalamnya. Hal ini merupakan salah satu masalah yang disayangkan sekali karena banyaknya kandungan gula di dalam makanan tersebut akan menyebabkan terjadinya ketergantungan pada anak.

Masalah Obesitas Pada Anak

Masalah obesitas pada anak hingga saat ini menjadi salah satu masalah yang besar untuk kalangan dokter serta spesialis anak. Dan ancaman dari adanya suatu peningkatan pada penyakit kronis seperti penyakit jantung, penyakit hipertensi dan penyakit lainnya yang bisa dialami oleh anak-anak sebagai salah satu akibat dari obesitas yang lama kelamaan akan semakin membesar. Bukan hanya di Indonesia saja, namun keadaan yang seperti ini sudah menjadi suatu perhatian yang khusus dan penting di seluruh dunia. Selain itu, kasus obesitas sudah menjadi suatu masalah gangguan kesehatan yang terjadi paling serius pada abad ke 21 ini dan termasuk salah satu diantaranya adalah terjadi pada anak-anak.

Dampak negatif dari obesitas pada anak adalah percaya diri yang menurun, untuk anak-anak yang mengalami obesitas juga khususnya bagi pria akan mempunyai penis yang terlihat lebih kecil dalam hal pertumbuhan penis. Selain itu, masih banyak lagi dampak negatif akibat obesitas ini.

Mencegah Obesitas Pada Anak

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Akibat Obesitas Pada Anak

Akibat Obesitas Pada Anak  – Obesitas dapat mepertinggi resiko terjadinya penyempitan pembuluh darah koroner yang memasok darah ke otot jantung, yang artinya mengurangi oksigen dan menimbulkan kerusakan serta kematian sel-sel otot jantung. Kegemukan dapat mempertinggi resiko terjadinya batu empedu yang dapat menimbulkan peradangan dan penyumbatan saluran empedu. Berat badan yang berlebih, dapat mempengaruhi tekanan tambahan pada sendi-sendi yang menopang beban tubuh.
Hal yang sering terjadi adalah pembentukan tonjolan-tonjolan tulang yang diikuti peradangan sendi lutut, panggul, dan pergelangan kaki.

Akibat Obesitas Pada Anak

Akibat Obesitas Pada Anak

Obesitas Pada Anak

Akibat Obesitas Pada Anak pria dapat menurunkan hormon testosteron dan meningkatkan estrogen yang dapat menyebabkan gangguan seksual dan penyakit degenerasi.

Akibat Obesitas Pada Anak pada anak wanita dapat menyebabkan gangguan menstruasi dan bahkan infertilitas. Kegemukan sering ditandai dengan sakit pada lambung dan peningkatan kadar asam urat. Hal ini menyebabkan terganggunya pencernaan dan nyeri sendi yang biasanya dimulai dari jari-jari kaki atau ibu jari tangan. Obesitas dapat menimbulkan resiko diabetes melitus (kencing manis), yaitu sindrome meningkatnya kadar gula dalam darah yang dapat mengakibatkan komplikasi meliputi hampir ke semua organ tubuh. Delapan puluh persen penderita diabetes adalah orang gemuk.

Akibat Obesitas Pada Anak  dapat meningkatnya resiko terjadinya kanker seperti kanker prostat pada pria, kanker payudara, kanker usus besar, kanker rahim, dan kanker indung telur pada wanita. Penderita obesitas memiliki resiko kematian yang disebabkan oleh penyakit stroke, lebih besar dari orang yang normal. Obesitas dapat menimbulkan terjadinya penyakit kardiovaskuler (stroke, gagal jantung, dan penyakit ginjal). Faktor yang terkait dengan ini adalah menigkatnya kadar kolesterol dan tekanan darah (hipertensi). Jika tidak segera di tangani penyakit itu dapat mengancam jiwa. Nasihat “berhentilah makan sebelum kenyang”, dapat diartikan bahwa makan berlebihan dapat memicu munculnya berbagai penyakit, sehingga akhirnya harus berpantang terhadap berbagai jenis makanan. Banyak orang berprinsip: “makanlah sebanyak-banyaknya selagi ada pesta, dan berhentilah makan enak setelah terserang stroke”

Dampak Negatif Obesitas Pada Anak

Akibat obesitas pada anak selain menimbulkan masalah kesehatan fisik juga akan menyebabkan efek psikis seperti dibawah ini :

  1. Rendah diri dan juga rentan bullying
    Anak-anak yang dengan berat badan normal kebanyakan akan sering mengejek dan juga menggertak teman-temannya dengan berat badan yang berlebihan, sehingga hal ini akan membuat anak-anak dengan kasus obesitas akan merasa hilangnya darga diri dan bisa meningkatkan resiko dari terjadinya depresi serta stress.
  2. Perilaku dan juga masalah pada belajar anak
    Anak dengan kasus obesitas biasanya lebih banyak yang cemas dan juga mengenai keterampilan sosial mereka menjadi lebih buruk dibandingkan dengan anak yang mempunyai berat badan yang normal. Dan pada satu sisi, masalah obesitas pada anak akan menimbulkan anak menjadi terganggu di dalam kelas dan merasa tidak percaya diri lagi.
  3. Depresi
    Depresi akibat rendah diri akan membuat perasaan anak luar biasa putus asa. Anak dengan kasus depresi kemungkinan juga akan mengalami masalah kehilangan minat untuk belajar dengan kegiatan atau aktivitas yang normal misalnya adalah seperti tidur lebih dari waktu biasanya dan lebih banyak menangis. Selain itu, anak dengan kasus depresi biasanya lebih sering menyembunyikan perasaan yang dirasakannya sebagai gantinya datar dan menjadi lebih emosional.

Akibat obesitas pada anak juga bisa menyebabkan beberapa gangguan kesehatan dibawah ini :

  1. Penyakit diabetes melitus tipe 2
    Penyakit diabete smelitus tipe 2 yang dialami oleh anak-anak merupakan salah satu keadaan yang kronis yang berpengaruh pada cara tubuh anak dalam mencerna gula atau juga glukosa. Diabetes tipe 2 sebagian besar diakibatkan karena pola makan yang kurang baik, dan bisa kekmbali normal lagi jika makanan yang dikonsumsinya sehat serta rajin melakukan olahraga.
  2. Sindrom metabolik
    Sindrom metabolik bukan suatu penyakit itu sendiri, namun melainkan adalah sekelompok gangguan kesehatan yang membuat anak beresiko dalam mengalami serangan penyakit jantung, penyakit diabetes dan juga gangguan kesehatan yang lain. Hal ini juga termasuk dalam suatu tekanan darah tinggi, gula darah yang tinggi, kolesterol yang tinggi dan juga terjadinya kelebihan pada lemak perut.
  3. Kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi
    Obesitas pada anak akan berakibat pada tekanan darah tinggi atau juga mengalami kolesterol tinggi jika mempunyai pola makan yang tidak baik dan tidak sehat. Faktor-faktor yang seperti inilah yang bisa membuat kontribusi dari penumpukan pada plak di dalam arteri. Plak yang bisa menyebabkan terjadinya arteri akan semakin mengalami penyempitan dan kemudian akan berubah menjadi keras yang bisa menyebabkan serangan pada penyakit jantung atau penyakit stroke di masa mendatang.
  4. Penyakit asma dan gangguan saluran pencernaan yang lain
    Berat badan yang berlebihan atau obesitas akan menyebabkan masalah terjadinya perkembangan serta gangguan pada kesehatan paru-paru anak yang pada akhirnya menimbulkan masalah penyakit asma atau juga gangguan saluran pencernaan yang lain.
  5. Sleep apnea atau gangguan tidur
    Sleep apnea merupakan salah satu keadaan yang membuat anak mengalami tidur mendengkur atau juga saluran pernapasan anak yang tidak normal saat sedang tidur. Ini adalah salah satu bentuk komplikasi yang terjadi sebagai salah satu akibat dari terjadinya obesitas. Dan perhatikanlah masalah pada saluran pernapasan anak Anda saat anak sedang tidur.

Akibat Obesitas Pada Anak

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , | Leave a comment

Penyebab Obesitas Pada Anak Sekolah

Penyebab Obesitas Pada Anak Sekolah – Penyebab Obesitas Pada Anak Sekolah adalah pada seseorang makannya tidak teratur, biasanya terjadi karena gaya hidup yang tidak tetap, kondisi lingkungan yang memaksa, atau faktor lain seperti sters. Jika makan tidak teratur, asupan zat gizi bisa berkurang atau sebaliknya, zat gizi yang dikonsumsi menjadi tidak seimbang karena yang dimakan hanya apa yang ditemui saja, tanpa memperhatikan unsur gizi dalam makanan tersebut. Padahal makanan dengan gizi yang seimbang harus mengandung karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Penyebab Obesitas Pada Anak Sekolah

Penyebab Obesitas Pada Anak Sekolahv

Penyebab Obesitas Pada Anak

Seseorang yang mengonsumsi cukup sayur dan buah tetapi asupan karbohidrat, protein, dan lemak berlebihan juga termasuk kategori tidak seimbang karena hal ini dapat megakibatkan kegemukan. Sama halnya dengan mereka yang tidak suka mengonsumsi sayur dan buah, dan lebih suka menyantap makanan yang mengandung karbohidrat serta tinggi lemak, kolesterol dan protein. gaya tidak seimbang juga ditunjukkan oleh orang yang hanya menyantap sayuran tanpa disertai cukup protein dan karbohidrat untuk kebutuhan energi.

Biasanya ini terjadi pada orang-orang yang merasa tubuhnya terlalu gemuk dan ingin langsing, sehingga melakukan diet ketat tanpa memperhatikan kebutuhan zat gizi lain yang justru penting sebagai sumber energi dan pengganti sel-sel yang telah rusak.
Tubuhnya memang akan menadi kurus, tetapi kulit akan menjadi lembek dan keriput, wajahpun akan lebih tua dari usia yang sebenarnya.

Protein meliputi 20% dari bagian tubuh. Istilah protein berasal dari bahasa Yunani proteos yang berarti utama atau didulukan. Ia memiliki fungsi khas yang tidak dapat digantikan, yaitu membangun serta memelihara sel-sel dan jaringan tubuh, membentuk ikatan-ikatan esensial tubuh, memelihara netralitas tubuh, mengatur keseimbangan air, membentuk antibodi, mengangkut zat gizi dan sebagai sumber energi.
Berdasarkan sumbernya, protein dibedakan menjadi dua golongan yaitu protein hewani dan protein nabati. Bahan makanan sumber protein yaitu ikan, udang, daging sapi, ayam, telur ayam, telur bebek, tepung susu skim, keju, kacang kedelai, kacang merah, kacang hijau, tempe, tahu, bayam dan kangkung.

Lemak termasuk salah satu unsur gizi yang diperlukan tubuh sehingga haruis dikonsumsi setiap hari. Fungsi lemak antara lain sebagai sumber energi sekaligus berfungsi untuk mengehmat penggunaan protein. Lemak adalah sumber asam lemak esensial, melarutkan vitamin A,D, E, K dan memelihara suhu tubuh. Memberi rasa kenyang dan kelezatan makanan, sebagai pelumas dan pelindung organ tubuh. Namun apabila berlebih, lemak dapat mengganggu kesehatan karena adanya penumpukkan kolesterol, penyebab dari kegemukan. Bahan makanan sumber lemak dan kolesterol antara lain keju, margarin, minyak tanah, minyak kelapa sawit, minyak kelapa, susu sapi, ayam, daging sapi, telur ayam, telur bebek, ikan, dan daging.

Faktor Resiko Obesitas

Penyebab obesitas pada anak sekolah disebabkan karena selain pola makan yang tidak teratur disebabkan juga dengan penumpukan pada lemak dibawah kulit dengan jumlah yang terlalu banyak. Dan biasanya para hali menetapkan suatu angka indeks massa tubuh atau BMI. BMI akan melakukan pengukuran pada lemak tubuh yang didasari pada pembagian berat badan dalam jumlag kilogram dan juga pada kuadrat tinggi didalam meter.

Cara mengatasi penyebab obesitas pada anak sekolah adalah dengan melakukan sesuatu. Dengan cara mengatasi adalah menguasai keadaan obesitas pada anak, melebihi di hal tinggi dari, mengalahkan, dan juga menanggulanginya.

Penyebab obesitas pada anak sekolah bisa disebabkan karena tiga hal dibawah ini :

  1. Faktor fisiologis
    Faktor fisiologis dalam bentuk herediter dan juga nonherediter. Variabel yang sifatnya kepada herediter atau internal factor yang merupakan salah satu bentuk variabel yang berdasarkan dari factor keturunan. Sedangkan untuk factor yang lebih bersifat kepada non-herediter atau ekternal factor adalah salah satu factor yang asalnya dari luar individu itu sendiri misalnya adalah lewat jenis makanan yang akan dikonsumsi dan juga pada taraf kegiatan yang dilakukan oleh seorahg individu.
  2. Factor psikis
    Faktor ppsikis atau psikologi biasanya terjadi tentang bagaimana gambaran dari suatu kondisi yang emosional dan sifatnya yang tidak stabil yang bisa mengakibatkan suatu kecenderungan pada seorang individu melakukan pelarian diri akibat stress dan depresi dengan cara makan berlebihan dan makan-makanan yang mengandung asupan kalori atau juga makanan yang megandung kolesterol tinggi. Keadaan yang seperti ini baisanya sifatnya sangat ekstrim, artinya adalah bisa menimbulkan gejolak terjadinya emosional yang sangat dahsyat dan baisanya sifatnya traumatis.
  3. Faktor kecelakaan dan cidera otak
    Selain itu salah satu penyebab obesitas pada anak sekolah adalah Karena suatu kecelakaan yang bisa mengakibatkan terjadinya cidera yang paling utama dibagian otak pada pusat pengaturan atau pengendalian rasa lapar. Kerusakan yang terjadi pada syaraf otak ini akan mengakibatkan individu yang tidak pernah merasakan rasa kenyang, walaupun sudah makan dengan porsi yang besar dan hal ini akan mengakibatkan tubuh dari si penderita menjadi lebih gemuk.

Resiko dari penyebab obesitas pada anak sekolah adalah gangguan kesehatan. Anak dengan kasus obesitas biasanya akan mengalami masalah pada system jantung dan pada gangguan saluran pembuluh darah serta mengalami dyslipidemia atau terjadinya suatu peningkatan pada SGOT dan SGPT dengan pembesaran hati. Dan selain itu juga bisa terbentuk suatu pembentukan batu empedu dan juga penyakit kencing manis.

Penyebab Obesitas Pada Anak Sekolah

Posted in Obesitas Pada Anak | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Obesitas Pada Anak dan Pencegahan

Obesitas Pada Anak dan Pencegahan – Selama ini faktor yang-faktor yang di anggap sebagai penyebab obesitas antara lain, pola makan yang tidak seimbang dengan kebutuhan tubuh, kurang berolahraga, cara mengelola stres yang tidak tepat, kelainan metabolisme, dan faktor genetika. Perlu diingat bahwa makanan yang kita konsumsi akan di cerna dan di metabolisasi. Hasilnya bisa menjadi nutrisi yang berguna bagi tubuh atau justru menjadi racun karena enzim pencernaan yang berfungsi menguraikan zat makanan dan mempermudah nutrisi terserap dalam darah tdidak bekerja optimal. Metabolisme yang tidak sempurna inilah yang dapat menyebabkan kadar kolesterol tidak normal dan berat badan menjadi berlebih.

Obesitas Pada Anak dan Pencegahan

Obesitas Pada Anak dan Pencegahan

Obesiras Pada Anak

Obesitas Pada Anak dan Pencegahan terjadi karena ketidakseimbangan energi dimana asupan energi lebih besar dari energi yang dikeluarkan. Konsumsi makanan pada orang gemuk selalu melebihi kebutuhan tubuh, sedangkan penggunaan energinya rendah. Itulah yang mneyebabkan jaringan lemak menumpuk dan tubuh menjadi melar ke samping.

Terlebih untuk orang kantoran dan ibu rumah tangga yang jarang bergerak. Mereka lebih menuruti “keinginan mulutnya”, daripada “kebutuhan tubuhnya”. Orang bertubuh gemuk menjadi tidak lincah dan terkesan lamban. Padahal penampilan dan tren mode saat ini sangat mengagumi bentuk tubuh yang sehat dan langsing, sehingga orang gemuk akan kesulitan mencarai pakaian. Kegemukan bisa mengakibatkan penampilan jadi kurang serasi, kurang luwes, dan kurang percaya diri.

Makanan yang dikonsumsi biasanya terlalu banyak mengandung gula, garam, bahan pengawet, protein, lemak hewani dan kandungan kolesterol tinggi serta kurang mendapatkan nutrisi alami. Makanan yang di konsumsi hanya sedikit yang mengandung air dan vitamin, protein nabati, garam mineral, lemak nabati, zat asam amino esensial, serat, dan zat hijau-hijauan. Jenis makanan inilah yang mengakibatkan orang menjadi gemuk dan dari kegemukan ini muncul berbagai macam penyakit.

Mengonsumsi junk food direstoran cepat saji, adalah salah satu sumbernya. Disebut junk food jika kandungan nutrisinya sangat rendah atau kalorinya terlalu tinggi dan hanya mengandalkan rasa yang enak. Umumnya yang termasuk dalam golongan junk food (makanan sampah) adalah makanan berkadar garam tinggi, bergula tinggi, berlemak tinggi, menggunakan bahan tambahan sebagai penyedap rasa dan zat pewarna sedangkan kandungan nutrisi lainnya tipis, seperti protein, vitamin dan mineral. Junk food lebih mengutamakan cita rasa dan penampilan luar yang lebih menarik, sedangkan nilai gizinya terabaikan.

Pencegahan Obesitas pada Anak

Obesitas Pada Anak dan Pencegahan yang dilakukan bertuuan untuk bisa membantu mencapai berat badan yang ideal serta dalam mengurangi BMI dengan lebih aman dan juga lebih efektif serta bisa membantu mencegah terjadinya suatu komplikasi dalam jangka panjang akibat dari obesitas misalnya adalah penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi, enyakit diabetes mellitus dan ganguan penyakit kardiovaskular. Oleh karena itulah kompleksnya suatu permasalahan dari obesitas pada anak ini harus mendapatkan penanganan lebih lanjut. Obesitas pada anak dan pencegahan dilakiukan pada anak yang sedang dalam masa pertumbuhan yang bisa membantu menurunkan berat badan anak yang harus dilakukan dengan cara menghitung berat badan yang tepat untuk membuat pertumbuhannya menjadi tidak terganggu.

Obesitas pada anak dan pencegahan yang dilakukan adalah :

  1. Melakukan olahraga
    Olahraga sangat dianjurkan sekali misalnya adalah dengan melalkukan aerobic yakni olahraga yang dengan menggunakan oksigen dalam system untuk pembentukan energy yang ada di dalamnya. Atau bisa juga dengan olahraga yang tidak terlalu berat dalam waktu kurang lebih dilakukan 15 menit. Contoh dari olahraga yang sangat dianjurkan beberapa diantaranya adalah berjalan kaki paling tidak dilakukan selama 20-30 menit dalam setiap harinya, berenang, bersepeda, jalan santai, jogging dan juga senam aerobic.
  2. Diet
    Cara diet cepat berhubungan dengan asupan makanan yang dikonsumsi pada keluarga sehari-hari, maka obesitas pada anak dan pencegahan yang dilakukan pada seluruh anggota keluarga untuk ikut andil dalam mengubah pola makanan yang akan bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Mengurangi konsumsi jenis makanan dengan cepat saji dan juga makanan yang mengandung lemak tinggi dan paling utama adalah makanan dengan asam lemak tidak jenuh serta juga mengurangi makanan yang manis-manis.
  3. Terapi psokologis
    Untuk obesitas pada anak dan pencegahan serta penangananya hal ini bertujuan untuk jika penyebab dari obesitas adalah akibat gangguan psiks misalnya adalah karena perpisahan orang tua, ketidaknyamanan dan ketidakharmonisan di dalam keluarga atau akibat dari percaya diri anak yang rendah. Selain itu juga, masalah obesitas pada anak juga bisa menyebabkan anak menjadi kurang percaya diri dan juga cenderung lebih memilih untuk mengasingkan dirinya dari teman-teman sebayanya.

Obesitas yang dilakukan dengan langkah operasi hanya dilakukan jika si penderita sudah tidak bisa lagi diobati dengan menggunakan cara olahraga dan diet. Cara ini sebenarnya dilakukan dengan alasan untuk bisa mendapatkan berat badan yang ideal dan juga dengan cara yang tepat pula. Operasi ini biasanya dilakukan dengan melakukan cara angkat jaringan lemak dibawah kulit yang jumlahnya berlebihan pada si penderita.

Obesitas pada anak dan pencegahan yang dilakukan secara sederhana adalah dengan mengurangi jenis makanan yang kandungan minyak serta lemaknya tinggi. Kita sudah tahu bahwa makanan yang seperti ini sangat banyak dalam mengasilkan lemak di dalam tubuh. Banyaknya makanan dengan kandungan seperti ini misalnya lemak hewan, gorengan dan jenis makanan yang diolah dengan menggunakan minyak bisa menjadi salah satu penyebab obesitas pada anak.

Obesitas Pada Anak dan Pencegahan

Posted in Obesitas Pada Anak | Tagged , , , , , | Leave a comment

Gejala Obesitas Pada Anak

Gejala Obesitas Pada Anak – Orang awam seperti mengidentikkan kegemukan atau obesitas dengan overweight. Padahal keduanya tidak sama. Seseorang disebut overweight (kelebihan berat badan), bila berat badannya melebihi 10-30% dari berat normal. Gejala Obesitas pada anak berpotensi mengundang beragam penyakit seperti sakit jantung, masalah kolesterol, penyakit hipertensi, penyakit stroke, diabetes, dan beragam penyakit ikutannya. Penyakit-penyakit tersebut sering diidentikkan dengan penyakit orang gemuk.
Meskipun tidak mutlak pada umumnya mereka yang memilih berat badan berlebihan berpotensi terserang berbagai penyakit mematikan. Masalahnya banyak orang yang tidak mau menhindari resiko penyakit tersebut, kecuali mereka yang sudah mengalaminya.
Betapa menderitanya orang yang bertubuh gemuk, berpenyakitan pula.

Gejala Obesitas Pada Anak

Gejala Obesitas Pada Anak

Obesitas Pada Anak

Didefinisikan sebagai suatu kelainan, ditandai dengan Gejala Obesitas  penimbunan lemak tubuh secara berlebihan. Jika lemak tidak dibakar dengan beraktivitas timbunan lemak akan makin menumpuk, hal inilah yang menyebabkan orang menjadi gemuk.
Namun tidak berarti bahwa orang memiliki badan kurus akan terbebas dari gangguan penyakit. Orang yang berbadan kurus (underweight) juga memiliki banyak persoalan dengan tingkat kesehatannya. Logikanya kalai yang kurus dan senang berolahraga bisa saja terkena kolesterol tinggi, nyeri sendi, sakit jantung, dan stroke, apalagi yang berbadan gemuk, tentu lebih rentan terhadap serangan berbagai macam penyakit.

