Pencegahan Obesitas Pada Anak

Pencegahan Obesitas Pada Anak – Sesungguhnya penurunan berat badan yang lebih efektif dapat diperoleh bila kita membatasi jumlah kalori yang masuk, sehingga lebih kecil dibanding jumlah yang seharusnya dibutuhkan. Diet sehat adalah diet yang bertujuan untuk cara menurunkan berat badan dengan mengurangi kalori atas makanan yang di konsumsi bukan mengurangi asupan protein, vitamin, dan mineral di tubuh, serta melakukan olahraga atau pembentukan tubuh agar otot-otot tubuh tetap kencang. Saat penurunan berat badan, vitamin ini diperlukan untuk memproses pembakaran kelebihan lemak dan metabolisme tubuh.

Pencegahan Obesitas Pada Anak

Pencegahan Obesitas Pada Anak

Mencegah Obesitas Pada Anak

Disamping itu tubuh juga memerlukan protein yang cukup untuk mempertahankan dan memperbaiki otot, tulang, dan darah. Hal penting yang perlu diperhatikan adalah pengaturan komposisi makanan. Pencegahan Obesitas Pada Anak sebaiknya dilakukan sedini mungkin. Bagi penderita obesitas segeralah menurunkan berat badan agar terhindar dari kencing manis, tekanan darah tinggi, kadar lemak darah meningkat, penyakit jantung, stroke, dan peningkatan asam urat darah.

Sedapat mungkin jangan mengonsumsi fast food, soft drinks, dan es krim. Sebaiknya asupan makanan harus jauh dibawah kebutuhan, sehingga tubuh memakai energi cadangan dari lemak tubuh. Kurangi nasi, perbanyak makan sayuran berserat dan buah segar. Jangan lupa untuk sarapan setiap pagi untuk menghindari rasa lapar. Tetapi hindari makanan yang berlemak tinggi, tidak makan berlebihan, tidak mengemil dan aktif untuk bergerak.

Pencegahan Obesitas Pada Anak dengan mengusahakan untuk modifikasi perilaku, jangan makan sambil berdiri, sambil membaca, atau menonton televisi. Minumlah segelas air putih sebelum makan. Awali makan dengan mengonsumsi sup rendah lemak. Ini akan membuat anda merasa kenyang. Hindari kuah sup atau soto yang tampak mengkilap karena berminyak atau berlemak. Jangan meletakkan rotidan mentega di atas meja alih-alih, taruhlah buah segar yang kaya akan serat seperti apel, jeruk, jambu, melon, dan belimbing.

Pencegahan Obesitas Pada Anak mengunyah makanan secara perlahan-lahan jangan tergesa-gesa, dan jangan tergoda untuk menghabiskan makanan yang tersisa. Mengingat anga obesitas anak dari tahun ke tahun cenderung meningkat, maka untuk menjaga anak agar tetap sehat, sebaiknya para orangtua mengajarkan pola makan yang baik. Tanamkan kuat-kuat motivasi dan disiplin diri, bahwa berat badan hanya akan dapat diturunkan dengan usaha yang optimal, tidak setengah-setengah. Menyangkut aktivitas fisik, berolahragalah secara teratur, progresif dan terukur.

Olahraga akan mempercepat proses pembakaran lemak dalam tubuh. Akibat bergerak tidak terbatas hanya dengan berolahraga saja. bermain layangan, kejar-kejaran di halaman, jalan-jalan disekitar komplek perumahan, juga merupakan aktivitas yang membuat tubuh aktif beregerak. Bagi yang sudah lanjut usia, olahraga pilihan yang utama adalah joging. indikator waktu jalan cepat adalah denyut nadi per menit (bisa mencapai 170) dikurangi umur. Misalnya untuk usia 60 tahun, waktu jalan cepatnya adalah 170-60=110. jangan lebih karena beban jantung akan menjadi berat, juga jangan kurang karena hasilnya juga akan kurang efektif.

Pilihan lainnya adalah bersepeda, berenang, dan senam berkelompok. Lakukan tiga samapi empat kali seminggu selama 30-60 menit. Bagi para lansia yang berbadan gemuk, olahraga terbaik aalahberenang karena olahraga ini tidak memberi beban pada tungkai bawah dan sendi-sendi. Lakukan tiga sampai empat kali seminggu, berenang nonstop selama minimal 30 menit (gaya dada atau gaya santai) dengan jarak tempuh 800-1.200 meter. Untuk menekan titik nafsu makan dapat dilakukan dengan akupuntur. Kurangi makanan manis dan berkabohidrat tinggi. Diet yang seimbang dipadu dengan olaharaga merupakan c.

Mengatasi Obesitas Pada Anak Remaja

Anak-anak dengan kasus obesitas pada usia pra pubertas biasanya mempunyai tinggi badan yang jumlahnya diatas rata-rata anak yang sebayanya. Penelitian yang dilakukan mengenai hal ini menyatakan bahwa anak yang mengalami masa tumbuh kembang yang terjadi lebih awal namun saat proses dari pertumbuhan menjadi semakin selesai dari kecepatan tadi akan berkurang relatif dibandingkan dengan anak yang normal, sehingga tinggi badan anak saat usia dewasa jumlahnya tetap sama dengan rata-rata tinggi orang tuanya, dan bahkan juga terjadi lebih endek jika dibandingkan dengan anak-anak yang tidak mengalai kasus obesitas pada masa tumbuhkembangnya. Dijumpainya suatu ketidaknormalan pada hormon yang berpegang penih pada pertumbuhan linier yang terjadi pada anak dengan kasus obesitas yakni adalah ppada aksis GH-UGE, hormon seks steroid dan glukokortikoid.

Obesitas pada anak yang disebabkan dari faktor lingkungan. Faktor genetik atau keturunan walaupun diduga sangat berperan namun tidak bisa dijelaskan terjadinya peningkatan pada kasus pravalensi kegemukan dan obesitas pada anak. Selain itu, pengaruh dari lingkungan yang palijng utama terjadinya lewat ketidakseimbangan pada pola makan, perilaku makan serta aktivitas fisik yang dilakukan. Hal ini juga berkaitan erat dengan suatu perubahan pada gaya hidup yang lebih mengarah kepada sedentary life style.

Pencegah obesitas pada anak salah satunya dilakukan dengan dengan mencegah pola makan dengan poris yang besar yang jumlahnya melebihi kadar kebutuhan, makanan dengan energi yang tinggi, tinggi akan karbohidrat yang sederhana dan makanan rendah serat. Sedangkan dalam hal perilaku makan, pencegahan obesitas pada anak yang perlu dilakukan adalah tindakan untuk memilih jenis makanan dalam berupa junkfood, makanan dalam kemasan serta minuman ringan yang manis. Selain pola makan dan perilakunya, penyebab obesitas bisa disebabkan karena aktivitas fisik yang kurang yang merupakan salah satu faktor dari penyebab kegemukan atau obesitas terjadi.

Pencegahan Obesitas Pada Anak


=====================================

>>> Obat Herbal Untuk Pengobatan Obesitas Pada Anak, Remaja dan Dewasa, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Obesitas Pada Anak and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *