Obesitas Pada Anak Usia Dini

Obesitas Pada Anak Usia Dini – Tidak semua orang mempunyai berat badan lebih disebut sebagai obesitas. Karena pada atlit yang karena latihan-latihan ang teratur menyebabkan mas aotot yang tumbuh dengan baik, akan mempunyai berat badan rata-rata yang lebih dari anak sebayanya,  tidak dapat disebut sebagai obesitas.  Demikian pula dengan anak yang kerangka tulangnya besar dan otot-ototnya lebih dari biasanya, sehingga berat badan dan tingginya diatas rata-rata anak sebayanya, juga bukan disebut sebagai obesitas pada anak usia dini.  Untuk diagnosisi obesitas harus ditemukan gejala klinis obesitas dan disokong dengan pemeriksaan antropometri yang jauh diatas normal. Pemeriksaan antropometri yang sering digunakan adalah berat badan terhadap tinggi badan, berat badan terhadap umur dan tebalnya lipatan kulit.

Obesitas Pada Anak Usia Dini

Obesitas Pada Anak Usia Dini

Obesitas Pada Anak

Pengobatan obesitas pada anak usia dini yang kegemukan harusnya melibatkan seluruh anggota keluarga. Terutama kea rah pengaturan makanan. Pada beberapa anak, langkat pengaturan makanan lebih berhasil daripada pengaturan latihan fisik.  Beberapa nasihat bagi orangtua yang anaknya obesitas :

  • Berikan perhatian Anda pada anak yang obesitas. Bila tidak ada yang memperhatikan, anak lebih beresiko obesitas pada umur yang lebih tua.
  • Ajari anak agar tidak makan menuruti selera, tetapi hanya sesuai dengan keperluan.
  • Jangan terlalu ketat mengawasi  anak agar makan hanya sedikit, hal ini akan mengganggu jadwal makan  anak dan menggangu respons anak terhadap rasa lapar dan rasa kenyang. Perlu diingat, respons lapar dan rasa kenyang adalah cara yang diperlukan untuk mengendalikan kebiasaan makan sehari-hari anak.
  • Biasanya agar anak bisa mengontrol dan mengendalikan berat badannya. Dan perlu diingat bila orangtua tidak ada yang obesitas, maka kecil resiko anak menderita obesitas, resiko anak akan obesitas meningkat 2 kali lipat.
  • Jangan terlalu menekankan perhatian pada berat badan anak, tetapi perhatian diarahkan pada kesehatan, kebiasaan makan,  aktifitas fisik.
  • Batasi waktu untuk menonton televise.  Karena waktu untuk menonton televisi . Karena waktu untuk menonton televise ternyata berbanding dengan peningkatan berat badan anak.
  • Bila sudah ada mulai tanda-tanda obesitas atau anak mempunyai faktor resiko obesitas, segera minta petunjuk adokter anak, agar segera bisa diambil langkah pengolahan/.

Beberapa nasihat untuk masalah obesitas pada anak usia dini dan di usia sekolah :

  • Makan sambil menonton di depan televise berpotensi meningkatkan resiko obesitas. Seperti  halnya  makan sambil main video game dan main computer.
  • Atur makanan yang boleh sebagai makanan kecil (sncak).
  • Jangan makan di kamar tidur (menghindari agar tidak makan sambil bermalas-malasan)
  • Anak harus mengatur sendiri makanan kecil yang boleh dimakan dan harus mengetahui makanan yang sehat baginya, apalagi anak yang mempunyai resiko obesitas.

Saat ini masih banyak anggapan di masyarakat bahwa anak gemuk adalah anak yang sehat. Seringkali ibu-ibu merasa bangga kalau anaknya sangat gemuk, mereka merasa kecewa jika melihat anaknya kurus tidak segemuk anak tetangga. Kalau  saja orangtua mau memantau berat badan dan tinggi badan anaknya secara teratur dan ternyata sudah ideal antara berat badan dan tinggi bada, anak tersebut berada dalam batas yang normal dan sehat. Memang banyak oragtua bangga dan senang jika buah hatinya gemukm tapi jangan dulu bangga. Sebab kegemukan pada anak bisa memicu penyakit terutama penyakit jantung, penyakit diabetes, fungsi paru, peningkatan kadar kolesterol tinggi, gangguan ortopdeik (kaki pengkar) sampai rentan terhadap kelainan kulit.

Cara Mengatasi Obesitas Pada Anak Usia Dini

Obesitas pada anak usia dini membutuhkan evaluasi dari medis dengan lebih menyeluruh oleh dokter anak dan juga dari keluarga untuk membantu mempertimbangkan kemungkinan dari terjadinya penyebab fisik yang muncul. Dengan ada atau tidaknya suatu gangguan fisik, satu-satunya cara yang bisa membantu untuk cara menurunkan berat badan adalah dengan mengurangi jumlah kalori yang dimakan dan juga untuk meningkatkan terjadinya aktivitas fisik misalnya adalah dengan melakukan olahraga dan melakukan kegiatan fisik yang lain-lainnya. Tentu saja hal ini hanya bisa terjadi jika ada suatu bentuk motivasi diri dari anak atau juga dari orangtua. Karena masalah obesitas pada anak usia dini sering berpengaruh pada lebih dari satu anggota keluarga, dan bisa membuat makanan yang sehat serta melakukan olahraga secara teratur dengan melakukan aktivitas keluarga yang bisa meningkatkan terjadinya kemungkinan keberhasilan untuk bisa mengendalikan berat badan pada anak dan remaja.

Obat Obesitas

Obat obesitas dan cara mengatasi obesitas pada anak serta remaja adalah:

  1. Membuat program untuk mampu mengendalikan berat badan.
  2. Melakukan cara diet cepat dengan merubah kebiasaan makan misalnya dengan makan secara perlahan dan lama kelamaan hal ini juga akan terbawa oleh mereka sampai dewasa.
  3. Kontrol pola makan anak dengan menyeleksi makanan yang hendak dikonsumsi anak.
  4. Mengontrol porsi dan juga mengonsumsi makanan  yang mengandung kalori dengan jumlah yang sedikit.
  5. Meningkatkan aktivitas fisik yang paling utama adalah saat berjalan dan mengubah pola hidup menjadi lebih aktif lagi.
  6. Makan bersama keluarga bisa membantu orangtua mengawasi makanan anak Anda.
  7. Tidak memberikan makanan sebagai salah satu bentuk hadiah.
  8. Membatasi asupan makanan seperti cemilan.

Jika masalah obesitas pada anak usia dini tidak diatasi dengan baik dan cepat maka hal ini kemungkinan akan menyebabkan resiko penyakit jantung dan penyakit diabetes di usia dewasa menjadi semakin tinggi.

Obesitas Pada Anak Usia Dini

Posted in Obesitas Pada Anak | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Mengatasi Obesitas Pada Anak

Mengatasi Obesitas Anak – Dalam mengatasi permasalahan kegemukan pada anak, orangtua tetap harus menjadi pendukung  utama di bantu oleh petugas kesehatan dan ahli gizi. Ini karena orangtua berperan besar dalam mengendalikan aktivitas dan mendukung prubahan gaya hidup anak supaya lebih sehat. Kenali perasaan anak dan berikan dukungan, bukan dengan menekan anak. Pastikan anak tahu bahwa orangtua mencintainya dalam kondisi apapun.

Obesitas Pada Anak

Biasanya dalam Mengatasi Obesitas pada Anak atau remaja, target di fokuskan untuk memperlambat peningkatan berat badan atau mempertahankan berat yang telah ada, bukannya menurunkan. Ini karena anak masih dalam pertumbuhan, sehingga diharapkan penurunan berat badan terjadi secara bertahap seiring dengan waktu. Ini akan mencegah anak obesitas menjadi obesitas pada masa dewasanya. Agar target ini tercapai maka perlu keterlibatan seluruh keluarga dalam jangka panjang. Dengan seluruh anggota keluarga yang mendukung maka gaya hidup anak menjadi lebih sehat, dengan mencontoh anggota keluarga yang lain.

Mengatasi Obesitas Pada Anak

Mengatasi Obesitas Pada Anak

  • Aktifitas fisik
    Membatasi waktu menonton televisi, bermain game atauy komputer akan mendorong anak untuk lebih banyak bermain atau beraktifitas sesuai dengan minatnya, seperti berenang, bersepeda, bermain sepatu roda, dll. Ini juga menjauhkan anak dari mengemil dan minum-minuman ringan sambil bersantai. Apalagi jika aktifitas dilakukan bersama anak keluarga, anak juga akan meniru orangtuanya dalam beraktifitas. Tapi jangan paksakan anak bila ia merasa malu dan tidak nyaman dengan aktifitas tertentu. Pastikan kegiatan diikuti sesuai dengan usia anak dan ingatkan untuk banyak minum selama beraktifitas.
  • Pengaturan diet
    Difik anak untuk memahami kebutuhan nutrisi dan makanan. Untuk hal lain, dapat dibantu oleh seorang ahli gizi. Libatkan anak dalam mempersiapkan makanan dan berbelanja, dan jangan memaksakan makanan kepada anak. Biarkan ia memilih sendiri, sambil dibimbing agar anak memakan makanan yang bervariasi.
    Makan bersama keluarga dan makan secara perlahan dapat membantu anak sehingga makan lebih menyenangkan. Anak juga tidak boleh di larangmakan makanan ringan, dalam jumlah terkontrol terutama saat berada di pesta dan acara-acara sosial lainnya.
  • Makanan ringan dan makanan sehari-hari
    Makanan yang sehat seperti gandum utuh, sayur mayur dan buah-buahan sangat penting untuk menjaga nutrisi anak. Gunakan susu yang rendah lemak, dan sebaiknya masak sendiri, terutama makanan cepat saji.

Mengatasi masalah obesitas pada anak memang susah-susah gampang, namun dengan semangat dan dukungan pada anak, hal ini bukan tidak mungkin tercapai. Yang terpenting anak tetap mendapatkan nutrisi yang cukup melalui makanan yang bervariasim dan mengandung kalori dalam jumlah cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang sehat. Terutama di dukung oleh orangtua dalam mengatasi stress emosional dan meningkatkan rasa percaya diri anak.

Cara Mencegah Obesitas Pada Anak

Cara terbaik menurunkan pravalensi obesitas, adalah dengan cara pencegahan. Orangtua harus memahami bahwa memberikan makanan dengan botol atau ASI pada bayi bisa berlebihan, walau kelebihan asupan makanan lebih sering ditemukan pada bayi yang diberi makanan dengan botol. Orangtua harus menghargai selera makan anak, dan harus mengerti bahwa anak tidak harus menghabiskan isi botol.

Secara teori cara mengatasi obesitas pada anak adalah dengan mengendalikan berat badan dan penurunan massa indeks tubuh dengan aman dan efektif. Juga, harus mencegah komplikasi jangka panjang yang biasa terjadi pada mereka misalnya penyakit jantung, penyakit diabetes, penyakit hipertensi dan lainnya. Namun cara menurunkan berat badan tidak akan berhasil tanpa keterlibatan seluruh anggota keluarga. Dan pengobatan yang sukses, sering  membutuhkan perubahan pola makan pada keluarga.

Prinsip dari tata laksana obesitas pada anak berbeda dengan dewasa karena harus mempertimbangkan faktor tumbuh kembang. Pada anak jumlah asupan makanan tidak dikurangi, Tapi, komposisi makanan di atur agar tercipta menu yang sehat. Kemudian meningkatkan aktivitas fisik dengan membatasi aktivitas pasif seperti menonton televisi , bermain komputer atau playstation.

Diet ketat tidak baik bagi anak-anak dan remaja yang sedang masa pertumbuhan. Anak-anak dan remaja masih membutuhkan nutrisi yang baik bagi perkembangan tubuh mereka. Ketika mereka melakukan diet ketat banyak anak-anak dan remaja yang tidak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan untuk perkembangannya. Hal itu terutama terjadi pada remaja putri, yang menginginkan tubun indah (langsing). Mereka bisa mati-matian mengurangi makan, sehingga banyak yang justru mengalami kekurangan gizi, seperti zat besi yang sangat dibutuhkan tubuh mereka.

Mengatasi Obesitas Anak tidak akan berhasil tanpa keterlibatan seluruh anggota keluarga. Penanganan pada anak harus melibatkan orang-orang yang sehari-hari di sekitar anak tersebut, seperti orang-orang di lingkungan sekolah, keluarga dan teman bermain. Karena umumnya anak akan mengikuti kebiasaan keluarganya dan lingkungannya. Jika sang ayah atau ibunya senang ngemil, anaknya ototmatis akan gemar ngemil.

Penting untuk menjaga berat badan dan untuk mendistribusikan kembali lemak dalam tubuh menjadi otot. Ini adalah bagian penting program penurunan berat badan. Rekomendasi latihan awal, harus dimulai dengan yang sederhana. Latihan dapat ditingkatkan secara perlahan, untuk menghindari kemungkinan adanya kehilangan semangat. Aktivitas fisik per hari cukup dilakukan 25-30 menit. Apa pun jenis latihannya anak sebaiknya dapat melakukannya selama hari-hari sekolah.

Mengatasi Obesitas Pada Anak

Posted in Obesitas Pada Anak | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Obesitas Dan Kegemukan

Obesitas Dan Kegemukan – Obesitas dan kegemukan adalah kondisi tubuh yang memiliki jumlah cadangan lemak yang lenih banyak dibanding kebutuhannya. Trigliserida dan kolesterol adalah beberapa jenis lemak dalam tubuh kita. Trigliserida banyak terdapat pada tubuh orang gemuk dan tidak dimiliki oleh orang kurus. Adapun kolesterol terdapat baik pada orang kurus maupun gemuk. Kondisi tubuh dengan kadar lemak tinggi disebut hipertrigliserida.

Obesitas Dan Kegemukan

Obesitas Dan Kegemukan

Obesitas dan Kegemukan

Banyak struktur organ dalam tubuh orang gemuk yang diselimuti lemak. Jika jantung, hati, dan pembuluh darah diselimuti dan terdesak lemak. tentu akan membahayakan laju metabolisme.

Orang dengan kondisi Obesitas Dan Kegemukan mempunyai kecenderungan mengalami peningkatan kadar asam urat dalam darah. Sampai saat ini belum ada teori yang bisa menjelaskan mengapa penderita obesitas memiliki kadar asam urat yang tinggi. namun, banyak penelitian menunjukkan bahwa kadar asam urat pada penderita obesitas lebih tinggi dibanding normal. Oleh karena itu, jagalah agar jangan sampai mengalami Obesitas Dan Kegemukan dengan rutin berolahraga dab memerhatikan asupan makan sehari-hari.

Untuk mengetahui Anda mengalami Obesitas Dan Kegemukan dengan cara mengitung indeks massa tubuh atau body mass index (BMI). Kita harus mengetahui  berat dan tinggi badan. Kemudian, berat badan dalam ukuran kilogram dibagi dengan kuadrat tinggi badan dalam ukuran meter. Hasilnya disebut BMI.

Masalah obesitas pada anak saat ini menjadi masalah yang harus mendapat perhatian lebih, karena obesitas pada anak bisa menimbulkan suatu resiko terjadinya suatu penyakit yang lebih berbahaya lagi jika usia mereka semakin tua. Konsekuensi dari peningkatan berat badan akan memberian efek seperti terjadinya intoleransi glukosa, dan juga penyakit hipertensi. Obesitas pada anak, intoleransi glukosa dan juga penyakit hipertensi pada anak biasanya akan menyebabkan usia dini di masa yang akan mendatang sekitar usia 55 tahun.

Kosensus Pengendalian dan Pencegahan Diabetes Melitus tipe 2 di Indonesia meyebutkan bahwa intoleransi glukosa yang menjadi penyebab dari munculnya penyakit diabetes. 4-9 persen mereka yang mengalami intoleransi glukosa biasanya akan mengalami penyakit diabetes. Dan pengidap intoleransi glukosa juga mempuyai resiko atau potensi dari munculnya gangguan pada kardiovaskular yang besarnya satu setengah jali lebih tinggi dibandingkan mereka yang normal.

Resiko Obesitas Pada Anak

Resiko Obesitas pada anak akan menimbulkan masalah seperti dibawah ini :

  1. Resiko penyakit jantung dan juga gangguan pembuluh darah misalnya terjadinya pembesaran atau pembengkakan jantung dan peningkatan pada tekanan darah.
  2. Terjadinya gangguan pada sistem metabolisme glukosa. Misalnya seperti yang dijelaskan diatas intoleransi glukosa.
  3. Gangguan yang terjadi pada kedudukan tulang, bentuknya berupa kaki yang engkor atau juga tergelincirnya pada bagian sambungan tulang paha yang paling sering terjadi adalah pada anak laki-laki.
  4. Selain itu gangguan yang terjadi pada lulit, khususnya adalah dibagian daerah lipatan yang terjadi dari akibat suatu gesekan.
  5. Gangguan pada mata misalnya adalah penglihatan yang ganda, yang terlalu sensitif pada sinar cahaya, serta batas pandangan pada anak yang berubah menjadi lebih sempit.