Kegemukan merupakan cermin ketidakseimbangan antara tinggi dengan berat badan. Berat badan ideal adalah tinggi badan dikurang 105 dengan variasi +/- 10%. Misalnya tinggi badan 167 cm, maka berat badan ideal adalah 167-105 = 62 kg +/- 10%.
Atau dengan koridor, berkisar antara 56 kg-68 kg. Persepsi bahwa gemuk itu lambang kemakmuran, sekarang sudah berubah. Bahkan bagi setiap orang, kegemukan itu musibah. Kegemukan dapat mempertinggi resiko terhadap berbagai gangguan kesehatan yang cukup serius seperti penyakit jantung, diabetes, kanker getah bening, ginjal, pencernaan, gangguan pernapasan, gangguan persendian, batu empedu dan gagalnya fungsi hati.

Gejala Obesitas

Gejala obesitas pada anak menurut salah satu penelitian yang dilakukan menunjukkan adanya suatu factor resiko penurunan kualitas hidup yang menjadi lebih rendah. Hal ini biasanya terjadi pada pria. Tidak heran jika kondisi berat badan dengan berlebihan yang terjadi pada kalangan remaja, dan paling utama yang terjadi pada remaja pria lebih cenderung dihubungkan dengan penurunan pada kepuasan hidup.

Resiko dampak psiko-sosial negative dari gejala obesitas pada anak pria ternyata efeknya jauh lebih besar dibandingkan oleh wanita. Hal ini disebabkan karena status dari berat badan yang tidak sehat dan jumlah lemah tubuh yang berlebihan juga akan memberikan suatu dampak kurang baik baik kesejahteraan fisik serta mental pada seorang remaja dan yang paling utama adalah untuk remaja pria.

Paling tidak, remaha wanita yang mengalami masalah berat badan atau mengalami masalah obesitas menunjukkan skor atau kualitas hidup yang normal dan sama dengan remaja wnaita yang badannya dengan ukuran normal.

Cara Mencegah Obesitas

Cara mencegah gejala obesitas pada anak adalah :

  1. Kurangi asupan makanan yang mengandung lemak dan minyak
    Makanan-makanan seperti ini merupakan salah satu penyebab dari terjadinya masalah obesitas. Makanan ini berasal dari lemak daging yang jenuh dan juga makaan seperti gorengan.
  2. Melakukan olahraga
    Olahraga adalah salah satu langkah dalam memelihara kesehatan yang sangat penting. Karena dengan melakukan olahragak, maka tubuh juga akan mengubah lemak menjadi karbohidrat yang kemudian bisa digunakan menjadi sumber enegri dalam melakukan suatu aktivitas. Dan semakin bertambahnya aktivitas yang dilakukan, maka semakin banyak lemak juga yang akan dibakar menjadi sumber energy. Maka dari itulah, melakukan olahraga memang sangat baik untuk membantu membakar lemak di dalam tubuh sehingga akan membuat tubuh Anda terlihat lebih sehat dan menjadi lebih bugar.
  3. Mengurangi porsi makan
    JIka makan banyak dan sedikit gerak adalah salah satu penyebab obesitas pada anak. Makah al yang perlu dilakukan adalah ada saatnya jika kita makan yang sesuai dengan porsi dari aktivitas kita sehari-hari yang kita lakukan. Sebaiknya jangan mengonsumsi nasi dengan jumlah yang berlebihan jika Anda tidak melakukan aktivitas yang berat, karena hal ini akan membuat ketidakseimbangan pada jenis makanan yang Anda makan dengab cara pergerakan dari aktivitas yang Anda lakukan. Makanlah dengan makanan yang seimbang nutrisi dan porsinya yang sesuai dengan aktivitas harian yang Anda lakukan.
  4. Kurangilah mengemil makanan
    Ngemil adalah terlalu banyak mengonsumsi jenis makanan yang ringan, misalnya adalah makanan-makanan seperti ciki, kerupuk, cokelat, biscuit, minum es dan lainnya. Oleh sebab itulah, hindarilah sejenis makanan-makanan tadi sebagai salah satu langkah mencegah gejala obesitas pada anak.

Cara mengatasi gejala obesitas pada anak salah satunya dilakukan dengan buah mangga. Kandugan konsentrasi bioaktif yang ada di dalam buah manga sangat tinggi dalam membantu meningkatkan penghambatan pada perkembang sel-sel lemak dalam tubuh manusia. Untuk bisa memahami semua senyawa alami yang ada di dalam setiap buah memah tidak mudah dibandingkan dengan meneliti kandungan gizi yang ada di dalamnya. Kulit buah manga merupakan sumber potensi dari NUtraceuticals atau makanan yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh dan selain manfaar yang ada pada buahnya sendiri. Penemuan seperti ini juga sangat berguna dalam dunia medis dan dunia kesehatan untuk membantu mengatasi obesitas pada anak yang memiliki banyaknya peranan yang bisa menimbulkan macam-macam dari suatu penyakit.

Gejala Obesitas Pada Anak

Posted in Obesitas Pada Anak | Tagged , , , , | Leave a comment

Kegemukan Obesitas

Kegemukan Obesitas  – Memiliki bentuk tubuh yang ideal pasti menjadi dambaan setiap orang, terlebih bagi para wanita. Bukan hanya karena enak dipandang, tetapi bagi orang yang memiliki tubuh langsing akan banyak mendapatkan kemudahan dalam memilih pakaian dan kelincahan bergerak dibandingkan dengan orang bertubuh gemuk. Kemudian, kalau anda tidak lagi bersemangat, tubuh terasa tidak segar, padahal anda baru saja bangun, artinya tubuh anda sedang memberikan sinyal bahwa kondisi anda secara fisik mulai terusik. Pasti ada sesuatu yang tidak beres didalam tubuh anda. Menurunnya daya tahan tubuh ini dapat disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat. Rupanya prinsip ekonomi “pemasukan harus lebih besar dari pengeluaran” bukan lagi menjadi dalil yang penting dalam urusan berat badan.

Kegemukan Obesitas

Kegemukan Obesitas

Kegemukan Obesitas

Dulu, orang kurus dibilang penyakitan dan yang gemuk di bilang sehat, bahkan dapat meningkatkan prestise seseorang. Sehingga banyak ibu-ibu merasa gemas kalau melihat anak yang gemuk. Kegemukan Obesitas sering dilambangkan sebagai pertanda kehidupannya sudah mamkur, dan tidak lagi memiliki beban pikiran. Anggapan tersebut tentu saja keliru, karena yang namanya kegemukan ternyata dapat menimbulkan banyak masalah. Anda yang bertubuh gemuk dengan perut membuncit (bukan karena hamil), barangkali adalah orang yang lahir di zaman yang salah. Berdasarkan hasil penelitian, tubuh gemuk dengan perut buncit mengindikasikan bahwa yang bersangkutan memiliki masalah dengan kolesterol dan beresiko terkena berbagai penyakit diabetes, serangan jantung, dan penyakit stroke.

Tubuh gemuk sebenarnya bukanlah akibat dari jumlah asupan makanan yang berlebihan saja, tapi juga karena kurang berolahraga dan beraktivitas, serta pola konsumsi sehari-hari yang tidak tepat. Kegemukan Obesitas dapat menjadi penyebab timbulnya beberapa penyakit, antara lain terganggunya pembuluh darah, melemahnya persendian, terutama di lutut.

Memang tubuh kita memerlukan energi untuk menunjang semua aktivitas yang kita lakukan. Energi tersebut diperoleh dari makanan yang kita konsumsi. Untuk mendapatkan berat badan yang ideal kita perlu menjaga keseimbangan pemasukan dan pengeluaran energi. Apabila terjadi kelebihan energi, dengan kata lain aktivitas tidak seimbang dengan banyaknya makanan yang di konsumsi, maka kelebihan energi tersebut akan disimpan dalam tubuh sebagai jaringan lemak.

Kegemukan obesitas pada anak yang terjadi memberikan efek kurang baik yang bisa menyebabkan tidur mengalami gangguan. Menurut salah satu ahli paru, lemak yang berlebihan jumlahnya di dalam perut bisa mendorong paru untuk bekerja menjadi lebih berat saat dalam keadaan tidur. Timbunan dari lemak yang ada pada sekitar tenggorokan bisa membuat jalan keluar udara menjadi berkurang disaat sedang posisi berbaring. Dan susahnya bernapas di malam hari atau mengalami sesak nafas kemungkinan memunculkan masalah tidur mendengkur atau tidur ngorok. Sekitar 40 persen kasus kegemukan obesitas pada orang dewasa yang suka mendengkur di malam hari sudah tertolong dengan cara mengatasi masalah obesitas yang dialaminya.

Gejala Obesitas

Salah satu penelitian yang dilakukan sudah membuktikan sekitar 19 pria yang mendengkur atau mengorok gejala mendengkurnya berkurang hanya dengan cara mengurangi 7 on berat badannya. Dan sementara itu, pengurangan dari berat badan sampai mencapai paling tidak 16 pon yang membuat pria menjadi lebih terbebas dari masalah tidur mendengkur. Menurut salah satu penelitian dari penimbunan lemak yang terjadi pada daerah pinggang akan memicu terjadinya penyakit kanker payudara, dan selain itu juga beresiko terkena penyakit kanker 9 kali lebih besar dibandingkan dengan wanita yang mempunyai berat badan normal.

Selain itu kegemukan obesitas pada anak juga menyebabkan kelainan pada lemak di dalam darah. Dan sekitar 17,9 persen anak yang mengalami kegemukan di Jepang mempunyai kadar kolesterol yang jumlahnya diatas 200 miligram serta sekitar 10 persen dengan kadar trigliserida yang minimalnya adalah 160 gram. Pada masalah kegemukan obesitas pada anak dengan kadar kolesterol dan trigliserida yang cenderung lebih berkorelasi pada nilai yang tinggi diatas jumlah normal, dan hal ini juga sangat beresiko bisa mengakibatkan terjadinya serangan penyakit salah satunya adalah penyakit jantung coroner.

Pengobatan pada kegemukan obesitas pada anak untuk membantu menurunkan berat badan atau juga dengan cara mempertahankan berat badan anak agar bisa mencapai keadaan normal. Umumnya target dari cara menurunkan berat badan yang lebih dianjurkan pada tahap yang pertama adalah hanya sekitar 10 persen dari berat badan yang terhitung selama 6 bulan. Dan penurunan pada berat badan yang sangat dianjurkan sekitar 0,5-1 kg dalam setiap minggunya.

Cara Mengatasi Obesitas

Kegemukan atau obesitas pada anak dengan menurunkan berat badan yang berlebihan sebaiknya tidak dianjurkan, dan disamping karena bisa memunculkan masalah gangguan kesehatan, misalnya adalah seperti kasus dibawah ini :

  1. Sindroma malabsorbsi
  2. Penyakit osteoporosis
  3. Ileus aralytik
  4. Stress yang terjadi secara berkepanjangan.

Umumnya hal ini terjadi tidak tahan lama. Pengobatan yang sangat dianjurkan untuk kegemukan obesitas pada anak adalah dengan modifikasi diet, peningkatan aktivitas fisik dan juga pola perilaku yang harus dirubah. Pemberian dari obat obesitas dan juga melakukan terapi akupuntur secara alami yang bisa menjadi lebih cepat untuk membantu cara menurunkan berat badan untuk penderita kegemukan obesitas pada anak yang bisa beresiko lebih tinggi yakni adalah penderita dnegan kasus IMT 25-29,9 atau juga pada penderita dengan kasus lingkar pinggang yang ukurannya lebih normal.

Kegemukan Obesitas

Posted in Obesitas Pada Anak | Tagged , , , , | Leave a comment

Komplikasi Obesitas Pada Anak

Komplikasi Obesitas Pada Anak – Tidak dapat dipungkiri, kesibukan dan aktivitas tinggi pada masyarakat yang bekerja dan tinggal di daerah perkotaan menuntut gaya hidup yang serba cepat dan instan. Peluang ini tentunya banyak dimanfaatkan secara jeli oleh produsen makanan cepat saji. Oleh karena itu, tumbuh suburlah restoran-restoran cepat saji di daerah perkotaan.

Komplikasi Obesitas Pada Anak

Komplikasi Obesitas Pada Anak

Obesitas Pada Anak

Junk food saat ini kian digemari oleh anak-aak. Keluarga di perkotaan yang memiliki kesibukan tinggi sering kali tidak ragu memberikan makanan yang dikategorikan sebagai junk food kepada anak-anak mereka dengan mengabaikan dampak negatif jangka panjang terhadap kesehatan anak.

Komplikasi Obesitas Pada Anak yang terjadi pada anak yang memiliki tingkat kegemukan obesitas tinggi. Berbagai keadaan yang erat hubungannya dengan obesitas baik yang terjadi pada masa bayi maupun pada masa dewasa, antara lain :

  1. Terhadap kesehatan
    Obesitas ringan sampai sedang, morbiditasnya kecil pada masa anak-anak. Tetap bila obesitas masih terjadi setelah masa dewasa, maka morbiditas maupun mortalitasnya akan meningkat. Terdapat korelasi positif anatara tingkat obesitas dengan berbagai penyakit infeksi, kecuali TBC.
  1. Saluran pernapasan
    Pada bayi, obesitas merupakan risiko terjadinya infeksi saluran pernafasan bagian bawah, karena terbatasnya kapasitas paru-paru. Adanya hipertrofi tonsil dan adenoid akan mengakibatkan obstruksi saluran nafas bagian atas, sehingga mengakibatkan gangguan tidur, gejala-gejala jantung dan kadar oksigen dalam darah yang abnormal. keluhan lainnya adalah nafas yang pendek.
  1. Kulit
    Kulit sering lecet karena gesekan. Anak merasa gerah/panas, sering disertai miliaria maupun jamur pada lipatan-lipatan kulit.
  1. Ortopedi
    Anak yang obesitas pergrakannya lambat. Sering terdapat kelainan ortopedi seperti Legg-Perthee disease, genu valgum, slipped femoral capital epiphyses, tibia vara dll.

Komplikasi Penyakit Obesitas

Selain komplikasi obesitas pada anak yang terjadi diatas, komplikasi obesitas pada anak yang terjadi lainnya adalah :