Bentuk dari tubuh obesitas pada anak adalah :

  1. Apple shape body : Tubuhnya berbentuk seperti buah apel. Hal ini terjadi jika lemak yang lebih banyak ada dibagain atas tubuh, yakni pada dada serta pinggang. Selain itu, bentuk tubuh ini juga akan beresiko lebih besar lagi untuk terserang penyakit kardiovaskular misalnya seperti penyakit hipertensi, penyakit diabetes melitus dibandingkan dengan pear shape body.
  2. Pear shape body :Tuubuhnya berbentuk seperti buah pir. Hal ini terjadi jika lemak yang jumlahnya lebih banyak terjadi dan menumpuk di bagian bawah tubuh yakni pada bagian pinggul serta paha.
  3. Intermediate : bentuk yang terjadi adalah bentuk pertengahan diantara keduanya.

Cara menurunkan berat badan anak adalah dengan membetasi asupan dari kalori yang masuk ke dalam tubh mereka dan juga meningkatkan aktivitas fisik misalnya adalah seperti melakukan olahraga. Dan anak-anak masih membutuhkan gizi serta makanan untuk bisa mendukung terjadinya perkembangan di dalam tubuh mereka. Oleh karena itulah anak sangat dianjurkan untuk melakukan cara yang eksrim yang misalnya adalah melakukan diet ketat namun sehat agar mendapatkan berat badan ideal mereka. Hal yang paling baik untuk dilakukan adalah dengan cara membagi atau membatasi asupan makanan yang mengandung kalori, gula, serta lemak di dalam makanan. Untuk membantu mengurangi konsumsi makanan berlemak, maka sebagai orang tua Anda bisa memberikan makanan daging tanpa lemak. Dan alternatif yang lainnya adalah dengan memberikan susu yang rendah akan lemak. Namun demikian, para ahli juga menyarankan jika susu yang mengandung rendah lemak sebaiknya hanya diberikan pada anak yang usianya 12 tahun ke atas saja.

Karena konsumsi lemak yang terjadi pada anak balita khususnya di Jakarta sudah melebihi jumlah yang diharuskan. Konsumsi makanan yang diharuskan adalah terdiri dari 50 persen karbohidrat, 30 persen lemak dan juga 20 persen protein. Jumlah dari asupan lemak yang sangat dibutuhkan oleh orang dewasa jumlahnnya tidak lebih dari sekitar 55 gram setiap harinya. Dan dengan kata lain, maka jumlah dari anjuran untuk mengonsumsi lemak pada anak-anak seharusnya jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah yang disebutkan tadu. Sebagai suatu gambaran, kandungan lemak yang ada pada segelas susu cream jumlahnya 8 ram. Jika anak minum sebanyak 4 gelas susu dalam setiap hari, maka konsumsinya adalah sekitar 32 gram. Dan ini masih belum termasuk makanan yang lain.

Obesitas Dan Kegemukan

Posted in Obesitas Pada Anak | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Penanganan Obesitas Pada Anak

Penanganan Obesitas Pada Anak – Obesitas sentral dapat mengakibatkan sindrom metabolik yaitu kumpulan  berbagai gangguan metabolisme yang dapat meningkatkan resiko kesehatan dikemudian hari (disebutkan juga faktor resiko metabolik), antara lain :

  • Konsentrasi gula darah meningkat
  • gangguan metabolisem lemak
  • Peradangan pembuluh darah kronis
  • Kerusakan pembuluh darah
  • Tekanan darah meningkat
  • Asam urat meningkat

Obesitas Pada Anak

Sindrom metabolik pada umumnya tidak bergejala dan tidak menimbulkan masalah kesehatan secara langsung sehingga dibutuhkan pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi gangguan metabolik tersebut. Penurunan berat badan sebesar 5-10% dari berat badan semula dalam tahun pertama dapat memperbaiki metabolisme penyandang obesitas dan menurunkan resiko munculnya gangguan kesehatan.

Penanganan Obesitas Pada Anak

Penanganan Obesitas Pada Anak

Perubahan pola aktivitas dengan cara meningkatkan penggunaan energi sesuai kemampuan personal. Pembuatan program penurunan berat badan sebaiknya dilakukan bersama ahli gizi (nutrisionis) dan dilakukan secara bertahap untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Jangan sepelekan obesitas. Perhatikan dan deteksi tanda bahaya akibat obesitas dengan melakukan pemeriksaan Panel Sindrome Metabolik dengan cara yang tepat agar tidak muncul masalah kesehatan yang lebih besdar dikemudian hari.

Pencegahan dan Penanganan Obesitas Pada Anak

Pencegahan dan penanganan obesitas pada anak harus dilakukan dengan sedini mungkin dan dilakukan dimulai dari usia muda. Hal ini disebabkan karena kegemukan atau kasus obesitas pada anak akan beresiko pada masa depan akan yang bisa menjadi obesitas di usia dewasa dengan potensi serangan penyakit berbahaya seperti serangan enyakit metabolik dan penyakit degeneratif lainnya yang ditemukan dikemudian hari. Profil dari lipid darah pada obesitas anak akan lebih mirip pada profil lipid papda penyakit kardiovaskular dan juga anak dengan kasus obesitas akan mempunyai resiko untuk terkena penyakit hipertensi atau penyakit darah tinggi yang lebih tinggi lagi. Jadi dengan demikian, obesitas yang terjadi pada anak jga membutuhkan suatu perhatian yang dilakukan dengan lebih serius serta penanganan obesitas pada anak yang tepat biasanya melibatkan peran serta dari orang tua dan orang terdekat, lingkungan yang ada disekitarnya misalnya sekolah atau guru.

Obesitas merupakan salah satu masalah yang ditandai dengan asupan energi yang lebih besar dibandingkan dengan energi yang diekluarkan. Asupan dari energi yang tinggi biasanya disebabkan karena mengonsumsi jenisn makanan yang sumbernya energi dan juga makanan yang mengandung lemak tinggi, sedangkan terjadinya pengeluaran energi yang rendah dan kecil diakibatkan karena kurangnya melakukan aktivitas fisik dan juga sedentary.

Kasus obesitas pada anak akan beresiko lanjut disaat usia mereka menginjal semakin dewasa dan adalah salah satu faktor resiko darir terjadinya berbagai serangan penyakit metabolik serta penyakit degeneratif misalnya seperti penyakit kardiovaskular penyakit jantung, penyakit diabetes, penyakit kanker, dan oestoarthritis serta yang lainnya. Untuk anak-anak kekmungkingan terjadinya masalah kesehatan yang sangat merugikan kualitas hidup serta harapan hidup anak misalnya seperti terjadinya masalah pada gangguan tumbuh kekmbang anak, pertumbuhan dari tungkai kaki, gangguan tidur, sleep apnea yang terjadi seperti nafas berhenti dan gangguan pernapasan yaang lainnya.

Dalam melakukan teknik pencegahan serta penanganan obesitas pada anak maka sangat dibutuhkan memperhatikan mengenai jumlah kalori yang dibutuhkan, jenis dari makanan dengan cara memperhatikan jenis makanan yang berkomposisi karbohidrat, protein, dan juga lemak yang seimbang. Serta mengatur jadwal waktu makan anak dengan baik. WHO merekomendasikan untuk meningkatkan asupan makanan yang mengandung sayuran, buah-buahan serta biji-bijian dan mengatasi asupan dari makanan yang mengandung kalori yang berasal dari lemak jenih serta mengganti jenis makanan dengan makanan lemak tidak jenuh dan membatasi asupan makanan yang mengandung gula.

Makanan Untuk Obesitas Pada Anak

Buah dan sayuran merupakan salah satu jenis makanan yang sangat baik untuk dikonsumsi. Dan sebagai salah sayu usaha untuk melakukan pencegahan obesitas maka makanlah buah-buahan dan sayuran hijau. Buah serta sayuran mengandung kandungan serat yang bisa larut dan bisa membantu proses penyerapan gula yang terjadi lebih lambat serta memelihara dan menjaga peningkatan dari kadar gula agar tidak terjadi dengan berlebihan dan juga tidak menurun secara drastis. Hal yang sangat penting sekali dilakukan untuk menjaga keadar gula agar tetap dalam keadaan normal, dan salah satunya adalah dengan mengonsumsi buah serta sayuran dalam menu sehari-hari Anda. Namun tidak boleh sembarangan buah karena buah yang manis rasanya juga mempunyai kadar gula yang sangat tinggi. Buah kiwi mempunyai kandungan glycaemix index yang sangat rendah sehiingga aman untuk dikonsumsi untuk penderita penyakit diabetes.