  1. Penyakit hipertensi
    Salah satu penelitian menunjukkan bahwa adanya suatu hubungan yang langsung antara penyakit hipertensi dengan kasus kegemukan atau obesitas. Kenaikan yang terjadi pada tekanan darah orang dewasa muda dengan berat badan yang berlebih. Tetapi hal ini masih membutuhkan banyak informasi untuk bisa menjelaskannya kembali. Dan selain itu juga pada beberapa penelitian yang dilakukan secara epidemiologi sudah membuktikan juga bahwa adanya keterakitan secara linier antara obesitas dengan peyakit hipertensi. Hubungan jasulanya masih belum disampaikan secara pasti, namun dalam melakukan pengamatan yang selanjutnya, jika seorang penderita obesitas menurunkan berat badannya, maka tekanan darah di dalam tubuhnya juga akan menurun, oleh karena itulah muncul beberapa teori yang menjelaskan mengenai hubungan keduanya.
  2. Penyakit jantung iskemi
    Salah satu penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa meningkatnya terjadinya resiko kematian yang terjadi secara mendadak bisa menjadi sangat menyolok baik yang terjadi pada pria maupun untuk wanita dengan kasus obesitas. Wanita yang mengalami obesitas biasanya mempunyai sekitar 13 kali resiko lebih besar menderita kematian yang terjadi secara mendadak dan menderita kesakitan dibandingkan oleh wanita yang tidak mengalami masalah obesitas. Dan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa timbulnya suatu dugaan mengenai obesitas akan berpengaruh secara langsung dari terjadinya penyakit arteriosclerosis coroner.
  3. Gangguan pernapasan
    Komplikasi obesitas pada anak yang terjadi selanjutnnya adalah gangguan pernapasan. Untuk penderita obesitas biasanya terdapat timbunan lemak yang terletak pada rongga dada dan juga pada ringga perut sehingga akan mengakibatkan terjadinya suatu gangguan pada jalan napas. Oleh sebab itulah pada kasus obesitas kebanyakan terjadinya suatu penurunan pada kapasitas pant yang bisa menyebabkan terjadinya penurunan pada fungsi paru. Kelainan yang terjadi seperti ini jika dalam kasus yang lebih berat dan juga tanda-tanda dari somnolen dan hipoventilasi yang disebut dengan istilah gangguan Pickwickian syndrome. Keadaan yang seperti ini kemudian akan menghilang jika si penderita melakukan cara menurunkan berat badan.
  4. Nyeri sendi
    Komplikasi obesitas pada anak juga bisa berdampak pada terjadinya kelainan sendi. Pada setiap peningkatan dari berat badan yang terjadi lebih dari normal akan bisa memunculkan beban yang berlebihan dibagian sendi penyangga berat badan. Hal ini kemudiaj akan cenderung menyebabkan terjadinya trauma yang ringan namun akan terjadi secara terus menerus dan biasanya akan berakhir menjadi kasus osteoarthritis atau OA baik secara primer dan juga secara sekunder.
    Engel yang ada di dalam penelitian pada populasi penduduk yang terbagi menjadi 4 kelompok, yakni kelompok yang memiliki berat badan berlebihan dengan usia yang semakin tua akan beresiko lebih cepat atau lebih dini dalam menderita penyakit osteoarthritis. Sendi yang mengalami masalah ini adalah pada bagian sendi penyangga berat badan yakni misalnya seperti punggung, pangkal paha, lutut, dan pada pergelangan kaki.

Cara Mengatasi Obesitas

Cara yang dilakukan untuk mengatasi masalah komplikasi obesitas pada anak adalah :

  1. Melakukan diet
    Diet rendah kalori namun cukup nutrisi dan gizi ialah sekitar 15-20 kalori/kg.bb. Dan dengan komposisi sebanyak 20% protein, 65% karbohidrat serta 15% lemak.
  2. Olahraga
    Melakukan olahraga selain membantu mempercepat system metabolism, bermanfaat untuk membuat tubuh tetap bugar dan bisa menambah penampilan. Olahraga yang dimaksud adalah bertujuan untuk mengeluarkan kalori yang banyak dibandingkan dengan jumlah kalori yang masuk.
  3. Obat obesitas
    Penggunaan obat obesitas adalah dengan obat penahan nafsu makan untuk golongan obat amfematin. Obat ini merupakan obat yang bisa membantu meningkatkan metabolism di dalam tubuh.

Komplikasi Obesitas Pada Anak

Posted in Obesitas Pada Anak | Tagged , , , , | Leave a comment

Penyebab Obesitas Pada Anak

Penyebab Obesitas Pada Anak – Obesitas dapat terjadi pada usia berapa saja, tetapi yang tersering pada tahun pertama kehidupan usia 5-6 tahun dan masa remaja. Anak yang obesitas tidak hanya lebih berat dari anak seusianya, tetapi juga lebih cepat matang pertumbuhan tulangnya. Anak yang obesitas relatif lebih tinggi pada masa remaja awal, tetapi pertumbuhan memanjangnya selesai lebih cepat, sehingga hasil akhirnya mempunyai tinggi badan relatif lebih pendek dari anak sebayanya.

Bentuk muka anak yang onbesitas tidak proporsional, hidung dan mulut relatif kecil, serta berdagu ganda. Terdapat timbunan lemak pada daerah payudara, dimana pada anak laki-laki sering merasa malu karena payudaranya seolah-olah tumbuh. Perut menggantung dan sering disertai strie. Alat kelamin pada anak laki-laki seolah-olah kecil, karena adanya timbunan lemak pada daerah pangkal paha. Paha dan lengan atas dasar, jari-jari tangan relatif kecil dan runcing. Sering terjadi gangguan psikologis, baik sebagai penyebab ataupun sebagai akibat dari obesitasnya.

Secara umum, penyebab kegemukan dan obesitas pada anak belum diketahui secara pasti hingga saat ini. Namun, berbagai penelitian ilmiah menunjukkan bahwa penyebab kegemukan dan obesitas pada anak bersifat multifaktor.

Ada 3 faktor yang diketahui berperan besar meningkatkan risiko Penyebab Obesitas Pada Anak terjadinya kegemukan dan obesitas, yakni

  1. Faktor gentika (keturunan)

Kegemukan dan obesitas pada anak merupakan kosekuensi dari asupan kalori (energi) yang melebihi jumlah kalori yang dibakar dalam proses metabolisme di dalam tubuh anak.

Keterlibatan faktor genetik dalam meningkatkan faktor risiko kegemukan dan obesitas diketahui berdasarkan fakta adanya perbedaan kecepatan metabolisme tubuh antara satu individu dan individu lainnya. Individu yang memiliki kecepatan metabolisme lebih lambat memiliki risiko lebih besar menderita kegemukan dan obesitas. Berbagai penelitian mengungkapkan fakta bahwa beberapa gen terlibat dalam hal ini.

  1. Faktor aktivitas

Pola aktivitas yang minim berperan besar dalam peningkatan risiko kegemukan dan obesitas pada anak. Sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya, kegemukan dan obesitas lebih mudah diderita oleh anak yang kurang beraktivitas fisik maupun olahraga.

Kegemukan dan obesitas pada anak yang kurang beraktivitas fisik maupun berolahraga disebabkan oleh jumlah kalori yang dibakar lebih sedikit dibandingkan kalori yang diperoleh dari makanan yang dikonsumsi sehingga berpotensi menimbulkan penimbunan lemak berlebih di dalam tubuh.

  1. Faktor pola makan

Selain faktor genetik dan pola aktivitas sebagai salah satu Penyebab Obesitas Pada Anak. Pola makan juga berperan besar dalam peningkatan risiko terjadinya kegemukan dan obesitas pada anak. Makanan yang mesti dihindari untuk mencegah kegemukan dan obesitas pada anak adalah yang tinggi kadar kalorinya, rendah serat, dan minim kandungan gizinya.

Penyebab obesitas pada anak bisa menimbulkan komplikasi yang terjadi di masa mendatang. Cara mengatasi komplikasi penyebab obesitas pada anak adalah tergantung dari jenis komplikasi yang dialami :

  1. Penyakt hipertensii
    Pada dasarnya hampir dari semua penelitian dan para ahli berpendapat bahwa jika berat badan anak diturunkan maka tekanan darah juga akan turun. Namun hal ini terkadang masih membutuhkan pengobatan dengan pemberian obat hipertensi, dan juga masih harus memperhatikan apakah pada penderita obesitas, kasus menggunakan obat-obatan ini bisa membuat tekanan darahnya mengalami peningkatan.
  2. Penyakit jantung iskemik
    Obesitas pada anak bukanlah salah satu penyebab obesitas pada anak yang terjadi pada penyakit jantung iskemik yang terjadi secara langsung, namun hanya merupakan salah satu factor resiko. Apabila jia aktivitas fisik yang dilakukan dengan cara yang baik dan dilakukan dengan teratur, maka kekmungkinan untuk terjadinya penyakit jantung iskemik juga akan semakin berkurang.
  3. Penyakit diabetes
    Pada penderita obesitas dengan kasus diabetes, cara mengatasinya biasanya diberikan diit yang lebih rendah jumlah kalorinya yakni adalah sekitar 15-20 kalori/kg.bb/hari. Dan selain itu juga seringkali didapatkan kurangnya suatu sensitivitas pada pemberian jenis inuslin namun responsive pada silfomil urea.
    Pemberian dari insulin jjuga harus berdasarkan dosis yang jumlahnya lebih tinggi. Dan kemudian diturunkan dengan pelan-pelan.
  4. Penyakit osteoarthritis
    Pada kasus obesitas dengan terjadinya kasus kelainan pada sendi atau penyakit osteoarthritis, tindakan yang paling utama adalah utuk memberikan diet denga tujuan menurunkan berat badan dengan menggunakan tujuan untuk membantu mengurangi beban yang terjadi pada sendi enyangga berat badan. JIkan terasa nyeri sekali sebaiknya sendi mendapatkan waktu istirahat yang cukup dan selain itu juga dilakukan fisioterapi. Jika tidak bisa diatasi dengan baik maka bisa diberikan jenis obat-obatan untuk membantu mengatasi radang jenis obat ini adalah obat anti radang nonsteroid atau NSAID. Terkadang bisa juga diberikan obat jenis steroid intra artikuler.