Kurangnya asupan makanan dalam bentuk sayuran dan buah akan menyebabkan terjadinya resiko kematian akibat penyakit kanker saluran pencernaan sebesar 15%, resiko dari kematian akibat dari penyakit jantung koroner yang besarnya sekitar 11%, dan kematian yang terjadi akibat penyakit stroke sebesar 9%. Oleh sebab itulah, sangat penting sekali untuk membiasakan anak dalam mengonsumsi paling minimal 2 porsi buah dan juga 3 orsi sayuran dalam sehari. Hal ini harus dilakukan dengan teratur dan dilakukan sejak dini. Misalnya dengan mengonsumsi 2 buah kiwi dan 3 porsi sayuran dalam setiap harinya. Dikonsumsi secara teratur, hal ini akan memberikan suat manfaat yang positif bagi tubuh misalnya adalah dalam mencegah berbagai serangan penyakir degeneratif, misalnya adalah seperti penyakit kencing manis, penyakit kanker, obesitas pada anak, dan terjadinya penuaan dini, melancarkan sistem metabolisme di dalam tubuh, meningkatkan kesehatan saluran pencernaan, meningkatkan sistem imun tubuh dan mencegah terjadinya kerusakan sel.

Penanganan Obesitas Pada Anak

Posted in Obesitas Pada Anak | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Obesitas Pada Anak dan Permasalahannya

Obesitas Pada Anak dan Permasalahannya – Obesitas atau kegemukan terjadi karena penimbunan lemak didalam tubuh, sehingga meningkatkan resiko terjadinya berbagai gangguan kesehatan. Banyak penyebabnya, diantaranya faktor genetik dan faktor lingkungan namun perubahan pola makan yang bergeser ke arah makanan tinggi kalori dan perubahan pola makan hidup modern yang kurang gerak atau aktivitas fisik, dituding sebagai penyebab utama terjadinya obesitas yang kini kian meningkat.

Obesitas Pada Anak dan Permasalahannya

Obesitas Pada Anak dan Permasalahannya

Obesitas Pada Anak

Dahulu obesitas merupakan lambang kemakmuran tetapi kini dianggap sebagai “penyakit modern” yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan dikemudian hari. Resiko terjaidnya gangguan kesehatan semakin meningkat bila obesitas terkponsentrasi di seputar perut atau yang dikenal sebagai obesitas sentral dan obesitas viseral.

Cara mudah mendeteksi Obesitas Pada Anak dan Permasalahannya, cara sederhana untuk menentukan terjadinya obesitas sentral adalah dengan mengukur lingkar perut. Pengukuran dilakukan pada bagian pinggang, diantara tulang panggul bagian atas dan tulang rusuk bagian bawah. Seseorang dikatakan obesitas sentral bila lingkar perutnya >90 cm (untuk pria) atau >80 cm (untuk perempuan)

Ketika ukuran lingkar perut anda memasuki batasan obesitas sentral, biasanya tidak menimbulkan keluhan atau gejala penyakit, tetapi bisa saja sebenarnya sudah mulai terjaid bermacam-macam gangguan metabolisme dalam tubuh anda (atau disebut Sindrom Metabolik), yang di kemudian hari dapat menimbulkan madsalah kesehaan uang lebih besar seperti diabetes mellitus tipe 2, penyakit jantung koroner (PJK), hipertensi atau tekanan darah tinggi, stroke, perlemakan hati (fatty liver) dan gagal jantung. Munculnya bahaya laten akibat obesitas sentral tersebut dapat di cegah dengan cara deteksi Sindrom Metabolik secara dini dan segera menanganinya.

 Resiko Obesitas Pada Anak

Obesitas pada anak dan permasalahannya yang dikawatirkan adalah resiko dari terjadinya obesitas tersebut. Sejumlah penyakit degeneratif yang berhubungan erat dengan faktor obesitas pada anak dan permasalahannya adalah seperti :

  1. Penyakit diabetes melitus
  2. Penyakit kanker
  3. Penyakit jantung

Masalah dari penyakit obesitas adalah salah satu permasalahan yang kebanyakan terjadi di negara-negara maju, namun saat ini masalah obesitas juga semakin mengalami peningkatan yang drastis di negara-negara dengan penghasilan yang rendah serta menengah, atau di negara berkembang dan paling khusus terjadi pada perkotaan.

Tidak hanya orang yang sudah berusia dewasa saja yang bisa mengalami obesitas dan permasalahannya, anak-anak dengan kasus obesitas juga saat ini semakin banyak jumlah penderitanya. Hal ini merupakan salah satu tantangan dalam masyarakat untuk bisa menanggapi masalah kesehatan yang terjadi dan juga harus dianggap lebih serius. Anak-anak dengan kasus berat badan biasanya dikemudian hari akan mempunyai berat badan yang berpostur gemuk di usia dewasa. Dan dari fakta ini maka kemungkinan mereka untuk mengalami penyakit diabetes serta penyakit jantung di usia yang lebih muda dibandingkan oleh anak-anak yang dulunya tidak mengalami obesitas. Hal ini juga sejalan dengan hal tadi yang tentu pada gilirannya juga akan semakin berhubungan angka dari kematian yang terjadi secara prematur dan kecacatan yang terjadi lebih tinggi.

Cara Mengatasi Obesitas

Untuk seseorang penderita kasus obesitas pada anak dan permasalahannya yang terjadi umumnya dari suatu hasil tidakseimbangnya kalori yang masuk dan kelori yang keluar dari dalam tubuh. Selain itu, peningkatan yang terjadi pada konsumsi makanan dengan kadar kalori yang tinggi namun tidak disertai dengan aktivitas yang baik maka akan membuat peningkatan berat badan yang sangat tidak sehat. Tingkatan dari aktivitas fisik yang mengalami penurunan pastinya juga akan menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan di dalam energi tubuh dan pada akhirnya berat badan juga mengalami suatu peningkatan.

Masih banyak cara yang bisa dilakukan sebagai bentuk mencegah masalah obesitas pada anak. Dan dengan menjaga berat badan yang sehat hal ini merupakan salah satu hal yang sangat penting. Jika Anda mengalami masalah penurunan berat badan, kelebihan berat badan atau juga mengalami suatu obesitas dan permasalahannya. Kemungkinan hal ini akan mempunyai suatu resiko yang lebih tinggi juga dibandingkan dengan masalah gangguan kesehatan tertentu.

Dalam mencapai berat badan yang sehat, maka Anda harus mengontrol kolesterol Anda, mengatur tekanan darah tinggi dan juga mengatur gula darah Anda. Hal ini juga biasanya bisa membantu Anda dalam melakukan pencegahan penyakit yang masih ada hubungannya dengan penyakit obesitas. Dalam menjaga dan menstabilkan berat badan Anda, maka kalori yang harus Anda makan haruslah sama dengan energi yang dibakar. Untuk membantu cara menurunkan berat badan, maka Anda juga membtuuhkan lebih banyak asupan kalori dibandingkan dengan apa yang Anda makan.

Dan suatu strategi dari pengendalian berat badan kemungkinan termasuk di antaranya adalah :

  1. Pilihlah jenis makanan dengan kandungan rendah lemak, rendah kalori
  2. Makanlah dengan porsi yang kecil
  3. Minumlah air putih, bukan hanya minum manis saja.
  4. Menjadi aktif dengan melakukan aktivitas atau kegiatan fisik.

Faktor-faktor yang seperti terjadinya pembangunan suatu sosial ekonomi yang disertai dengan suatu kebijakan pemerintah dalam bidang pertanian, transportasi, perencanaan tata kota, lingkungan, bidang pendidikan, serta pengolahan makanan, distribusi, dan suatu pemasaran dari kebiasaan cara diet cepat dan juga preferensi anak serta melakukan pola aktivitas fisik mereka yang akan membantu untuk melakukan promosi berat badan yang terjadi dengan tidak sehat dan lebih mengarah pada pravalensi suatu obesitas dan permasalahannya yang kemudian mengalami peningkatan dengan angka yang tinggi.