Penderita obesitas pada anak merupakan penderita dengan masalah berat badan yang berlebihan dari 120% dibandingkan dengan berat badan normal. Dan tidak jarang juga anak dengan komplikasi seperti penyakit tekanan darah tinggi, penyakit jantung iskemik, penyakit diabetes, dan sesak nafas serta penyakit osteoarthritis.

Panatalaksanaan yang dilakukan pada obesitas ini prinsipnya adalah untuk membantu menurunkan berta badan dengan cara melakukan diet rendah kalori, melakukan olahraga, menggunakan obat-obatan dan terkadang melakukan suatu pembedahan untuk kasus yang semakin parah. Sedangkan untuk kasus komplikasi yang terjadi dengan jarang juga dibutuhkan obat jenis anti hipertensi untuk bisa membantu menghindari dan mencegah penyakit jantung iskemik yang bisa dilakukan dengan cara mengurangi dan bahkan menghilangkan factor resiko komplikasi.

Penyebab Obesitas Pada Anak

Posted in Obesitas Pada Anak | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Etiologi dan Patogenesis Obesitas

Etiologi dan Patogenesis Obesitas – Prevalensi kegemukan dan obesitas pada anak terus meningkat secara nyata di seluruh dunia. Bahkan di beberapa negara industri dan maju, seperti Amerika Serikat, kegemukan dan obesitas dapat dikategorikan sebagai wabah (epidemi). Peningkatan prevalensi kegemukan dan obesitas pada anak di Amerika serikat diketahui sejak tahun 1970-an.

Data dari 2 survei yang dilakukan Lembaga survei Gizi dan Kesehatan nasional (NHANES) pda periode 1976-1980 dan 2003-2006 menunjukkan bahwa prevalensi obesitas terus meningkat secara nyata pada beberapa kelompok usia anak, yakni pad usia kelompok 2-5 tahun prevalensinya meningkat dari 5 % menjadi 12,4 % pada kelompok usia 6-11 tahun prevalensinya meningkat dari 6,5 % menjadi 17 %  dan pada kelompok usia 12-19 tahun prevalensinya meningkat dari 5 % menjadi 17,6 %.

Klasifikasi obesitas berdasarkan gejala klinisnya, obesitas dibagi menjadi :

  1. Obesitas sederhana (simple obesity)

Terdapat gejala kegemukan saja tanpa disertai kelainan hormonal /mental/fisik lainnya. Obesitas ini terjadi karena faktor nutrisi.

  1. Bentuk khusus obesitas
  2. Kelainan endokrin/hormonal

Tersering adalah sindrom Cushing pada anak yang sensitif terhadap pengobatan dengan hormon steroid.

  1. Kelainan somatodismorfik

Sindrom Prader-Willi, sindrom Summit dan Carpenter, sindrom Laurence Moon-Biedl dan sindrom Cohen.

Obesitas pada kelainan ini hampir selalu disertai mental retardasi dan kelainan ortopedi.

  1. Kelainan hipotalamus

Kelainan pada hipotalamus yang mempengaruhi nafsu makan dan berakibat terjadinya obesitas, sebagai akibat dari kraniofaringioma, lekemia serebral, trauma kepala dll.

Etiologi dan Patogenesis Obesitas

Terjadinya obesitas menurut jumlah sel lemak, adalah sebagai berikut :

  1. Jumlah sel lemak normla, tetapi terjadi hipertrofi/pembesaran
    2. Jumlah sel lemak meningkat/hiperplasi dan juga terjadi hipertrofi

Penambahan dan pembesaran jumlah sel lemak paling cepat pada masa anak-anak dan mencapai puncaknya pada masa meningkat dewasa. Setelah masa dewasa tidak akan terjadi penambahan jumlah sel, tetapi hanya tejadi pembesaran sel. Obesitas yang terjadi pada masa anak selain hiperplasi juga terjadi hipertrofi. Sedangkan obesitas yang terjadi setelah masa dewasa pada umumnya hanya terjadi hipertrofi sel lemak.

Disini kami akan menjelaskan mengenai etiologi dan patogenesis obesitas.

Etiologi Obesitas adalah :

  1. Akibat factor lingkungan
    Pengaruh factor lingkungan yang terjadi pada kasus obesitas pada anak sangat tinggi, baik tingkat aktivitas fisik yang sangat rendah dan juga pada asupan kalori dengan jumlah yang terlalu besar. Waktu yang kebanyakan dihabiskan hanya untuk menonton televise berkaitan dengan angka obesitas pada anak serta remaja, dan hal ini akan memberikan efek yang terus berlanjut disaat usia mereka dewasa. Waktu tidur yang berkurang akibat obesitas atau juga terjadinya masalah resistensi pada insulin. Suatu mekanisme dari hubungan ini diduga berhubungan dengan terjadinya perubahan kadar leptin dan ghrelin di dalam serum, atau juga tersedianya waktu yang menjadi lebih banyak dalam mengonsumsi jenis makanan anak yang tidur dengan waktu lebih sedikit.
  2. Factor genetic
    Faktor keturunan atau factor genetic juga berperan besar sekitar 30-50% yang bervariasi dengan akumulasi pada jaringan lemak. Namun polimorfisme genetic untuk kasus ini masih belum ditemukan. Pada beberapa sindrom yang lebih spesifik dan juga terjadinya suatu kelainan pada gen tunggal yang berhubungan dengan obesitas pada anak sudah ditemukan. Dan semua ini adalah salah satu penyebab yang juga sangat jarang dijumpai pada kasus obesitas pada anak. Biasanya hanya mencakup sektar kurang dari 1% obesitas pada anka yang bisa dijumpai pada pusat penelitian. Selain itu juga, anak dengan kasus sindrom genetic ini biasanya mempuyai suatu temuan secara berkarakter di dalam pemeriksaan fisik yang dilakukan.
  3. Faktor endokrin
    Penyebab dari obesitas pada anak akibat dari hormone endokrin ini terjadi hanya sekitar kurang dari 1% dan juga pada kasus remaha, dan beberapa diantaranya adalah untuk kasus hipotiroid, kelebihan kortikol, difisiensi pada hormone pertumbuhan, serta lesi hipotalamus atau infeksi yang terjadi, malformasi, vascular, neoplasma, dan juga mengalami trauma. Anak dengan kasus endokrin yang biasanya mempunyai postur dengan tubuh pendek dan juga mengalami masalah hypogonasodium.
  4. Metabolisme programming
    pengaruh lingkungan dan juga nutrisi yang terjadi selama masa kritikal dalam perkembangan yang bisa sangat mempengaruhi predisposisi seseorang yang bisa menjadi lebih obese atau juga mengalami penyakit gangguan metabolic. Penelitian ini juga menunjukkan adanya suatu hubungan yang berkaitan antara berat lahir sebagai refleksi dari nutrisi selama masa kehamilan dengan terjadinya penyak diabetes, penyakit jantung dan terjadinya obesitas pada usia dewasa.