Obesitas Pada Anak dan Permasalahannya

Posted in Obesitas Pada Anak | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Pencegahan Obesitas Pada Anak

Pencegahan Obesitas Pada Anak – Sesungguhnya penurunan berat badan yang lebih efektif dapat diperoleh bila kita membatasi jumlah kalori yang masuk, sehingga lebih kecil dibanding jumlah yang seharusnya dibutuhkan. Diet sehat adalah diet yang bertujuan untuk cara menurunkan berat badan dengan mengurangi kalori atas makanan yang di konsumsi bukan mengurangi asupan protein, vitamin, dan mineral di tubuh, serta melakukan olahraga atau pembentukan tubuh agar otot-otot tubuh tetap kencang. Saat penurunan berat badan, vitamin ini diperlukan untuk memproses pembakaran kelebihan lemak dan metabolisme tubuh.

Pencegahan Obesitas Pada Anak

Pencegahan Obesitas Pada Anak

Mencegah Obesitas Pada Anak

Disamping itu tubuh juga memerlukan protein yang cukup untuk mempertahankan dan memperbaiki otot, tulang, dan darah. Hal penting yang perlu diperhatikan adalah pengaturan komposisi makanan. Pencegahan Obesitas Pada Anak sebaiknya dilakukan sedini mungkin. Bagi penderita obesitas segeralah menurunkan berat badan agar terhindar dari kencing manis, tekanan darah tinggi, kadar lemak darah meningkat, penyakit jantung, stroke, dan peningkatan asam urat darah.

Sedapat mungkin jangan mengonsumsi fast food, soft drinks, dan es krim. Sebaiknya asupan makanan harus jauh dibawah kebutuhan, sehingga tubuh memakai energi cadangan dari lemak tubuh. Kurangi nasi, perbanyak makan sayuran berserat dan buah segar. Jangan lupa untuk sarapan setiap pagi untuk menghindari rasa lapar. Tetapi hindari makanan yang berlemak tinggi, tidak makan berlebihan, tidak mengemil dan aktif untuk bergerak.

Pencegahan Obesitas Pada Anak dengan mengusahakan untuk modifikasi perilaku, jangan makan sambil berdiri, sambil membaca, atau menonton televisi. Minumlah segelas air putih sebelum makan. Awali makan dengan mengonsumsi sup rendah lemak. Ini akan membuat anda merasa kenyang. Hindari kuah sup atau soto yang tampak mengkilap karena berminyak atau berlemak. Jangan meletakkan rotidan mentega di atas meja alih-alih, taruhlah buah segar yang kaya akan serat seperti apel, jeruk, jambu, melon, dan belimbing.

Pencegahan Obesitas Pada Anak mengunyah makanan secara perlahan-lahan jangan tergesa-gesa, dan jangan tergoda untuk menghabiskan makanan yang tersisa. Mengingat anga obesitas anak dari tahun ke tahun cenderung meningkat, maka untuk menjaga anak agar tetap sehat, sebaiknya para orangtua mengajarkan pola makan yang baik. Tanamkan kuat-kuat motivasi dan disiplin diri, bahwa berat badan hanya akan dapat diturunkan dengan usaha yang optimal, tidak setengah-setengah. Menyangkut aktivitas fisik, berolahragalah secara teratur, progresif dan terukur.

Olahraga akan mempercepat proses pembakaran lemak dalam tubuh. Akibat bergerak tidak terbatas hanya dengan berolahraga saja. bermain layangan, kejar-kejaran di halaman, jalan-jalan disekitar komplek perumahan, juga merupakan aktivitas yang membuat tubuh aktif beregerak. Bagi yang sudah lanjut usia, olahraga pilihan yang utama adalah joging. indikator waktu jalan cepat adalah denyut nadi per menit (bisa mencapai 170) dikurangi umur. Misalnya untuk usia 60 tahun, waktu jalan cepatnya adalah 170-60=110. jangan lebih karena beban jantung akan menjadi berat, juga jangan kurang karena hasilnya juga akan kurang efektif.

Pilihan lainnya adalah bersepeda, berenang, dan senam berkelompok. Lakukan tiga samapi empat kali seminggu selama 30-60 menit. Bagi para lansia yang berbadan gemuk, olahraga terbaik aalahberenang karena olahraga ini tidak memberi beban pada tungkai bawah dan sendi-sendi. Lakukan tiga sampai empat kali seminggu, berenang nonstop selama minimal 30 menit (gaya dada atau gaya santai) dengan jarak tempuh 800-1.200 meter. Untuk menekan titik nafsu makan dapat dilakukan dengan akupuntur. Kurangi makanan manis dan berkabohidrat tinggi. Diet yang seimbang dipadu dengan olaharaga merupakan c.

Mengatasi Obesitas Pada Anak Remaja

Anak-anak dengan kasus obesitas pada usia pra pubertas biasanya mempunyai tinggi badan yang jumlahnya diatas rata-rata anak yang sebayanya. Penelitian yang dilakukan mengenai hal ini menyatakan bahwa anak yang mengalami masa tumbuh kembang yang terjadi lebih awal namun saat proses dari pertumbuhan menjadi semakin selesai dari kecepatan tadi akan berkurang relatif dibandingkan dengan anak yang normal, sehingga tinggi badan anak saat usia dewasa jumlahnya tetap sama dengan rata-rata tinggi orang tuanya, dan bahkan juga terjadi lebih endek jika dibandingkan dengan anak-anak yang tidak mengalai kasus obesitas pada masa tumbuhkembangnya. Dijumpainya suatu ketidaknormalan pada hormon yang berpegang penih pada pertumbuhan linier yang terjadi pada anak dengan kasus obesitas yakni adalah ppada aksis GH-UGE, hormon seks steroid dan glukokortikoid.

Obesitas pada anak yang disebabkan dari faktor lingkungan. Faktor genetik atau keturunan walaupun diduga sangat berperan namun tidak bisa dijelaskan terjadinya peningkatan pada kasus pravalensi kegemukan dan obesitas pada anak. Selain itu, pengaruh dari lingkungan yang palijng utama terjadinya lewat ketidakseimbangan pada pola makan, perilaku makan serta aktivitas fisik yang dilakukan. Hal ini juga berkaitan erat dengan suatu perubahan pada gaya hidup yang lebih mengarah kepada sedentary life style.

Pencegah obesitas pada anak salah satunya dilakukan dengan dengan mencegah pola makan dengan poris yang besar yang jumlahnya melebihi kadar kebutuhan, makanan dengan energi yang tinggi, tinggi akan karbohidrat yang sederhana dan makanan rendah serat. Sedangkan dalam hal perilaku makan, pencegahan obesitas pada anak yang perlu dilakukan adalah tindakan untuk memilih jenis makanan dalam berupa junkfood, makanan dalam kemasan serta minuman ringan yang manis. Selain pola makan dan perilakunya, penyebab obesitas bisa disebabkan karena aktivitas fisik yang kurang yang merupakan salah satu faktor dari penyebab kegemukan atau obesitas terjadi.

Pencegahan Obesitas Pada Anak

Posted in Obesitas Pada Anak | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Mencegah Obesitas Pada Anak

Mencegah Obesitas Pada Anak – Bakat sakit seseorang ibarat bibit, akan tumbuh subur jika mendapat pupuk dan kondisi lain yang mendukung. Bakat hipertensi misalnya, akan muncul jika disertai dengan pola makan yang tinggi lemak, tinggi garam, kelebihan berat badan, kebiasaan merokok, kurang berolahraga, dan sering menderita stres. Jika penyebabnya bisa dihilangkan, maka bakat hipertensi tersebut bisa dikendalikan sehingga tidak muncul sebagai penyakit. Repotnya kita sulit mencari makanan yang enak di mulut dan sekaligus sehat di perut. Bagi anda yang bermasalah dengan obesitas, cobalah melakukan diet hidrat arang atau karbohidrat. Caranya dengan membatasi jumlah karbohidrat yang di konsumsi karena akan mempengaruhi kadar gula dalam darah. Makin banyak anda mengonsumsi karbohidrat, makin banyak pula gula yang anda konsumsi.

Mencegah Obesitas Pada Anak

Mencegah Obesitas Pada Anak

Obesitas Pada Anak

Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi utama bagi manusia. Kehadiran karbohidrat dapat menghemat pemanfaatan protein sehingga protein dapat menjalankan fungsi utamanya sebagai zat pembangun dan mengatur metabolisme lemak.

Karbohidrat terbagi dalam dua golongan yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Karbohidrat sederhana terdiri dari zat gula yang mudah diserap tubuh. Karbohidrat jenis inilah yang ditakuti penderita diabetes dan obesitas, karena dapat meningkatkan kadar gula darah dalam waktu cepat dan membuat badan menjadi bertambah gemuk. Karbohidrat sederhana ini terdapat dalam gula pasir, gula merah, dan gula jagung, juga dalam susu dan permen. Karbohidrat kompleks terdiri dari zat gula yang dilengkapi dengan unsur vitamin dan serat. Karbohidrat kompleks di anggap lebih bersahabat bagi tubuh, karena proses penyerapan zat gulanya dalam darah terjadi secara bertahap, sehingga kenaikan kadar gula di dalam darah tidak drastis tetapi naik secara perlahan.

Bagi yang ingin membentuk berat badan ideal dan Mencegah Obesitas Pada Anak, konsumsi karbohidrat jangan ditinggalkan, tetapi pilihlah karbohidrat kompleks yang kaya akan serat dan vitamin. Misalnya beras merah lebih dianjurkan dari beras putih, karena beras merah mengandung serat lebih tinggi. Hal ini yang harus dipertimbangkan adalah semua zat gizi tersebut aman untuk di konsumsi, tidak mengandung residu pestisida, residu hormon dan bahan tambahan sintetis misalnya zat pengawet, pewarna dan penambah cita rasa yang berbahaya.

Mengonsumsi makanan memang tidak hanya berfungsi memuaskan rasa lapar. Yang penting bagi kita adalah menjaga agar makanan yang dikonsumsi benar-benar dibutuhkan dan bermanfaat bagi tubuh. Bukan makanan yang tidak berguna, atau bahkan yang dapat membahayakan kesehatan dan jiwa.

Cara Menurunkan Berat Badan

Saat ini telah tersedia berbagai cara untuk membantu proses cara menurunkan berat badan. dan Mencegah Obesitas Pada Anak. Agar hasilnya optimal tanpa efek samping, maka pengetahuan tentang nutrisi sangat penting untuk diketahui. Apabila anda ingin melakukan program diet atau hal lain yang berkaitan dengan nutrisi tubuh, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan ahli gizi. Jangan terburu-buru menerima tawaran dari berbagai produk program diet. diet identik dengan pengaturan pola makan untuk melawan kegemukan, tetapi juga untuk melawan berbagai macam penyakit.

Cara mencegah obesitas pada anak dan cara penanganan kegemukan atau obesitas sebaiknya harus dilakukan dengan menggunakan tekni komprehensif untuk semua jenjang pendidikan yang mengikutsertakan semua pihak yang terhubung misalnya adalah seperti keluarga, guru, serta lembaga pendidikan tempat anak belajar, masyarakat dan juga pusat dari pelayanan kesehatan. Lewat pedoman cara mencegah obesitas pada anak dan penanggulangannya pasca anak sekolah sangat diharapkan bisa menjadi suatu paduan pada tahap penggulangan obesitas, dimulai dari cara mencegah obesitas pada ana, penemuan sampai pada tatalaksana yang dilakukan dengan berkelanjutan.

Cara mencegah obesitas pada anak dengan menjauhi jenis makanan seperti fast food atau makanan cepat saji dengan kandungan glukosa yang tinggi didalamnya juga berperan serta menjadi suatu penyebab obesitas pada anak. Konsumsi susu dengan kandungan gula tambahan didalamnya juga dipercaya sebagai faktor lain yang bisa meningkatkan kenaikan dari terjadinya obesitas pada anak. Sebagian besar dari gula yang dikonumsi pada anak umumnya adalah susu dengan kandungan gula tambahan yang mengandung kalori tinggi dan jga hampir tidak ada kandungan nutrisi sama sekali yang ada di dalamnya. Hal ini merupakan salah satu masalah yang disayangkan sekali karena banyaknya kandungan gula di dalam makanan tersebut akan menyebabkan terjadinya ketergantungan pada anak.

Masalah Obesitas Pada Anak

Masalah obesitas pada anak hingga saat ini menjadi salah satu masalah yang besar untuk kalangan dokter serta spesialis anak. Dan ancaman dari adanya suatu peningkatan pada penyakit kronis seperti penyakit jantung, penyakit hipertensi dan penyakit lainnya yang bisa dialami oleh anak-anak sebagai salah satu akibat dari obesitas yang lama kelamaan akan semakin membesar. Bukan hanya di Indonesia saja, namun keadaan yang seperti ini sudah menjadi suatu perhatian yang khusus dan penting di seluruh dunia. Selain itu, kasus obesitas sudah menjadi suatu masalah gangguan kesehatan yang terjadi paling serius pada abad ke 21 ini dan termasuk salah satu diantaranya adalah terjadi pada anak-anak.

Dampak negatif dari obesitas pada anak adalah percaya diri yang menurun, untuk anak-anak yang mengalami obesitas juga khususnya bagi pria akan mempunyai penis yang terlihat lebih kecil dalam hal pertumbuhan penis. Selain itu, masih banyak lagi dampak negatif akibat obesitas ini.

Mencegah Obesitas Pada Anak

Posted in Uncategorized | Tagged , , | Leave a comment

Akibat Obesitas Pada Anak

Akibat Obesitas Pada Anak  – Obesitas dapat mepertinggi resiko terjadinya penyempitan pembuluh darah koroner yang memasok darah ke otot jantung, yang artinya mengurangi oksigen dan menimbulkan kerusakan serta kematian sel-sel otot jantung. Kegemukan dapat mempertinggi resiko terjadinya batu empedu yang dapat menimbulkan peradangan dan penyumbatan saluran empedu. Berat badan yang berlebih, dapat mempengaruhi tekanan tambahan pada sendi-sendi yang menopang beban tubuh.
Hal yang sering terjadi adalah pembentukan tonjolan-tonjolan tulang yang diikuti peradangan sendi lutut, panggul, dan pergelangan kaki.

Akibat Obesitas Pada Anak

Akibat Obesitas Pada Anak

Obesitas Pada Anak

Akibat Obesitas Pada Anak pria dapat menurunkan hormon testosteron dan meningkatkan estrogen yang dapat menyebabkan gangguan seksual dan penyakit degenerasi.

Akibat Obesitas Pada Anak pada anak wanita dapat menyebabkan gangguan menstruasi dan bahkan infertilitas. Kegemukan sering ditandai dengan sakit pada lambung dan peningkatan kadar asam urat. Hal ini menyebabkan terganggunya pencernaan dan nyeri sendi yang biasanya dimulai dari jari-jari kaki atau ibu jari tangan. Obesitas dapat menimbulkan resiko diabetes melitus (kencing manis), yaitu sindrome meningkatnya kadar gula dalam darah yang dapat mengakibatkan komplikasi meliputi hampir ke semua organ tubuh. Delapan puluh persen penderita diabetes adalah orang gemuk.

Akibat Obesitas Pada Anak  dapat meningkatnya resiko terjadinya kanker seperti kanker prostat pada pria, kanker payudara, kanker usus besar, kanker rahim, dan kanker indung telur pada wanita. Penderita obesitas memiliki resiko kematian yang disebabkan oleh penyakit stroke, lebih besar dari orang yang normal. Obesitas dapat menimbulkan terjadinya penyakit kardiovaskuler (stroke, gagal jantung, dan penyakit ginjal). Faktor yang terkait dengan ini adalah menigkatnya kadar kolesterol dan tekanan darah (hipertensi). Jika tidak segera di tangani penyakit itu dapat mengancam jiwa. Nasihat “berhentilah makan sebelum kenyang”, dapat diartikan bahwa makan berlebihan dapat memicu munculnya berbagai penyakit, sehingga akhirnya harus berpantang terhadap berbagai jenis makanan. Banyak orang berprinsip: “makanlah sebanyak-banyaknya selagi ada pesta, dan berhentilah makan enak setelah terserang stroke”

Dampak Negatif Obesitas Pada Anak

Akibat obesitas pada anak selain menimbulkan masalah kesehatan fisik juga akan menyebabkan efek psikis seperti dibawah ini :

  1. Rendah diri dan juga rentan bullying
    Anak-anak yang dengan berat badan normal kebanyakan akan sering mengejek dan juga menggertak teman-temannya dengan berat badan yang berlebihan, sehingga hal ini akan membuat anak-anak dengan kasus obesitas akan merasa hilangnya darga diri dan bisa meningkatkan resiko dari terjadinya depresi serta stress.
  2. Perilaku dan juga masalah pada belajar anak
    Anak dengan kasus obesitas biasanya lebih banyak yang cemas dan juga mengenai keterampilan sosial mereka menjadi lebih buruk dibandingkan dengan anak yang mempunyai berat badan yang normal. Dan pada satu sisi, masalah obesitas pada anak akan menimbulkan anak menjadi terganggu di dalam kelas dan merasa tidak percaya diri lagi.
  3. Depresi
    Depresi akibat rendah diri akan membuat perasaan anak luar biasa putus asa. Anak dengan kasus depresi kemungkinan juga akan mengalami masalah kehilangan minat untuk belajar dengan kegiatan atau aktivitas yang normal misalnya adalah seperti tidur lebih dari waktu biasanya dan lebih banyak menangis. Selain itu, anak dengan kasus depresi biasanya lebih sering menyembunyikan perasaan yang dirasakannya sebagai gantinya datar dan menjadi lebih emosional.

Akibat obesitas pada anak juga bisa menyebabkan beberapa gangguan kesehatan dibawah ini :

  1. Penyakit diabetes melitus tipe 2
    Penyakit diabete smelitus tipe 2 yang dialami oleh anak-anak merupakan salah satu keadaan yang kronis yang berpengaruh pada cara tubuh anak dalam mencerna gula atau juga glukosa. Diabetes tipe 2 sebagian besar diakibatkan karena pola makan yang kurang baik, dan bisa kekmbali normal lagi jika makanan yang dikonsumsinya sehat serta rajin melakukan olahraga.
  2. Sindrom metabolik
    Sindrom metabolik bukan suatu penyakit itu sendiri, namun melainkan adalah sekelompok gangguan kesehatan yang membuat anak beresiko dalam mengalami serangan penyakit jantung, penyakit diabetes dan juga gangguan kesehatan yang lain. Hal ini juga termasuk dalam suatu tekanan darah tinggi, gula darah yang tinggi, kolesterol yang tinggi dan juga terjadinya kelebihan pada lemak perut.
  3. Kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi
    Obesitas pada anak akan berakibat pada tekanan darah tinggi atau juga mengalami kolesterol tinggi jika mempunyai pola makan yang tidak baik dan tidak sehat. Faktor-faktor yang seperti inilah yang bisa membuat kontribusi dari penumpukan pada plak di dalam arteri. Plak yang bisa menyebabkan terjadinya arteri akan semakin mengalami penyempitan dan kemudian akan berubah menjadi keras yang bisa menyebabkan serangan pada penyakit jantung atau penyakit stroke di masa mendatang.
  4. Penyakit asma dan gangguan saluran pencernaan yang lain
    Berat badan yang berlebihan atau obesitas akan menyebabkan masalah terjadinya perkembangan serta gangguan pada kesehatan paru-paru anak yang pada akhirnya menimbulkan masalah penyakit asma atau juga gangguan saluran pencernaan yang lain.
  5. Sleep apnea atau gangguan tidur
    Sleep apnea merupakan salah satu keadaan yang membuat anak mengalami tidur mendengkur atau juga saluran pernapasan anak yang tidak normal saat sedang tidur. Ini adalah salah satu bentuk komplikasi yang terjadi sebagai salah satu akibat dari terjadinya obesitas. Dan perhatikanlah masalah pada saluran pernapasan anak Anda saat anak sedang tidur.

Akibat Obesitas Pada Anak

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , | Leave a comment

Obesitas Pada Anak dan Pencegahan

Obesitas Pada Anak dan Pencegahan – Selama ini faktor yang-faktor yang di anggap sebagai penyebab obesitas antara lain, pola makan yang tidak seimbang dengan kebutuhan tubuh, kurang berolahraga, cara mengelola stres yang tidak tepat, kelainan metabolisme, dan faktor genetika. Perlu diingat bahwa makanan yang kita konsumsi akan di cerna dan di metabolisasi. Hasilnya bisa menjadi nutrisi yang berguna bagi tubuh atau justru menjadi racun karena enzim pencernaan yang berfungsi menguraikan zat makanan dan mempermudah nutrisi terserap dalam darah tdidak bekerja optimal. Metabolisme yang tidak sempurna inilah yang dapat menyebabkan kadar kolesterol tidak normal dan berat badan menjadi berlebih.

Obesitas Pada Anak dan Pencegahan

Obesitas Pada Anak dan Pencegahan

Obesiras Pada Anak

Obesitas Pada Anak dan Pencegahan terjadi karena ketidakseimbangan energi dimana asupan energi lebih besar dari energi yang dikeluarkan. Konsumsi makanan pada orang gemuk selalu melebihi kebutuhan tubuh, sedangkan penggunaan energinya rendah. Itulah yang mneyebabkan jaringan lemak menumpuk dan tubuh menjadi melar ke samping.

Terlebih untuk orang kantoran dan ibu rumah tangga yang jarang bergerak. Mereka lebih menuruti “keinginan mulutnya”, daripada “kebutuhan tubuhnya”. Orang bertubuh gemuk menjadi tidak lincah dan terkesan lamban. Padahal penampilan dan tren mode saat ini sangat mengagumi bentuk tubuh yang sehat dan langsing, sehingga orang gemuk akan kesulitan mencarai pakaian. Kegemukan bisa mengakibatkan penampilan jadi kurang serasi, kurang luwes, dan kurang percaya diri.

Makanan yang dikonsumsi biasanya terlalu banyak mengandung gula, garam, bahan pengawet, protein, lemak hewani dan kandungan kolesterol tinggi serta kurang mendapatkan nutrisi alami. Makanan yang di konsumsi hanya sedikit yang mengandung air dan vitamin, protein nabati, garam mineral, lemak nabati, zat asam amino esensial, serat, dan zat hijau-hijauan. Jenis makanan inilah yang mengakibatkan orang menjadi gemuk dan dari kegemukan ini muncul berbagai macam penyakit.

Mengonsumsi junk food direstoran cepat saji, adalah salah satu sumbernya. Disebut junk food jika kandungan nutrisinya sangat rendah atau kalorinya terlalu tinggi dan hanya mengandalkan rasa yang enak. Umumnya yang termasuk dalam golongan junk food (makanan sampah) adalah makanan berkadar garam tinggi, bergula tinggi, berlemak tinggi, menggunakan bahan tambahan sebagai penyedap rasa dan zat pewarna sedangkan kandungan nutrisi lainnya tipis, seperti protein, vitamin dan mineral. Junk food lebih mengutamakan cita rasa dan penampilan luar yang lebih menarik, sedangkan nilai gizinya terabaikan.

Pencegahan Obesitas pada Anak

Obesitas Pada Anak dan Pencegahan yang dilakukan bertuuan untuk bisa membantu mencapai berat badan yang ideal serta dalam mengurangi BMI dengan lebih aman dan juga lebih efektif serta bisa membantu mencegah terjadinya suatu komplikasi dalam jangka panjang akibat dari obesitas misalnya adalah penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi, enyakit diabetes mellitus dan ganguan penyakit kardiovaskular. Oleh karena itulah kompleksnya suatu permasalahan dari obesitas pada anak ini harus mendapatkan penanganan lebih lanjut. Obesitas pada anak dan pencegahan dilakiukan pada anak yang sedang dalam masa pertumbuhan yang bisa membantu menurunkan berat badan anak yang harus dilakukan dengan cara menghitung berat badan yang tepat untuk membuat pertumbuhannya menjadi tidak terganggu.

Obesitas pada anak dan pencegahan yang dilakukan adalah :

  1. Melakukan olahraga
    Olahraga sangat dianjurkan sekali misalnya adalah dengan melalkukan aerobic yakni olahraga yang dengan menggunakan oksigen dalam system untuk pembentukan energy yang ada di dalamnya. Atau bisa juga dengan olahraga yang tidak terlalu berat dalam waktu kurang lebih dilakukan 15 menit. Contoh dari olahraga yang sangat dianjurkan beberapa diantaranya adalah berjalan kaki paling tidak dilakukan selama 20-30 menit dalam setiap harinya, berenang, bersepeda, jalan santai, jogging dan juga senam aerobic.
  2. Diet
    Cara diet cepat berhubungan dengan asupan makanan yang dikonsumsi pada keluarga sehari-hari, maka obesitas pada anak dan pencegahan yang dilakukan pada seluruh anggota keluarga untuk ikut andil dalam mengubah pola makanan yang akan bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Mengurangi konsumsi jenis makanan dengan cepat saji dan juga makanan yang mengandung lemak tinggi dan paling utama adalah makanan dengan asam lemak tidak jenuh serta juga mengurangi makanan yang manis-manis.
  3. Terapi psokologis
    Untuk obesitas pada anak dan pencegahan serta penangananya hal ini bertujuan untuk jika penyebab dari obesitas adalah akibat gangguan psiks misalnya adalah karena perpisahan orang tua, ketidaknyamanan dan ketidakharmonisan di dalam keluarga atau akibat dari percaya diri anak yang rendah. Selain itu juga, masalah obesitas pada anak juga bisa menyebabkan anak menjadi kurang percaya diri dan juga cenderung lebih memilih untuk mengasingkan dirinya dari teman-teman sebayanya.

Obesitas yang dilakukan dengan langkah operasi hanya dilakukan jika si penderita sudah tidak bisa lagi diobati dengan menggunakan cara olahraga dan diet. Cara ini sebenarnya dilakukan dengan alasan untuk bisa mendapatkan berat badan yang ideal dan juga dengan cara yang tepat pula. Operasi ini biasanya dilakukan dengan melakukan cara angkat jaringan lemak dibawah kulit yang jumlahnya berlebihan pada si penderita.

Obesitas pada anak dan pencegahan yang dilakukan secara sederhana adalah dengan mengurangi jenis makanan yang kandungan minyak serta lemaknya tinggi. Kita sudah tahu bahwa makanan yang seperti ini sangat banyak dalam mengasilkan lemak di dalam tubuh. Banyaknya makanan dengan kandungan seperti ini misalnya lemak hewan, gorengan dan jenis makanan yang diolah dengan menggunakan minyak bisa menjadi salah satu penyebab obesitas pada anak.

Obesitas Pada Anak dan Pencegahan

Posted in Obesitas Pada Anak | Tagged , , , , , | Leave a comment

Kegemukan Obesitas

Kegemukan Obesitas  – Memiliki bentuk tubuh yang ideal pasti menjadi dambaan setiap orang, terlebih bagi para wanita. Bukan hanya karena enak dipandang, tetapi bagi orang yang memiliki tubuh langsing akan banyak mendapatkan kemudahan dalam memilih pakaian dan kelincahan bergerak dibandingkan dengan orang bertubuh gemuk. Kemudian, kalau anda tidak lagi bersemangat, tubuh terasa tidak segar, padahal anda baru saja bangun, artinya tubuh anda sedang memberikan sinyal bahwa kondisi anda secara fisik mulai terusik. Pasti ada sesuatu yang tidak beres didalam tubuh anda. Menurunnya daya tahan tubuh ini dapat disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat. Rupanya prinsip ekonomi “pemasukan harus lebih besar dari pengeluaran” bukan lagi menjadi dalil yang penting dalam urusan berat badan.

Kegemukan Obesitas

Kegemukan Obesitas

Kegemukan Obesitas

Dulu, orang kurus dibilang penyakitan dan yang gemuk di bilang sehat, bahkan dapat meningkatkan prestise seseorang. Sehingga banyak ibu-ibu merasa gemas kalau melihat anak yang gemuk. Kegemukan Obesitas sering dilambangkan sebagai pertanda kehidupannya sudah mamkur, dan tidak lagi memiliki beban pikiran. Anggapan tersebut tentu saja keliru, karena yang namanya kegemukan ternyata dapat menimbulkan banyak masalah. Anda yang bertubuh gemuk dengan perut membuncit (bukan karena hamil), barangkali adalah orang yang lahir di zaman yang salah. Berdasarkan hasil penelitian, tubuh gemuk dengan perut buncit mengindikasikan bahwa yang bersangkutan memiliki masalah dengan kolesterol dan beresiko terkena berbagai penyakit diabetes, serangan jantung, dan penyakit stroke.

Tubuh gemuk sebenarnya bukanlah akibat dari jumlah asupan makanan yang berlebihan saja, tapi juga karena kurang berolahraga dan beraktivitas, serta pola konsumsi sehari-hari yang tidak tepat. Kegemukan Obesitas dapat menjadi penyebab timbulnya beberapa penyakit, antara lain terganggunya pembuluh darah, melemahnya persendian, terutama di lutut.

Memang tubuh kita memerlukan energi untuk menunjang semua aktivitas yang kita lakukan. Energi tersebut diperoleh dari makanan yang kita konsumsi. Untuk mendapatkan berat badan yang ideal kita perlu menjaga keseimbangan pemasukan dan pengeluaran energi. Apabila terjadi kelebihan energi, dengan kata lain aktivitas tidak seimbang dengan banyaknya makanan yang di konsumsi, maka kelebihan energi tersebut akan disimpan dalam tubuh sebagai jaringan lemak.

Kegemukan obesitas pada anak yang terjadi memberikan efek kurang baik yang bisa menyebabkan tidur mengalami gangguan. Menurut salah satu ahli paru, lemak yang berlebihan jumlahnya di dalam perut bisa mendorong paru untuk bekerja menjadi lebih berat saat dalam keadaan tidur. Timbunan dari lemak yang ada pada sekitar tenggorokan bisa membuat jalan keluar udara menjadi berkurang disaat sedang posisi berbaring. Dan susahnya bernapas di malam hari atau mengalami sesak nafas kemungkinan memunculkan masalah tidur mendengkur atau tidur ngorok. Sekitar 40 persen kasus kegemukan obesitas pada orang dewasa yang suka mendengkur di malam hari sudah tertolong dengan cara mengatasi masalah obesitas yang dialaminya.

Gejala Obesitas

Salah satu penelitian yang dilakukan sudah membuktikan sekitar 19 pria yang mendengkur atau mengorok gejala mendengkurnya berkurang hanya dengan cara mengurangi 7 on berat badannya. Dan sementara itu, pengurangan dari berat badan sampai mencapai paling tidak 16 pon yang membuat pria menjadi lebih terbebas dari masalah tidur mendengkur. Menurut salah satu penelitian dari penimbunan lemak yang terjadi pada daerah pinggang akan memicu terjadinya penyakit kanker payudara, dan selain itu juga beresiko terkena penyakit kanker 9 kali lebih besar dibandingkan dengan wanita yang mempunyai berat badan normal.

Selain itu kegemukan obesitas pada anak juga menyebabkan kelainan pada lemak di dalam darah. Dan sekitar 17,9 persen anak yang mengalami kegemukan di Jepang mempunyai kadar kolesterol yang jumlahnya diatas 200 miligram serta sekitar 10 persen dengan kadar trigliserida yang minimalnya adalah 160 gram. Pada masalah kegemukan obesitas pada anak dengan kadar kolesterol dan trigliserida yang cenderung lebih berkorelasi pada nilai yang tinggi diatas jumlah normal, dan hal ini juga sangat beresiko bisa mengakibatkan terjadinya serangan penyakit salah satunya adalah penyakit jantung coroner.

Pengobatan pada kegemukan obesitas pada anak untuk membantu menurunkan berat badan atau juga dengan cara mempertahankan berat badan anak agar bisa mencapai keadaan normal. Umumnya target dari cara menurunkan berat badan yang lebih dianjurkan pada tahap yang pertama adalah hanya sekitar 10 persen dari berat badan yang terhitung selama 6 bulan. Dan penurunan pada berat badan yang sangat dianjurkan sekitar 0,5-1 kg dalam setiap minggunya.

Cara Mengatasi Obesitas

Kegemukan atau obesitas pada anak dengan menurunkan berat badan yang berlebihan sebaiknya tidak dianjurkan, dan disamping karena bisa memunculkan masalah gangguan kesehatan, misalnya adalah seperti kasus dibawah ini :

  1. Sindroma malabsorbsi
  2. Penyakit osteoporosis
  3. Ileus aralytik
  4. Stress yang terjadi secara berkepanjangan.

Umumnya hal ini terjadi tidak tahan lama. Pengobatan yang sangat dianjurkan untuk kegemukan obesitas pada anak adalah dengan modifikasi diet, peningkatan aktivitas fisik dan juga pola perilaku yang harus dirubah. Pemberian dari obat obesitas dan juga melakukan terapi akupuntur secara alami yang bisa menjadi lebih cepat untuk membantu cara menurunkan berat badan untuk penderita kegemukan obesitas pada anak yang bisa beresiko lebih tinggi yakni adalah penderita dnegan kasus IMT 25-29,9 atau juga pada penderita dengan kasus lingkar pinggang yang ukurannya lebih normal.

Kegemukan Obesitas

Posted in Obesitas Pada Anak | Tagged , , , , | Leave a comment