Etiologi dan Patogenesis dari keterkaitan antara obesitas dengan pemicu obesitasnya adalah konsumsi makanan yang dilakukan secara berlebihan akan menyebabkan terjadinya obesitas. Konsumsi jenis makanan ini dengan lebih alami diregulasi pada system neurohormonal tubuh yang bisa mengatur dan mengendalikan tingkat kelaparan atau juga tingkat nafsu makan. Namun factor dari regulasi ini juga sangat berpengaruh oleh berbagai macam hal lainnya, diantaranya adalah p-pada factor fenetik, nutrisi, serta lingkungan dan juga pada sinyal osikis. Sehingga upaya dalam melakukan pencegahan obesitas bisa dilakukan dengan memantau komponen-komponen tersebut, sehingga seluruh dari system pengaturan akan berjalan dengan lebih baik dan bisa berjalan dengan lebih seimbang. Dan pada obesitas anak, serta obesitas yang secara umum terjadi masih bisa dicegah dan dihindari.

Etiologi dan Patogenesis Obesitas

Posted in Obesitas Pada Anak | Tagged , , , | Leave a comment

Anak Obesitas

Anak Obesitas – Obesitas merupakan keadaan patologis, yaitu dengan terdapatnya penimbunan lemak yang berlebihan dari yang diperlukan untuk fungsi tubuh yang normal. Tetapi masih banyak pendapat di masyarakat yang mengira bahwa anak yang gemuk adalah sehat.

Anak Obesitas atau kegemukan jika dinilai dari segi kesehatan merupakan salah satu penyakit salah gizi, sebagai akibat konsumsi makan yang jauh melebihi kebutuhannya. Angka kejadian obesitas pada anak di negara-negara maju terus bertambah. Menurut Weli BW 1991, angka kejadian di Amerika meningkat 40 % (dari 15%-21%). Sedangkan angka kejadian di Indonesia masih belum ada data-datanya. Tetapi dari pengamatan sehari-hari mulai banyak ditemukan kasus obesitas pdaa anak.

Kegemukan atau Anak Obesitas  merupakan kosekuensi dari asupan kalori (energi) yang melebihi jumlah kalori yang dilepaskan atau dibakar melalui proses metabolisme di dalam tubuh anak. Obesitas pada anak yang dialami dapat dinilai melalui berbagai metode atau teknik pemeriksaan. Salah satunya adalah pengukuran indeks massa tubuh atau Body Masss Index (BMI). Pengukuran BMI dilakukan dengan cara membagi nilai berat badan (kg) dengan nilai kuadrat dari tinggi badan (cm). Kemudian nilai ini akan diplot pada kurva pertumbuhan anak.

Selain dengan metode pengukuran BMI ( berat badan tubuh ideal), metode lain juga dapat dilakukan dengan mengukur lingkar pinggul dan ketebalan lemak kulit. Pemeriksaan ini tergolong sederhana dan mudah dilakukan. Hasil pengukuran lingkar pinggul dan ketebalan lemak kulit kemudian dibandingkan dengan nilai standar pada tabel sesuai dengan umur dan jenis kelaminnya.

Berikut perumusan cara menghitung berat badan ideal

Berat badan ideal = (tinggi badan – 100) – (10 % tinggi badan – 100)

Contoh :

Tinggi badan anak 150 cm

Berat badan ideal = (150-100) – (10% x (150-100)
=     50    –     5
=    45 kg

Jadi berat badan anak adalah 45 kg

Kriteria yang digunakan untuk menentukan obesitas adalah sebagai berikut (dikutip dari Neuman 1983) dan grafik pertumbuhan anak obesitas :

Obesitas pada anak yang terjadi bisa menimbulkan berbagai komplikasi. Komplikasi yang kemungkinan terjadi pada anak obesitas adalah :

  1. Penyakit hipertensi
    Penyakit hipertensi ini terjadi sebagai salah satu nilai dari rata-rata suatu peningkatan pada tekanan darah sistolik dan juga tekanan darah diastolic yang jumlahnya lebih besar atau jumlahnya sama dengan persentil dari 95 berdasarikan dari usia serta jenis kelamin si anak. Prehipertensi yang terjadi pada kasus anak obesitas diartikan sebagai salah satu rata-rata bentuk dari tekanan darah sistolik atau juga pada tekanan darah diastolic yang jumlahnya lebih besar atau sama dengan persentil ke 90 namun jumlahnya lebih kecil dibandingkan dengan persentil ke 95. Penyakit hipertensi untuk kasus obesitas pada anak stadium 1 merupakan nilai dari tekanan darah sistolik dan diastolic yang berada diantara persentil 95-99 yang ditambahkan dengan 5 mmHg.
  2. Saluran pernapasan
    Komplikasi yang terjadi untuk obesitas pada anak salah satunya adalah gangguan infeksi saluran pernapasan bagian bawah, karena keterbatasan dari kapasitas paru yang menyebabkan mereka penderita obesitas mengalami masalah saluan pernapasan atau sesak nafas.
  3. Kulit
    Kulit yang lecet akibat dari suatu gesekan. Anak dengan kondisi gerah atau juga panas dan muculnya jamur pada lipatan-lipatan di kulit.
  4. Ortopedi
    Komplikasi obesitas pada anak selanjutnya adalah anak dengan kasus obesitas biasanya pergerakannya terjadi lebih lambat. Dan seringkali hal ini terjadi suatu kelainan pada ortopedi yang mirip seperti genu valgum dan lainnya.
  5. Efek dari psikologi
    Kurangnya kepercayaan diri, anak dengan usia remaja yang mengalami obesitas biasanya akan menjadi lebih pasif dan tidak aktif serta mengalami masalah depresi.
  6. Obesitas pada masa anak-anak akan berlanjut sampai ke usia dewasa :
    komplikasi yang terjadi adalah penyakit hipertensi pada masa adolesensi, hyperlipidemia, penyakit diabetes, sindroma pickwickian atau terjadinya gangguan pada jantung serta pernapasan, hipoventilasi, maturitas seksual yang terjadi lebih awal, dan mengalami menstruasi tidak teratur.

Prognosis dari obesitas pada anak semuanya tergantung dari penyebab serta ada atau juga tidaknya suatu komplikasi yang terjadi. Obesitas yang terjadi secara berkelanjutan hingga usia dewasa, mengalami morbiditas dan juga mortalitasnya yang jumlahnya tinggi.

Obesitas pada anak bisa terjadi akibat dari ketidakseimbangan dari energy yang masuk dengan energy yang keluar. Apalagi untuk usia remaja, yang khususnya pada wanita yang sedang mengalami masa pertumbuhan yang lama kelamaan akan cepat terjadi jika tidak diimbani dengan baik misalnya dengan melakukan suatu aktivitas fisik. Terdapat tiga penyebab dari obesitas yakni adalah factor fisiologis, factor psikologis, dan juga pada factor kecelakaan. Dan dilihat berdasarakn hal ini yang menjadi penyebab dari obesitas, dari factor-faktor tersebut kemudian salah satunya yang lebih sering terjadi adalah pola makan atau juga pada jenis makanan yang Anda konsumsi dan jenis aktivitas yang dilakukan oleh anak. Oleh sebab itulah, dilakukan suatu penelitian yang bisa membantu menganalisa serta cara mengatasi kasus obesitas yang dilakukan pada remaja putri dengan salah satu caranya adalah mengetahui factor penyebab utama dari remaja putri bisa mengalami obesitas dan kemudian selanjutnya akan diberikan suatu latihan dengan pengaturan pada pola makan dan melakukan senam aerobic dalam waktu 60 menit dengan intensitas 3 kali dalam seminggu.

Anak Obesitas

Posted in Obesitas Pada Anak | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment